Press "Enter" to skip to content

PAUD : Buku Penghubung Guru-Orangtua

Last updated on April 26, 2019

Menyekolahkan anak dengan gangguan pendengaran ke PAUD memang bukan perkara yang mudah. Untungnya, KB/TK Aurica memberikan masukan kepada pengajar di kelas untuk membuat buku penghubung guru-orangtua yang merupakan salah satu ide paling brilian yang kami dapatkan di sekolah itu.

Fungsi Buku Penghubung Guru-Orangtua

Buku penghubung guru-orangtua digunakan oleh guru untuk memberi informasi kepada orang tua berupa:

  1. Inti materi selama belajar pada hari itu.
  2. Memberikan penilaian secara objektif kemampuan dan ketidakmampuan anak ketika mengikuti materi pada hari itu.
  3. Menuliskan kata kunci yang  digunakan pada kegiatan belajar mengajar pada hari itu.
  4. Menuliskan materi yang akan diberikan pada minggu depan.

Buku penghubung guru-orangtua ini memudahkan Ayah dan Bunda untuk:

  1. Mengulang materi yang diberikan pengajar pada hari itu ketika di rumah.
  2. Menggunakan media alternatif yang memudahkan anak dalam memahami kata kunci pelajaran.
  3. Memberikan bekal pengetahuan tentang sub-materi yang nanti diberikan pengajar pada minggu yang akan datang.
Contoh Buku Penghubungan Guru dengan Orangtua di PAUD
Contoh Buku Penghubung di PAUD

Anak Memahami Materi Pelajaran

Strategi menggunakan buku penghubung guru-orangtua bukan bertujuan agar anak dapat menyaingi teman-teman nya hingga menjadi yang nomor satu. Tapi bertujuan agar anak dapat mengimbangi kemampuan teman sekelas dalam memahami materi. Kemampuan mendengar anak dengan gangguan pendengaran tidak sama dengan anak dengan pendengaran normal, sangat mungkin apabila seorang anak mengalami kesalahan pengambilan kesimpulan dari kalimat panjang yang diucapkan pengajar. Belum lagi dengan adanya gangguan penyerta yang masih menjadi PR bagi anak dan orang tua, misalnya gangguan konsentrasi, gangguan oral dan wicara, gangguan keseimbangan, dll.

Baca juga :  Membaca Integrated Scales of Development

Buku penghubung menjadi sarana yang efektif untuk mendukung orang tua belajar bersama anak ketika di rumah. Menjadi bahan materi AVT di rumah yang seringkali dikeluhkan oleh orangtua, “Di rumah harus mengajari apa?”.

Buku penghubung guru-orangtua berbeda dengan materi LKS secara umum. Tidak selamanya guru akan berpedoman penuh pada materi LKS karena tentu pengajar akan secara fleksibel memberi pelajaran sesuai kemampuan anak didiknya. Buku penghubung guru-orangtua menurut saya pribadi dapat menciptakan perasaan kasih sayang dalam mendukung perkembangan akademik anak, baik guru kepada anak, dan antara guru dengan orangtua.

Strategi AVT Mendukung Akademik

Ketika anak sudah melewati tiga tahapan mendengar, yakni deteksi, diskriminasi, dan identifikasi, maka orang tua dan anak akan menjalani tahapan keempat, yakni Komprehensi. Pada tahap ini, biasanya anak sudah memasuki usia sekolah. Oleh karena itu, target komprehensi dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan akademiknya.

Baca juga :  Daftar 1000 Kata Untuk Mengukur Jumlah Pemahaman

Tingkat kesulitan menggabungkan strategi AVT dalam mendukung akademik akan bertambah seiring meningkatnya kelas anak ketika bersekolah. Keterbatasan kosakata yang menjadi kendala anak sebaiknya dipahami orangtua. Di samping menambah kosakata yang berhubungan dengan teks akademik, orang tua memikirkan cara pengajaran sebuah materi pelajaran secara lebih sederhana dan lebih logis sehingga mudah di pahami. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua mulai mempersiapkan mental dan membuka pikiran terhadap alternatif metode pengajaran anak agar mudah menerima pelajaran. Misalnya, mencoba (trial) jarimatika di sebuah tempat les untuk memudahkan anak berhitung, jika cocok maka metode tersebut dapat dilanjutkan.

Contoh materi sederhana untuk target komprehensi Alkha pada usia 4 tahun adalah memahami deskripsi sebuah objek. Misalnya, Sapi dideskripsikan sebagai “binatang yang menghasilkan susu”. Atau harimau sebagai “binatang buas yang makan daging”. Kedua nama binatang tersebut muncul baik dalam materi terapi AVT di tempat terapi maupun materi sekolah PAUD.

Bagaimana jika sekarang anak sudah SD? Silakan Ayah dan Bunda yang lebih dahulu berpengalaman dapat membagikan tips nya pada kolom komentar di bawah.

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Tinggalkan Balasan