Press "Enter" to skip to content

Alat Bantu Dengar

Last updated on Januari 20, 2019

Alat Bantu Dengar (ABD) adalah alat elektronik mini yang digunakan di dalam telinga atau di belakang telinga yang dapat membuat suara yang didengar menjadi lebih keras sehingga anak yang mengalami gangguan pendengaran dapat mendengar, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari. Alat bantu dengar dapat menolong seorang anak untuk mendengar pada situasi sunyi maupun bising.

Bagian-Bagian Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar terdiri dari tiga bagian utama, yaitu mikrofon, amplifier (penguat), dan speaker. Alat bantu dengar mendapatkan masukan suara melalui mikrofon, dimana mikrofon akan mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian mengirimkannya ke amplifier. Amplifier akan meningkatkan kekuatan sinyal tersebut dan mengirimkannya ke telinga melalui speaker.

Cara Kerja Alat Bantu Dengar

Alat bantu dengar merupakan alat utama yang membantu dalam meningkatkan kemampuan mendengar dan kemampuan percakapan bagi seseorang yang mengalami gangguan pendengaran yang terjadi karena kerusakan telinga dalam, yaitu kerusakan pada sel rambut. Gangguan pendengaran ini dinamakan Tuli Saraf (Sensorineural Hearing Loss). Kerusakan saraf dapat terjadi karena penyakit, penuaan, atau cidera akibat suara bising berkepanjangan, atau karena pengaruh pengobatan.

Alat bantu dengar akan meningkatkan getaran suara yang masuk melalui telinga. Sisa-sisa sel rambut akan menangkap getaran suara yang lebih besar dan mengubahnya menjadi sinyal listrik dan melanjutkan nya ke otak. Semakin besar kerusakan sel rambut, maka semakin berat gangguan pendengaran yang dialaminya. Bagaimanapun, alat bantu dengar memiliki keterbatasan kemampuan dalam memperkeras suara. Jika sel rambut mengalami kerusakan terlalu besar, bahkan getaran yang besar pun tidak akan mampu diubah menjadi sinyal listrik. Pada kondisi ini, alat bantu dengar tidak efektif digunakan.

Tipe-Tipe Alat Bantu Dengar

Berikut ini adalah tipe ABD berdasarkan letak penggunaannya:

alat bantu dengar
Sumber: nidcd.nih.gov

Behind The Ear (BTE)

Behind The Ear (BTE) adalah ABD yang unit elektronik nya dipakai di belakang telinga. Sebuah earmold yang telah dicetak sesuai dengan bentuk telinga dan memiliki selang kecil menghubungkan antara telinga dengan ABD. ABD tipe ini merupakan tipe paling umum dan digunakan oleh semua orang yang memiliki gangguan pendengaran ringan hingga profound hearing loss.

BTE model baru, yakni open fit hearing aids, menggunakan earmold yang lebih kecil dan unit elektronik yang lebih kecil. Earmold dapat masuk lebih dalam sehingga telinga pengguna semakin samar terlihat menggunakan ABD. ABD jenis ini digunakan oleh orang dewasa yang telinganya menghasilkan kotoran telinga cukup sering. ABD jenis ini juga disukai oleh sebagian orang karena penggunanya merasa tidak menggunakan ABD.

In The Ear (ITE)

In The Ear (ITE) : adalah alat bantu dengar yang didesain untuk digunakan di dalam liang telinga. ABD ini diperkecil, tanpa menggunakan earmold dan selang, dan didorong masuk dalam telinga. Beberapa ITE memiliki fitur tambahan seperti telecoil. Telecoil adalah coil magnet kecil yang dapat membantu pengguna ABD menerima suara melalui sirkuit ABD, tanpa melalui mikrofon untuk membantu percakapan melalui telepon dan membantu ketika berada di ruang publik yang bising yang didesain menggunakan sound system khusus yang dinamakan induction loop systems. Sayangnya, tempat-tempat yang menggunakan induction loop systems tidak banyak ada di Indonesia walaupun di luar negeri telah banyak diterapkan. ITE ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak karena ukuran ABD harus disesuaikan mengikuti ukuran telinga yang masih berkembang.

Canal Aids Fit

Canal aids fit adalah model alat bantu dengar yang lebih kecil bentuknya daripada ITC. Canal memiliki 2 macam, yaitu ITC (In The Canal) dibuat berdasarkan bentuk dan ukuran telinga pengguna ABD ini, dan CIC (Completely In Canal) memiliki bentuk yang masukkan lebih dalam lagi. Kedua alat bantu dengar ini digunakan bagi orang gangguan pendengaran ringan hingga sedang.

Bentuknya yang kecil menyebabkan ABD Canal lebih sulit untuk dipasang dan dilepas. ABD Canal memiliki tempat yang terbatas untuk baterai dan tambahan fitur seperti telecoil. ABD Canal tidak direkomendasikan untuk anak, dan untuk orang yang memiliki gangguan pendengaran berat hingga profound hearing loss karena ukurannya yang kecil membatasi kekuatan suaranya.

Beda ABD Analog dengan ABD Digital

Alat Bantu Dengar Analog

ABD Analog adalah ABD yang mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian dikeraskan menjadi suara kembali. Analog adjustable adalah ABD pesanan yang menyesuaikan kebutuhan penggunanya. ABD ini diprogram berdasarkan rekomendasi dari audiolog dan/atau hearing acoustician. ABD analog dapat diprogram memiliki lebih dari satu program. Seorang Audiolog dapat memprogram ABD menggunakan computer, dan pengguna dapat mengubah program tersebut berdasarkan kebutuhan mendengarnya, seperti dalam ruangan yang sunyi, dalam keramaian, dalam lingkungan yang luas seperti teater dan stadion. ABD Analog biasanya tersedia bagi semua tipe gangguan pendengaran. ABD Analog memiliki harga yang lebih murah daripada ABD digital.

Alat Bantu Dengar Digital

ABD Digital adalah ABD yang mengubah gelombang suara menjadi kode numerik, seperti kode biner dari komputer, kemudian dikeraskan menjadi suara kembali. Karena suara diubah menjadi kode numerik, maka suara yang masuk akan memiliki informasi pitch (frekuensi) dan kekerasan (desibel). ABD dapat diprogram secara khusus untuk meningkatkan kemampuan pada pitch (frekuensi) tertentu saja. Pengaturan digital ini memudahkan audiolog dan/atau hearing acoustician dalam fitting ABD apabila pengguna membutuhkan pengaturan khusus, misalnya kebutuhan untuk mendengar ketika terapi, dan kebutuhan mendengar di lingkungan yang bising. ABD tersebut dapat diprogram sehingga fokus pada arah sumber suara. ABD Digital tersedia bagi semua tipe gangguan pendengaran.

Perkembangan Teknologi ABD Masa Depan

Para peneliti terus mencari cara untuk memperbaiki kualitas pemrosesan sinyal alat bantu dengar. Penelitian menggunakan komputer untuk merancang alat bantu dengar yang lebih canggih. Yaitu ABD yang lebih baik dalam melakukan transmisi suara, meredam bising (noise), feedback, dan efek oklusi. Dan penelitian tentang bagaimana mencari cara menyesuaikan ABD secara pas untuk anak-anak karena perkembangan mendengar mereka sulit untuk diukur.

Penelitian lain yang juga menjadi fokus ialah menggunakan pengetahuan dari binatang untuk merancang mikrofon yang lebih baik. NIDCD mendukung para peneliti yang sedang mempelajari Ormia ochracea karena struktur telinganya memudahkan sebuah nyamuk untuk membedakan sumber suara dengan mudah. Peneliti saat ini sedang merancang miniatur mikrofon direksional ABD menggunakan struktur telinga nyamuk. Mikrofon ini akan mengeraskan suara khusus dari arah depan dan mengabaikan suara dari arah lainnya. Mikrofon direksional ini akan sangat membantu pengguna ABD untuk bercakap-cakap walau dalam suasana bising.

Untuk memahami cara memilih ABD yang sesuai, Ayah dan Bunda dapat membaca artikel disini.

Sumber:

Artikel ini merupakan naskah translasi dari www.nidcd.nih.gov .