Press "Enter" to skip to content

Pentingnya Skrining Bayi Baru Lahir

Last updated on Maret 31, 2019

Suara tangisan bayi yang baru lahir akan melegakan perasaan orangtua yang telah berjuang semalaman menunggu si anak keluar dari rahim. Setelah itu, anak diberikan perlakuan tertentu yang menjadi standar dari rumah sakit. Anak masuk ke dalam ruang bayi, kemudian terjadi suasana penuh haru di ruang pasca persalinan. Saat itu, semua terasa baik-baik saja dan orangtua belum menyadari tentang pentingnya skrining bayi baru lahir.

Tes-Tes Skrining Bayi Baru Lahir

Anak-anak yang mengalami ketunarunguan sejak lahir dan tumbuh aktif, sangat kecil terdeteksi mengalami kelainan sejak di dalam kandungan. Beberapa sahabat kami mengaku bahwa sejak anak masih di dalam kandungan, mereka telah mengetahui bahwa hasil tes torch nya positif. Mereka pasrah dan terus berdoa yang terbaik bagi anak, tentu dengan usaha dengan meminum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Namun, sebagian besar sahabat, termasuk kami; ternyata baru mengetahui anak nya mengalami gangguan pendengaran setelah berusia sekitar 1-3 tahun. Baru kami menyadari tentang pentingnya skrining bayi baru lahir. Beberapa tes skrining bayi baru lahir yang sebenarnya cukup mudah dilakukan ialah:

1. Tes Bilirubin

Tes bilirubin atau tes kuning ini dilakukan untuk mengetahui kadar bilirubin dalam darah dengan menggunakan light meter. Caranya dengan menempelkan alat ke kulit bayi baru lahir untuk mendeteksi tingkat bilirubin.

2. Tes Oximetri Pulse

Tes Oximetri Pulse dilakukan untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah. Jika kadar oksigen dalam darah bernilai rendah atau fluktuatif, kemungkinan bayi tersebut mengalami Critical Congenital Heart Defect (CCHD) atau penyakit jantung bawaan kritis. Penyakit jantung bawaan kritis ini umum nya terjadi tanpa gejala. Namun, jika tidak segera dilakukan pengobatan atau tindakan, bisa menyebabkan kematian pada bayi.

Baca juga :  Mereka Yang Bisa Berbicara Verbal

3. Tes Hipotiroid Congenital

Tes Hipotiroid Congenital dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kekurangan tiroid pada bayi. Hipotiroid Congenital merupakan penyebab terjadinya gangguan pertumbuhan atau keterbelakangan mental. Skrining ini bisa dilakukan saat bayi berusia 48-72 jam.

4. Tes Pendengaran

Tes pendengara dilakukan ketika anak dalam kondisi tidur dalam. Tes pendengaran dapat dimulai dengan Otoacoustic Emissions (OAEs) dengan durasi sekitar 10 menit. OAE akan mengeluarkan simpulan tes, yakni pass (lulus) atau reffer (tidak lulus). Apabila hasilnya pass, artinya rumah siput berfungsi baik. Apabila hasilnya reffer,  artinya stimulus suara tidak diterima dengan baik oleh rumah siput.

Apabila hasilnya reffer, OAE dapat dilakukan kembali ketika bayi berusia 1 bulan. Jika hasil OAE masih menunjukkan reffer, maka dokter akan menganjurkan dilakukannya pemeriksaan yang lebih detail berupa Timpanometri, ABR (Auditory Brainstem Response), dan atau ASSR (Auditory Steady State Response).

Anak-Anak Yang Ditangani Sejak Dini

Anak-anak yang tertangani sejak dini pada akhirnya dapat melalui masa emas pertumbuhan nya dengan baik. Video dari komunitas Auditory Verbal UK memperlihatkan bahwa penanganan anak dengan gangguan pendengaran sejak dini dapat membuat jarak (gap) pertumbuhan dengan anak normal cukup dekat. Rata-rata, anak-anak tersebut mendapatkan penanganan AVT sejak usia kurang dari satu tahun. Beberapa diantaranya implan koklea pada usia kurang dari satu tahun. Saya sangat senang mendengarkan artikulasi anak-anak ini ketika berbicara.

Baca juga :  Cara Mengatasi Ketergantungan Gadget Pada Anak

The Power of Speech by AVUK.org

Kampanye Skrining Bayi Baru Lahir Tugas Siapa?

Kampanye pentingnya skrining bayi baru lahir merupakan tugas pemerintah dan komunitas. Pemerintah memiliki tugas yang sangat besar dalam memberikan pengetahuan kepada pada ibu yang sedang hamil untuk memberikan edukasi (bahkan subsidi) kepada mereka untuk menjalankan skrining ini. Pemerrintah daerah sebaiknya membuat peraturan yang mendorong masyarakat untuk melakukan skrining bayi baru lahir walau proses pembidanan tidak berasal dari RS Umum Daerah. Pemda dapat menyiapkan peralatan tes skrining dengan biaya terjangkau.

Komunitas dokter, perawat, dan bidan dapat memberikan infomasi mengenai pentingnya skrining bayi baru lahir. Mengenai manfaat dan resiko apabila anak tidak mendapatkan intervensi terhadap kelainan yang dimiliki sejak dini. Bagaiamana sayang nya (eman) jika anak bisa bertumbuh baik ketika mereka mendapatkan perhatian yang besar dari berbagai pihak.

Komunitas orangtua anak berkebutuhan khusus dapat memberikan edukasi di posyandu mengenai penting nya skrining ini dari pengalaman yang nyata. Karena empati dan keterbukaan lebih mudah terbuka dari ucapan seseorang yang mengalami nya sendiri. Kami sendiri cukup sering memberikan edukasi kepada orangtua yang bertanya mengenai Alkha, mengenai tentang tes torch pra-nikah, vaksin MR bagi anak usia sekolah, hingga penanganan anak gangguan pendengaran.

Sumber:

https://www.popmama.com/baby/0-6-months/freya-felia/pemeriksaan-apa-saja-yang-dilakukan-saat-skrining-bayi-baru-lahir/full

http://www.ayobunda.com/2017/05/22/pentingnya-skrining-bayi-baru-lahir

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Tinggalkan Balasan