Press "Enter" to skip to content

Boneka Sebagai Alternatif Modeling Anak Berbicara

Last updated on Oktober 17, 2019

Boneka merupakan mainan sepanjang masa setiap anak. Boneka bagi anak anak merupakan replika versi lucu dari sebuah benda atau makhluk hidup yang enak dipandang, berbahan halus, dan bernilai edukatif tinggi. Boneka dapat menjadi alternatif media belajar anak pengguna alat bantu dengar atau implan koklea yang sedang belajar mendengar dan berbicara. Boneka hanya mampu menjadi alternatif media karena modeling (memberi contoh) terbaik anak ialah orang dewasa atau saudara seusia yang memahami tata cara AVT di rumah, terutama strategi take turns (bergiliran dalam berbicara). Perlu diketahui bahwa turn taking merupakan kemampuan komunikasi sosial yang mulai dipahami sejak anak berusia 10-12 bulan, lihat ISD.

Bila Bunda hanya berdua bersama anak, kami pikir keberadaan boneka cukup penting. Karena boneka menjadi sosok orang ketiga sebagai pengganti model berbicara. Dalam kegiatan AVT di klinik, biasanya Praktisi AVT dan Orangtua akan mengajari anak bagaimana take turns (bergantian berbicara) ini berjalan. Dalam penerapan AVT di rumah; orangtua berlaku sebagai terapis, boneka menjadi sosok  yang diajari, sedangkan anak akan memperhatikan dan mencoba kita ikutsertakan dalam permainan. Ketika anak merebut giliran si boneka untuk melakukan suatu perintah, maka orangtua yang bertugas mengarahkan anak untuk menunggu giliran.

Boneka Tangan dan Boneka Utuh

Boneka tangan dan boneka utuh, menurut kami, kedua nya jika memungkinkan dapat dimiliki orangtua. Dulu, tahun 2017, kami tidak menemukan boneka tangan di toko mainan anak. Untung nya, kami menemukan Buku Turbo Racing yang memiliki bagian boneka tangan yang menempel pada sampul buku itu. Tahun 2019 ini, kami banyak menemukan boneka tangan di Surabaya. Boneka tangan yang mulutnya dapat dibuka-ditutup dapat digunakan untuk mengajarkan kepada anak agar anak mau membuka mulut nya ketika anak bersuara.

Baca juga :  Belajar Preposisi Kanan-Kiri

Boneka utuh merupakan boneka yang menyerupai bentuk aslinya. Untuk boneka jenis ini, kami memilih boneka monyet yang memiliki kepala, badan, tangan, kaki, mulut, hidung, dan telinga seperti manusia. Bahkan kami memiliki dua boneka monyet dengan bentuk yang sama hanya berbeda ukuran untuk mengajarkan konsep ukuran pada anak.

Boneka Monyet Kecil dan Boneka Monyet Besar

Kelebihan Boneka Dibandingkan Orang-Orangan Plastik

Boneka memiliki kelebihan dibandingkan mainan sejenis dari bahan plastik. Diantaranya ialah:

  1. Tidak menyakiti anak jika diusap di kulit anak.
  2. Tidak menyakiti tangan dan kaki anak ketika dipukul atau tertendang.
  3. Mudah dipeluk dan mudah dipelukkan.
  4. Mudah dibentuk (salaman, dadah, kiss bye, dll)

Boneka Sebagai Alternatif Modeling Anak Berbicara

1. Bermain Turn Taking

Turn Taking merupakan kegiatan saling bergantian menjalankan tugas atau instruksi orangtua ketika menjalankan terapi AVT di rumah. Terutama AVT dalam bentuk testing. Karena testing membutuhkan peran aktif anak, maka kita harus mampu mengelola sifat moody (tergantung suasana) hingga anak mampu memahami jadwal harian.

Ketika orangtua akan mengajarkan anak beberapa kosakata baru atau critical elements dengan menggunakan 2-4 buah benda, kadang anak tidak cukup tertarik pada mula nya, maka kita bisa menggunakan boneka sebagai pengganti si anak untuk melaksanakan instruksi tersebut. Misalnya ketika mengajarkan kosakata baru, “Monyet, ambil mobil dan motor (dari 3 benda, yakni mobil, motor, pesawat).

Baca juga :  Belajar Menyamakan Benda dan Gambar, Pondasi Kognisi Anak

2. Modeling Berbicara Verbal dan Modeling Kerja

Boneka juga bisa digunakan sebagai model anak dalam menjawab pertanyaan verbal dan modeling reaksi dari instruksi. Misalnya:

  • Pengajaran 1 Kata Kerja: “Monyet sudah makan?
  • Memperluas Kosakata (memilih dari 2 benda): “Monyet mau makan nasi atau mie?”
  • Memodelkan reaksi dari instruksi 2 benda: “Monyet ambil piring dan sendok nya”.

3. Sparring Partner, Pemicu Semangat Anak

Boneka dapat menjadi sparring partner ketika tidak ada anak lain yang cukup memahami tata cara bergantian (take turns). Setelah boneka monyet berhasil dalam 1 kali permainan, maka kita tawarkan kepada anak untuk ikut bermain. Kita bangkitkan rasa penasaran anak sehingga anak tidak mau kalah dengan si monyet. Biasanya, jika kita cukup baik membawakan kegiatan, maka pada percobaan ke 3-4 bersama si monyet, maka anak akan bersedia ikut bermain dan menunggu giliran.

Bagaimana Ayah dan Bunda, sudah punya bayangan bagaimana memainkan boneka sebagai alternatif modeling anak berbicara? Ayah dan Bunda bisa memberi komentar di bawah jika menemukan ide lain nya.

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Tinggalkan Balasan