Press "Enter" to skip to content

Jargoning

Last updated on Oktober 25, 2019

Jargoning adalah tahap perkembangan pra-bahasa, dimana seorang anak mulai mengimitasi rima, infleksi, intensitas dan kualitas dari bahasa keluarga si anak. Jargoning muncul pada usia 12-18 bulan. Jargoning merupakan tahap lanjutan dari tahapan mengoceh (bubling) yang terjadi pada usia yang lebih muda. Jargoning muncul sebagai upaya anak yang berusaha mengimitasi suara dari bahasa keluarga sehingga ucapannya masih belum dimengerti keluarga.

Bagaimana Merespon Jargon Anak?

Cara merespon jargon anak terbaik ialah dengan mengulang kembali keinginan anak dengan perkataan dan menebak apa yang kira-kira dia inginkan sebagai bentuk klarifkasi dari orangtua. Semoga saja anak akan mengoreksi kembali jika tebakan kita salah. Cara lain dalam merespon jargon anak ialah dengan mendorong anak untuk memperlihatkan apa yang sedang dia inginkan atau sedang ingin dia beritahukan pada kita. Terkadang orangtua memberikan respon berupa “ooh iya-iya” sembari mengangguk-angguk. Tetapi, jika anak sangat ingin memberi tahu pada kita tentang sesuatu maka hal itu akan membuatnya semakin frustasi.

Merespon jargon anak dengan menggunakan gambar-gambar dapat membantu anak untuk berkomunikasi secara rutin. Hal ini dapat kita lakukan melalui pengamatan sehari-hari. Ketika anak terus berusaha ingin mendapatkan sesuatu, kemudian berhasil, ambil momen tersebut dengan memfotonya aktivitasnya (kata kerja), atau bisa juga kita cetak gambar produk itu (kata benda). Hal ini akan membantu kita berkomunikasi dengan anak di kali lain.

Merespon jargon anak dengan membenarkan ucapan yang salah dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam beraktivitas. Misalnya o-i yang berarti roti atau pi-pi sebagai sapi. Pada tahap jargoning, orangtua harus fokus pada kemampuan komunikasi karena kita harus memahami bahwa anak baru memiliki usia kronologis sekitar 12-18 bulan. Terlalu memaksa anak untuk mengucapkan silabel secara benar akan membuat anak frustasi, dan justru menurunkan kemajuan berbahasa nya.

Sumber:

First Words for Parents Learing About Hearing Loss, JTC, 2014
www.teachmetotalk.com tentang Working Toward Intelegible Speech in Toddlers