Press "Enter" to skip to content

Audiogram

Last updated on Agustus 1, 2019

Audiogram adalah grafik yang menunjukkan suara terlirih yang seseorang dapat dengar pada pitch atau frekuensi tertentu. Semakin mendekati grafik bagian atas, maka semakin lirih suara yang dapat didengar, artinya pendengarannya semakin mendekati normal. Bila hasil audiogram berada pada bagian bawah, berarti indikasi derajat gangguan pendengaran (degree of hearing loss).

Batas Gangguan Pendengaran Pada Anak
Batas Gangguan Pendengaran Pada Anak

Beberapa sumber artikel membagi derajat gangguan pendengaran menjadi 6, yakni: sedikit mengalami gangguan pendengaran (slight hearing loss), gangguan pendengaran ringan (mild hearing loss), gangguan pendengaran sedang (moderate hearing loss), gangguan pendengaran sedang agak berat (moderately-severe hearing loss),  gangguan pendengaran berat (severe hearing loss), dan gangguan pendengaran sangat berat (profound). Namun, pada dasarnya derajat gangguan pendengaran dibagi menjadi 4, yaitu:

  1. Gangguan pendengaran ringan (mild)
  2. Gangguan pendengaran sedang (moderate)
  3. Gangguan pendengaran berat (severe)
  4. Gangguan pendengaran sangat berat (profound).

Diagram Audiogram

Audiogram merupakan diagram yang dibuat setelah anak melalui tes ASSR dan/atau Unaided Sound Field Testing. ASSR dilakukan pada anak yang belum mampu memberikan respon terhadap suara (bayi, balita, dan anak-anak). Unaided Sound Field Testing (Unaided Test) atau Tes Audiometri biasa bagi orang dewasa yang sudah merespon bunyi nada murni dibunyikan.

Audiogram secara detail memuat informasi tentang :

  1. Jenis gangguan pendengaran yang dialami si anak.
  2. Rata-rata kemampuan dengar si anak dalam ukuran desibel
  3. Perbedaan kemampuan pendengaran antara telinga kanan dengan telinga kiri.
  4. Jenis alat bantu dengar yang sesuai dengan gangguan pendengaran nya.

Audiogram menggunakan  tanda “O” dan “X”. “O” berarti hasil tes audiometri yang dilakukan pada telinga kanan, sedangkan “X” berarti hasil tes audiometri pada telinga kiri. Dalam satu grafik audiogram, biasanya terdapat 6 buah “O” dan 6 buah “X”. Masing-masing “O” dan “X” memiliki makna yang berbeda. Suara yang kita dengar ketika seseorang berbicara atau sebuah benda berbunyi memiliki perbedaan pitch dan kekerasan suara (loudness). Pitch secara obyektif menggunakan frekuensi, sedangkan kekerasan suara secara obyektif menggunakan desibel.

Contoh Audiogram

Pendengaran Normal

Pendengaran normal memiliki audiogram pada posisi atas. Artinya, anak yang memiliki audiogram seperti ini tidak memiliki gangguan pendengaran. Tidak memiliki kesulitan dalam menerima percakapan, dapat membedakan suara pembicara dengan suara bising yang ada di sekitarnya. Untuk berbicara tidak perlu berada pada jarak yang dekat.

Hasil Audiogram Pendegaran Normal
Audiogram Pendengaran Normal

Gangguan Pendengaran Ringan

Anak dengan gangguan pendengaran ringan (mild hearing loss) akan kesulitan dalam memahami percakapan yang pelan, percakapan dari jarak yang cukup jauh, atau percakapan ketika berada di ruangan bising.

Contoh Audiogram Gangguan Pendengaran Ringan
Audiogram Gangguan Pendengaran Ringan

Gangguan Pendengaran Sedang

Anak dengan gangguan pendengaran sedang (moderate hearing loss) akan kesulitan dalam memahami percakapan biasa bahkan pada jarak yang dekat, atau percakapan yang terjadi dalam ruangan yang bising.

Audiogram Gangguan Pendengaran Sedang
Audiogram Gangguan Pendengaran Sedang

Gangguan Pendengaran Berat

Anak dengan gangguan pendengaran berat (severe hearing loss) mungkin hanya dapat mendengar suara percakapan yang sangat keras, atau mendengar suara lingkungan yang keras seperti sirine pemadam kebakaran, atau bantingan pintu, atau gemuruh hujan.

Audiogram Gangguan Pendengaran Berat
Audiogram Gangguan Pendengaran Berat

Sumber Artikel:

babyhearing.org