Press "Enter" to skip to content

Strategi Acoustic Highlighting

Last updated on Maret 11, 2020

Acoustic Highlighting adalah strategi auditory verbal therapy dengan menambahkan penekanan pada vokal di target kata. Target kata yang penting dapat berupa bunyi, kata, frasa, atau susunan gramatikal dalam kalimat (SPOK).¹

Acoustic Highlighting menggunakan suara ujaran untuk menekankan kosakata tertarget atau bunyi tertarget. Strategi ini berusaha membantu anak mempelajari sebuah bahasa. Strategi ini berusaha memancing perhatian anak pada kosakata atau bunyi yang paling ingin kita tekankan. Jika strategi ini digunakan untuk memperbaiki kemampuan wicara maupun bahasa, maka pastikan anak mengimitasi ujaran yang telah dibenarkan.

Cara Menggunakan Strategi Acoustic Highlighting

  1. Kita memberikan penekanan akustik dengan cara mengucapkan kosakata atau bunyi tertarget dengan keras, berbisik, dengan cepat, dan dengan lambat.
  2. Berhenti sejenak (strategi wait time) sebelum mengucapkan kosakata atau bunyi tertarget.

Strategi Acoustic Highlighting juga dapat dilakukan dalam kegiatan AVT di rumah. Dalam video berikut seorang ibu melakukan acoustic highlighting pada beberapa kata seperti:

Long-curly-hair ? (rambut keriting panjang?),
Can you make long-thin-mouth (Kamu bisa buat mulut tipis panjang?), Can you make little green ears? (Kami bisa buat telinga kecil yang warnanya hijau?)

Strategi ini merupakan salah satu dari banyak strategi dan teknik auditori verbal lainnya.

Sumber:
¹Fickenscher, Sherri, et all. 2016. Auditory Verbal Strategies to Build Listening and Spoken Language Skills. Dapat diunduh di sini.