Press "Enter" to skip to content

Integrated Scales of Development by Cochlear

Last updated on Oktober 20, 2019

Orangtua yang telah memilih Terapi Auditori Verbal dan akan menerapkan AVT di rumah, maka sebaiknya mulai mencermati sampai di mana kemampuan anak berdasarkan Tahapan Perkembangan Anak (ISD). Tabel Tahapan Perkembangan Anak kami translasi dari sumber Cochlear.

Tentang bagaimana cara membaca Integrated Scales of Development by Cochlear (ISD) sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Oleh karena itu, kami coba bantu Ayah dan Bunda untuk menapaki tahapan demi tahapan berdasarkan pengalaman kami dan beberapa orangtua lain ketika membersamai anak di rumah.

Tahap 0-3 Bulan

Pendengaran1. Anak sadar suara
2. Merespon bunyi dengan senyuman, menengok, terkejut
3. Bereaksi terhadap suara yang keras
4. Dapat mengenali suara Ayah, Bunda, dan Pengasuh
Bahasa Reseptif1. Kaget dengan bunyi yang mengejutkan
2. Memandang lawan bicara nya
3. Bereaksi dengan suara orang bicara dengan terdiam atau tersenyum
4. Mendengar dengan tenang suara orang yang dikenal
Bahasa Ekspresif1. Menangis ketika lapar atau marah
2. Mulai mengeluarkan suara vokal tanda senang
3. Bersuara vokal ketika mendengar suara
Wicara1. Menangis
2. Mengoceh atau berguman (vokalisasi)
Kognitif1. Menyadari ada orang yang dikenal nya
2. Memandang wajah atau benda
3. Menanti rutinitas, misalnya disuapi makan.
Komunikasi Sosial1. Tampak seolah sedang mendengar lawan bicara
2. Kontak mata semakin baik. Pada usia tiga bulan, semakin sering memandang lawan bicara, melokalisasi arah lawan bicara dengan matanya, dan mengamati mulut daripada wajah.
3. Tersenyum atau mengoceh ketika mendengar suara ayah, bunda, atau pengasuh.

Tahap 4-6 Bulan

Pendengaran1. Anak memahami bahwa suara memiliki makna
2. Anak mendengar lebih serius
3. Anak mulai menghubungkan antara makna dengan suara, misalnya merespon nama nya ketika dipanggil
4. Merespon perubahan nada vokal (tinggi-rendah).
5. Mulai melokalisasi sumber suara lebih akurat
6. Mulai mendengarkan suara nya sendiri.
Bahasa Reseptif1. Anak makin sering melokalisasi arah sumber suara dengan menengok atau menggerakkan mata
2. Kadang merespon ketika namanya dipanggil
3. Dapat membedakan suara marah dan suara bersahabat, misalnya anak menangis ketika ada suara orang marah.
4. Biasanya berhenti menangis ketika mendengar suara.
Bahasa Ekspresif1. Bersuara ketika menginginkan sesuatu
2. Bersuara ketika mendengar nyanyian
3.Bersuara brrrrr, mengoceh, dan berteriak
4. Mulai mengeluarkan suara yang variatif untuk menyatakan senang dan tidak senang
5. Bersuara baik ketika sendiri maupun bersama orang lain.
Wicara1. Tertawa
2. Mengeluarkan bunyi brrrr
3. Mengoceh
4. Berteriak
5. Mulai untuk mengubah durasi, pitch, dan intensitas suara (prosodic feature).
6. Menggunakan suara aaa
7. Memproduksi suara konsonan, bunyi friksi, nasal (m)
8. Bermain suara
Kognitif1. Melihat objek kemudian berusaha menggapainya
2. Mulai belajar tentang sebab dan akibat, misalnya boneka rattle ketika digoyang maka berbunyi
3. Mengenali orang-orang yang familier
4. Membawa benda ke mulut
Komunikasi Sosial1. Mempertahankan kontak mata
2. Menyukai permainan seperti round and round the garden
3. Membuat suara yang berbeda untuk maksud yang berbeda
4. Meniru ekspresi wajah
5. Berinisiatif mengeluarkan suara dan mengajak orang lain berinteraksi
6. Mulai memahami bergiliran (turn taking) ketika berbicara, misalnya bersuara setelah ada suara orang lain berbicara.

Tahap 7-9 Bulan

Pendengaran1. Melokalisasi sumber suara dengan akurat
2. Membedakan aspek suprasegmental, seperti durasi, pitch, dan intensitas
3. Memperhatikan lebih lama daripada sebelumnya
4. Memahami makna dari kata yang didengar
5. Membedakan vokal dan jumlah suku kata.
Bahasa Reseptif1. Tampak mengenali nama anggota keluarga dalam percakapan, termasuk jika orang tersebut tidak terlihat oleh anak.
2. Merespon dengan tepat gestur tangan sebagai pengganti kata, misalnya naik (gendong), tinggi, da-dah, dll
3. Menikmati irama musik dan nyanyian
4. Tampak memperhatikan seluruh percakapan antar orang
5. Sering menghentikan aktivitas ketika namanya dipanggil
6. Tampak mengenali nama-nama benda kemudian berusaha mencari benda itu ketika disebutkan.
7. Semakin sering menghentikan permainan untuk merespon kata “jangan”.
8. Anak terus memperhartikan hingga 1 menit ketika diperlihatkan sebuah gambar atau buku oleh orang lain.
Bahasa Ekspresif1. Mengulang silabel KV (konsonan-vokal) ketika mengoceh (pa pa)
2. Mulai merespon dengan vokalisasi ketika dipanggil namanya
3. Mau bermain lebih banyak permainan. Misalnya pat a cake, cilukba, tepuk tangan. Dan selama permainan, anak bersuara.
4. Tampak sedang bernyanyi
5. Bersuara untuk menyapa orang lain yang dikenali
6. Memanggil untuk mendapatkan perhatian
7. Menggunakan beberapa gestur dengan maksud bahasa. Misalnya menggeleng tanda “tidak”.
8. Bervokalisasi dengan nyaring.
Wicara1. Bubbling KV KV, misalnya [pa pa] [ba ba]
2. Mendecak
3. Menggunakan suara bernada
4. Meniru pola intonasi wicara orang lain
5. Menggunakan suara vokal tengah frekuensi rendah, misalnya [o] hot, [ae] (bat), [a] (car)
6. Menggunakan beberapa konsonan (p, b, m, d).
Kognitif1. Meniru kegiatan fisik (motorik)
2. Mengenali benda yang familier
3. Menempatkan satu objek di satu tangan dan kemudian yang lain
4. Menggenggam satu kubus kemudian mengambil satu lagi
5. Tertawa di depan cermin
6. Menyukai permainan menyembunyikan dan menemukan benda
7. Memberi, menunjuk, memperlihatkan
8. Menarik cincin mainan dari pasak nya.
Komunikasi Sosial1. Mulai memahami bahwa berkomunikasi merupakan proses dua arah.
2. Memperlihatkan ketertarikan untuk berinteraksi dengan orang lain
3. Menjadi lebih bersemangat bersama orang yang dikenal
4. Menunjukkan antisipasi dari aktivitas, misalnya siap-siap mau mandi
5. Menganggukkan kepala, melambai dan bertepuk tangan
6. Memanggil untuk mendapatkan perhatian
7. Meminta dengan menggapai dan menunjuk
8. Menikmati permainan frolik
9. Melanjutkan perkembangan kemampuan bergiliran (turn taking)
10. Mulai mau membaca buku bersama orang lain dengan melihat gambar nya.
Baca juga :  Hirarki Keterampilan Berbahasa Anak

Tahap 10-12 Bulan

Pendengaran1. Lebih banyak lagi menghubungkan maksud dengan kata
2. Memonitor suara nya sendiri dan suara orang lain
3. Melokalisasi sumber suara dari jarak yang cukup
4. Membedakan suara pembicara dengan suara lingkungan
Bahasa Reseptif 1. Terlihat menikmati ketika mendengarkan kosakata baru
2. Secara umum mampu memperhatikan pembicaraan tanpa merasa terganggu dengan suara lingkungan (bising).
3. Terkadang memberikan mainan dan benda ke orang lain dengan verbal
4. Terkadang mau mengikuti instruksi sederhana, misalnya “Taruh itu!”.
5. Merespon suara musik dengan gerakan tubuh atau tangan yang hampir sama
6. Menunjukkan pemahaman sebuah permintaan verbal dengan gerakan kepala dan tubuh yang hampir tepat
7. Menunjukkan peningkatan perhatian ke wicara dengan waktu yang lebih lama.
Bahasa Ekspresif1. Menggunakan jargon dari 4 atau lebih silabel-kalimat pendek-berstruktur, tanpa kata utuh
2. Mulai menggunakan variasi pola jargon dengan intonasi seperti orang dewasa ketika bermain sendiri
3. Memulai permainan gestur-wicara seperti round and round the garden
4. Berbicara kepada boneka atau benda menggunakan pola verbal yang lebih panjang
5. Semakin sering merespon lagu atau irama dengan bersuara
6. Meniru gerakan yang digabungkan dengan suara
7. Mulai menggunakan kata pertama, misalnya da dah, mama.
Wicara1. Meniru suara dan beberapa silabel yang sering digunakan orang lain
2. Menggunakan suprasegmental
3. Menggunakan silabel yang diulang-ulang dengan lebih panjang
4. Menggunakan vokal dan konsonan lebih banyak dan sistematis [ba di ba di]
5. Mulai menggunakan bunyi plosif dan nasal [p, b, d, m].
Kognitif1. Melawan ketika sebuah mainan diambil dari nya
2. Menghubungkan antara benda dengan tindakan, misalnya sendok dengan mengaduk, mobil dengan mendorong
3. Merespon suara tertawa dengan mengulangi tindakannya
4. Mengambil peg dan papan peg
5. Menyamakan dua buah benda identik
6. Mencoba menumpuk dua buah kubus menjadi menara.
Komunikasi Sosial1. Mulai memahami pertanyaan dan jawaban, misalnya menggelengkan kepala, artinya “tidak”
2. Memahami bahwa interaksi ini akan berlanjut dan berkembang
3. Mulai paham menegur dan menyapa
4. Kemampuan bergiliran (turn taking) semakin berkembang
5. Bersuara untuk merespon panggilan dari Bunda
6. Mengungkapkan keinginan mengganti aktivitas
7. Merespon tertawa dengan mengulangi tindakan
8. Mulai menyuruh orang dengan menunjuk dan mendorong
9. Memprotes dengan bersuara dan gerakan
10. Menikmati permainan dan mulai mengajak bermain.
Baca juga :  Ling Six Sound Test Setiap Hari Di Rumah

Tahap 13-15 Bulan

Pendengaran1. Mengidentifikasi lebih banyak kosakata
2. Memproses bahasa yang sederhana
3. Mulai memahami auditori memori 1 item pada akhir frase/ kalimat
4. membedakan frase yang familiar
5. Mengikuti 1 instruksi yang familiar
Bahasa Reseptif1. Memahami lebih banyak kata baru pada setiap minggu
2. Mengikuti satu perintah selama permainan
3. Memahami kata tanya “dimana” yang sederhana. Contohnya, “Papa dimana?”
4. Mengenali dan memperlihatkan pemahaman pada banyak benda dengan menunjuk
5. Memahami lebih banyak frase yang familiar
6. Mulai mengenali nama-nama bagian tubuh, misalnya mata, tangan
7. Menikmati sajak anak-anak (rhyme)
Bahasa Ekspresif1. Menggunakan 7 atau lebih kata secara konsisten
2. Menggunakan suara dan gestur untuk mendapatkan benda yang diinginkan
3. Melanjutkan penggunaan jargon dengan pengembangan pada kata-kata yang benar (true words)
4. Menggabungkan antara menjeda dengan memberi nada ke dalam jargon.
5. Meniru kosakata baru secara spontan
6. Bernyanyi
Wicara1. Meniru bunyi vokal berganti-ganti. Misalnya [a u]
2. Kira-kira satu kata
3. Menucapkan sebagian besar vokal saat bermain vokal
4. Menggucapkan lebih banyak konsonan plosif [p, b, d] dan nasal [m, n] pada awal kata
5. Mengucapkan bunyi frikatif [h]
6. Mengucapkan semi vokal [w].
Kognitif1. Mempertahankan ketertarikan pada benda selama 2 menit atau lebih
2. Meletakkan lingkaran pada papan bentuk (shape board)
3. Membuat menara dari 2 buah kubus
4. Mulai membuat gambar pada kertas menggunakan crayon kecil
5. Meniru banyak gerakan. Misalnya nina bobo boneka
6. Memperagakan penggunaan fungsional dari sebuah benda
7. Melepas tutup botol/kaleng untuk mengambil mainan yang tersembunyi.
Komunikasi Sosial1. Perkembangan lebih lanjut pada kontak mata anak dengan pembicara untuk waktu yang lebih lama
2. Bergiliran saat bahasa ekspresif berkembang
3. Permainan mengambil benda
4. Melibatkan orang lain dengan memperlihatkan sesuatu, misalnya baju/sepatu selama permainan
5. Mulai memahami pertanyaan 4-w (apa, siapa, kapan, dimana).

Tahap 16-18 Bulan

Pendengaran1. Membedakan lebih banyak frase
2. Mengidentifikasi dan menghubungkan lebih banyak kata terhadap benda. Contohnya, mainan, anggota tubuh, makanan, pakaian
3. Meniru kosakata yang didengar.
Bahasa Reseptif1. Memahami lebih banyak pertanyaan sederhana
2. Mulai memahami frase yang agak panjang dengan kata kunci pada bagian tengah kalimat
3. Mulai mengembangkan kosakata dalam kategori
4. Identifikasi lebih banyak anggota tubuh
5. Menemukan benda yang familiar walau tidak terlihat
6. Memahami 50 kata atau lebih
7. Identifikasi beberapa jenis pakaian, mainan, dan makanan.
Bahasa Ekspresif1. Jargon menghilang
2. Kosakata yang mampu digunakan sekitar 10 atau lebih
3. Penggunaan gestur berkurang – mengandalkan berbicara ketika berkomunikasi
4. Meniru ucapan kata yang didengar
5. Meminta lebih banyak.
Wicara1. Meningkatnya penaksiran pada satu kata
2. Hampir seluruh vokal dapat diucap
3. Masih berusaha mengucap konsonan depan [p, b, d, m, n, h, w].
Kognitif1. Meniru coretan memutar
2. Meletakkan 3-6 peg pada papan peg
3. Mengambil mainan yang diinginkan yang disembunyikan di belakang benda lain nya
4. Mengambil benda-benda kecil
5. Membalikkan botol ke bawah untuk mengeluarkan mainan
6. Menunjuk gambar di dalam buku dan mulai membalik halam buku
7. Memahami permanensi objek.
Komunikasi Sosial1. Meminta benda atau pertolongan dari orang lain dengan gestur dan berbicara
2. Memulai interaksi dengan bersuartra
3. Lebih memilih bersama dengan orang yang dikenal
4. Menunjukkan kecurigaan pada orang asing
5. Meniru anak lain.

Tahap 19-24 Bulan

Tahap 25-30 Bulan

Tahap 31-36 Bulan

Tahap 37-42 Bulan

Tahap 43-48 Bulan

Sumber:
www.cochlear.com

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya