Press "Enter" to skip to content

Bahasa Reseptif

Last updated on Desember 31, 2018

Bahasa Reseptif : seorang anak memahami perasaan, ide, dan pengalaman namun belum mampu mengungkapkan dan menggunakan bahasa tersebut pada kegiatan sehari-hari.

Kosakata reseptif ini membutuhkan repetisi (pengulangan) secara terus menerus sehingga anak memahami kapan dan bagaimana sebuah “kata baru” itu dapat digunakan. Setelah anak memahami makna “kata baru itu” dan mampu menggunakan nya, maka “kata baru” itu menjadi bahasa ekspresif.