Press "Enter" to skip to content

Pentingkah Ruangan Khusus Terapi AVT?

Last updated on September 17, 2019

Ruangan khusus terapi AVT merupakan ruangan kedap suara yang dibuat untuk memudahkan anak berkonsentrasi dengan materi auditori verbal yang sedang dijalani nya. Semakin informasi tentang terapi AVT digali, maka orang tua biasanya semakin ingin totalitas dalam memberikan fasilitas kepada anak, termasuk membuatkan ruangan khusus terapi AVT. Membuat ruangan semacam ini akan sangat membantu anak. Tetapi sangat maklum jika tidak mudah bagi orangtua untuk menyediakan, termasuk kami.

Ruang khusus terapi paling ideal dibuat menggunakan pendekatan akustik. Tujuan utama ialah suara dari luar tidak masuk ke dalam ruangan. Ayah dan Bunda dapat mencoba berkonsultasi dengan desainer studio band untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Ruangan semacam ini kami dapati di Kasoem Hearing Center Surabaya dan Kasoem Hearing Center Semarang. Keduanya menggunakan standar ruangan terapi AVT yang sama.

Apakah perlu untuk merancang ruangan khusus terapi AVT di rumah?

Secara objektif, tergantung lokasi rumah yang Ayah dan Bunda tempati. Ruang kedap suara akan bermanfaat ketika kita bertempat tinggal di lingkungan yang bising, di pinggir jalan raya, dekat dengan rel kereta api, atau pasar. Jika lokasi rumah cukup tenang, di dalam lingkungan perumahan yang jarang kebisingan, maka menyediakan ruangan standar kamar tidur dan dilengkapi dengan Air Conditioner, sudah lebih dari cukup.

Syarat Ruangan untuk Terapi AVT

Kami mencermati bahwa ruangan untuk terapi AVT memiliki banyak kesamaan, diantaranya adalah:

  1. Tidak banyak benda yang menarik bagi anak
  2. Terdapat satu buah meja untuk digunakan bersama (terapis, orangtua, anak).
  3. Menggunakan AC daripada kipas angin.
  4. Berukuran sekitar 10-20 meter persegi
  5. Tidak memantulkan bunyi (bergaung).
Baca juga :  Belajar Membaca Jam

Tidak Banyak Benda yang Menarik bagi Anak

Mainan yang menarik merupakan ujung tombak AVT di klinik pada awal anak memulai terapi. Untuk mendapatkan mood yang baik, maka Terapis akan menciptakan kondisi penasaran dari waktu ke waktu. Menyimpan mainan di ruangan lain adalah salah satu kiat paling baik. Jika ingin menyatukan ke dalam ruangan terapi, maka penggunaan lemari partisi dengan tutup dan kunci akan sangat bermanfaat.

Satu Meja dan Beberapa Kursi di dalam Ruangan

Satu buah meja di dalam ruangan tidak akan memberikan pilihan lokasi bermain kepada anak. Dengan duduk dan mendengarkan informasi auditori dari Terapis, maka anak bersama orangtua akan memulai sesi permainan AVT. Anak yang memilih bermain sendiri tanpa menggunakan meja dan duduk di kursi akan merasa sendirian sehingga peluang anak untuk turut serta kembali dalam permainan AVT akan semakin besar.

Penggunaan meja dan kursi akan membantu Terapis AVT mengajarkan kepada anak bagaimana cara duduk yang baik dan benar, serta mengajarkan bagaimana berinteraksi dengan orang lain dalam kondisi duduk.

Menggunakan Air Conditioner

Penggunaan AC bertujuan untuk memberikan kenyamanan suhu dan kelembaban udara kepada orang yang beraktivitas di dalam ruangan tanpa mengganggu kemampuan anak untuk mendengar dengan jelas. Penggunaan AC bertujuan untuk memberikan sirkulasi udara pada ruangan tertutup. Walaupun demikian, suara AC dapat didengar oleh anak-anak pengguna implan koklea.

Baca juga :  Menyertakan Teman Sebaya Ketika AVT Di Rumah

Berbeda dengan AC, kipas angin memberikan efek bising yang cukup besar. Cobalah menggunakan stetoclip pada ABD yang digunakan anak dengan kondisi kipas angin menyala, maka Ayah dan Bunda akan mendapati bahwa suara kipas angin dengan jarak tertentu cukup mengganggu penerimaan suara.

Berukuran 10-20 meter persegi

Kami pernah melakukan terapi AVT pada 3 tempat berbeda, dan semuanya menggunakan ukuran ruangan sekitar 10-20 meter persegi. Jadi, ruangan AVT tidak perlu luas, cukup sebuah kamar ukuran standar pada satu bagian rumah saja yang didedikasikan sebagai tempat belajar bersama anak.

Tidak Memantulkan Bunyi

Untuk mendapatkan kemampuan menyerap bunyi, maka dinding dan lantai harus ditutup benda lain. Bisa menggunakan karpet, atau bisa juga menggunakan lemari partisi dengan penutup. Karpet adalah benda penyerap bunyi paling baik. Ayah dan Bunda bisa coba dengan melapisi lantai dengan karpet dan mencermati apakah ada perubahan akustik pada ruangan tersebut. Ayah dan Bunda bisa menggunakan lemari-lemari partisi di dinding sehingga bunyi ruangan tidak bergaung.

Pintu dapat menjadi sumber bunyi dari luar ruangan. Mendesain pintu yang kedap suara akan lebih baik, jika tidak memungkinkan bisa dilapisi dengan karpet. Semua tergantung kondisi lingkungan dan tingkat keheningan yang Ayah dan Bunda inginkan.

Sumber:

Pos Sebelumnya
  1. Rika SR Rika SR

    masya Allah, informasinya detail dan mudah dipahami. Terima Kasih Papa Alkha

    • Syarif Syarif

      Iya Bunda. Sama-sama, semoga informasi nya cukup membantu ya.

    • Syarif Syarif

      Sama-sama Bunda. Semoga informasi nya cukup membantu.

Tinggalkan Balasan