Belajar Membedakan Benda Berukuran Besar dan Kecil

Belajar membedakan benda berukuran besar dan kecil merupakan critical elements yang dapat diajarkan kepada anak pada awal belajar mendengar dan berbicara. Banyak media yang kami pergunakan untuk belajar membedakan benda berukuran besar dan kecil. Di antaranya ialah (1) mainan hewan besar dan kecil, (2) mainan kereta api besar dan kecil, (3) boneka monyet besar dan boneka monyet kecil, (4) susu kotak besar dan susu kotak kecil, (5) bola-bola air, dan (6) papan tulis dan spidol untuk menggambar.

Setidaknya ada 6 media yang kami gunakan untuk mengajarkan kepada anak kata besar dan kata kecil. Sesuai dengan prinsip AVT, kegiatan berbeda dengan tema yang sama akan memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan kata yang ditarget dalam berbagai peristiwa. Anak akan mengingat setiap peristiwa sehingga anak yakin untuk menunjuk atau mengucapkan kata pada setiap instruksi yang dia dengar.

1. Mainan Hewan Besar dan Kecil

Mainan hewan besar dan kecil dapat mudah kita temukan di toko mainan sekitar rumah. Biasanya dijual dalam bentuk paket. Umumnya, setiap paket berisi binatang dengan ukuran yang sama. Nah, setidaknya kita harus membeli dua paket mainan binatang dan kemudian memilah binatang yang serupa bentuk dan warna nya. Setidaknya ada beberapa binatang yang dapat kita temukan di sini, yaitu: Sapi, Ayam, Bebek, Domba, Harimau, Jerapah, dan Gajah.

Untuk melakukan kegiatan ini, anak hendaknya sudah memahami nama setiap binatang. Setidaknya, beberapa binatang ternak seperti Sapi, Ayam, dan Bebek dapat lebih mudah anak pahami karena binatang-binatang ini ada di sekitar kita tinggal. Jika belum, ajak anak ke beberapa tempat yang menunjukkan binatang-binatang ternak ini berada.

Di waktu sore setelah mandi, kita buat permainan yang sederhana saja. Kita dudukkan anak untuk melihat dua Sapi yang sama bentuknya. Minta anak untuk menyamakan nya saja. Setelah setiap binatang disamakan, maka kita ajak anak untuk membedakan dua jenis Sapi ini. “Ini sapi, ini sapi. Sama. Yang ini Sapi Besar, yang ini Sapi Kecil”. Ketika kita melihat padaHirarki Keterampilan Berbahasa Anak, maka sebenarnya kita sedang mengajarkan kepada anak atribut dari sebuah benda.

2. Mainan Kereta Api Besar dan Kecil

Mainan kereta api besar dan kecil dapat mudah kita temukan juga di toko mainan sekitar rumah. Sama seperti pada mainan hewan besar dan kecil, kita buat permainan yang mengasyikkan. Misalnya, mainan kereta api kecil yang sudah bersambung rapi dan sedang ditarik-tarik anak, tiba-tiba ditabrak dengan mainan kereta api besar. Anak akan bersemangat mengikuti permainan dan kita dapat mulai mengajarkan kepada nya tentang kereta api besar dan kereta api kecil.

3. Boneka Monyet Besar dan Kecil

Boneka merupakan salah satu media yang dapat kita bawa kemana-mana. Pada artikel lain, kami sudah menulis artikel yang menjelaskan tentang kegunaan boneka pada terapi Auditori Verbal di rumah. Walau Alkha seorang anak laki-laki, namun boneka masih juga kami kenalkan. Karena boneka merupakan jenis mainan yang tidak menyakiti anak. Karena setiap hari anak melihat boneka, sosoknya menjadi dekat dengan anak. Boneka sering kali dipeluk, disuapi, ditendang, dilempar, dan sebagainya.

Jika memungkinkan, Ayah dan Bunda dapat mencari boneka yang sama dalam bentuk, tapi berbeda ukuran. Dengan demikian, kita memiliki banyak kesempatan untuk membandingkan boneka besar dan boneka kecil. Misalnya, “Alkha, Papa pinjam Monyet yang besar”. Ketika anak memberikan boneka yang kecil, maka kita bisa terus ajak anak untuk berkomunikasi, “Bukan ini. Yang itu, Monyet Besar”. Bila anak ngotot hanya mau memberikan Monyet Kecil, maka kita bisa memilih untuk mengikuti kemauan nya, “Yaudah, Papa monyet yang kecil. Alkha monyet yang besar”. Atau, kita terus buat anak tertantang dengan keinginan kita, “Ga mau, Papa mau nya Monyet Besar aja. Monyet Kecil buat Alkha, Monyet Besar buat Papa”

4. Susu Kotak Besar dan Kecil

Ketika anak melepaskan diri dari ASI dan belum bersedia minum susu botol, maka kita dapat mengenalkan susu kotak. Susu kotak yang menurut Mama Alkha terbaik ialah Susu Ultrajaya yang putih. Alkha dulu sempat mau meminum susu putih nya sebelum akhirnya memilih Susu Ultrajaya yang cokelat. Dulu, Alkha menghabiskan susu kotak berukuran 125mL satu karton (40 buah) dalam satu minggu. Harga yang mirip dengan konsumsi susu bubuk kalengan. Bedanya, susu kotak memudahkan kita ketika bepergian. Mengingat Alkha yang harus melakukan perjalanan cukup jauh untuk fitting Alat Bantu Dengar ke luar kota dan sebagainya.

Jika anak menyukai susu kotak ini, maka suatu ketika, kita bisa membeli susu kotak dengan bentuk yang sama, tapi dengan ukuran paling besar. Dari susu kotak ini, kita bisa juga mengenalkan susu kotak kecil dan susu kotak besar. Saking besarnya, bisa kita tambahkan ungkapan, “Susu Kotaknya Besar Sekali. Yang ini kecil”.

Beberapa anak membutuhkan benda dengan perbedaan ukuran nya cukup ekstrim hingga memori nya bersedia menerima informasi yang kita berikan. Selain susu kotak, Ayah dan Bunda bisa juga menggunakan botol promosi Yakult. Kami pernah menemukan botol promosi Yakult yang berukuran ekstra besar. Bisa kita gunakan pula dalam permainan Besar dan Kecil ini.

5. Bola-Bola Air

Bola-bola air sebenarnya adalah nutrisi atau pupuk yang biasa kita gunakan pada bagian bawah vas bunga atau vas tanaman berair. Bola-bola air yang berukuran butiran kecil akan membesar ketika terkena air hingga pada ukuran tertentu.

Kita membutuhkan dua kelompok bola air, bola air besar dan bola air kecil. Untuk itu, kita rendam sebagian bola air beberapa jam lebih awal daripada bola air kedua. Alhasil, kita mendapatkan 2 bola air yang berbeda ukuran. Nah, kita minta anak untuk menyendok atau menjumput atau mengambil dengan tangan, bola-bola air dan memisahkan antara yang besar dan kecil pada wadah yang berbeda. Dengan bermain bersama Orangtua, maka anak akan menikmati permainan ini.

6. Papan Tulis dan Spidol

Pada anak yang sudah cukup memahami gambar ilustrasi, kita dapat menggunakan papan tulis dan spidol. Kita dapat menggambar sebuah mobil yang besar di sebelah kanan, dan mobil yang kecil di sebelah kiri. Kita minta anak untuk memilih mana yang besar, mana yang kecil. Kita juga dapat membuat gambar bunga besar dan bunga kecil, kemudian meminta anak untuk memilih. Pada anak dengan kemampuan bahasa ekspresif yang lebih tinggi, dia akan meminta sebuah gambar benda, misalnya pesawat. Maka sebisa-bisanya lah kita menggambar pesawat. Bahkan jika terlampau jelek pun, kita bisa menganalogikan sebagai benda yang lain. “Seperti sendok, ya.” Hahaha.


Sudah ada enam ide yang dapat Ayah dan Bunda praktekkan di rumah. Perlu sekitar 1-2 minggu bagi Alkha untuk memahami kosakata besar dan kecil ini. Ketika kita terus menerus pergunakan kata ‘atribut’ besar dan kecil pada benda yang berikan, maka anak sedikit demi sedikit akan memahami. Selamat mencoba.

Boneka Sebagai Alternatif Modeling Anak Berbicara

Boneka merupakan mainan sepanjang masa setiap anak. Boneka bagi anak anak merupakan replika versi lucu dari sebuah benda atau makhluk hidup yang enak dipandang, berbahan halus, dan bernilai edukatif tinggi. Boneka dapat menjadi alternatif media belajar anak pengguna alat bantu dengar atau implan koklea yang sedang belajar mendengar dan berbicara. Boneka hanya mampu menjadi alternatif media karena modeling (memberi contoh) terbaik anak ialah orang dewasa atau saudara seusia yang memahami tata cara AVT di rumah, terutama teknik turn taking (bergiliran dalam berbicara). Perlu diketahui bahwa turn taking merupakan kemampuan komunikasi sosial yang mulai dipahami sejak anak berusia 10-12 bulan, lihat ISD.

Bila Bunda hanya berdua bersama anak, kami pikir keberadaan boneka cukup penting. Karena boneka menjadi sosok orang ketiga sebagai pengganti model berbicara. Dalam kegiatan AVT di klinik, biasanya Praktisi AVT dan Orangtua akan mengajari anak bagaimana turn taking (bergantian berbicara) ini berjalan. Dalam penerapan AVT di rumah; orangtua berlaku sebagai terapis, boneka menjadi sosok  yang diajari, sedangkan anak akan memperhatikan dan mencoba kita ikutsertakan dalam permainan. Ketika anak merebut giliran si boneka untuk melakukan suatu perintah, maka orangtua yang bertugas mengarahkan anak untuk menunggu giliran.

Boneka Tangan dan Boneka Utuh

Boneka tangan dan boneka utuh, menurut kami, kedua nya jika memungkinkan dapat dimiliki orangtua. Dulu, tahun 2017, kami tidak menemukan boneka tangan di toko mainan anak. Untung nya, kami menemukan Buku Turbo Racing yang memiliki bagian boneka tangan yang menempel pada sampul buku itu. Tahun 2019 ini, kami banyak menemukan boneka tangan di Surabaya. Boneka tangan yang mulutnya dapat dibuka-ditutup dapat digunakan untuk mengajarkan kepada anak agar anak mau membuka mulut nya ketika anak bersuara.

Boneka utuh merupakan boneka yang menyerupai bentuk aslinya. Untuk boneka jenis ini, kami memilih boneka monyet yang memiliki kepala, badan, tangan, kaki, mulut, hidung, dan telinga seperti manusia. Bahkan kami memiliki dua boneka monyet dengan bentuk yang sama hanya berbeda ukuran untuk mengajarkan konsep ukuran pada anak.

Boneka Monyet Kecil dan Boneka Monyet Besar

Kelebihan Boneka Dibandingkan Orang-Orangan Plastik

Boneka memiliki kelebihan dibandingkan mainan sejenis dari bahan plastik. Diantaranya ialah:

  1. Tidak menyakiti anak jika diusap di kulit anak.
  2. Tidak menyakiti tangan dan kaki anak ketika dipukul atau tertendang.
  3. Mudah dipeluk dan mudah dipelukkan.
  4. Mudah dibentuk (salaman, dadah, kiss bye, dll)

Boneka Sebagai Alternatif Modeling Anak Berbicara

1. Bermain Turn Taking

Turn Taking merupakan kegiatan saling bergantian menjalankan tugas atau instruksi orangtua ketika menjalankan terapi AVT di rumah. Terutama AVT dalam bentuk testing. Karena testing membutuhkan peran aktif anak, maka kita harus mampu mengelola sifat moody (tergantung suasana) hingga anak mampu memahami jadwal harian.

Ketika orangtua akan mengajarkan anak beberapa kosakata baru atau critical elements dengan menggunakan 2-4 buah benda, kadang anak tidak cukup tertarik pada mula nya, maka kita bisa menggunakan boneka sebagai pengganti si anak untuk melaksanakan instruksi tersebut. Misalnya ketika mengajarkan kosakata baru, “Monyet, ambil mobil dan motor (dari 3 benda, yakni mobil, motor, pesawat).

2. Modeling Berbicara Verbal dan Modeling Kerja

Boneka juga bisa digunakan sebagai model anak dalam menjawab pertanyaan verbal dan modeling reaksi dari instruksi. Misalnya:

  • Pengajaran 1 Kata Kerja: “Monyet sudah makan?
  • Memperluas Kosakata (memilih dari 2 benda): “Monyet mau makan nasi atau mie?”
  • Memodelkan reaksi dari instruksi 2 benda: “Monyet ambil piring dan sendok nya”.

3. Sparring Partner, Pemicu Semangat Anak

Boneka dapat menjadi sparring partner ketika tidak ada anak lain yang cukup memahami tata cara bergantian (turn taking). Setelah boneka monyet berhasil dalam 1 kali permainan, maka kita tawarkan kepada anak untuk ikut bermain. Kita bangkitkan rasa penasaran anak sehingga anak tidak mau kalah dengan si monyet. Biasanya, jika kita cukup baik membawakan kegiatan, maka pada percobaan ke 3-4 bersama si monyet, maka anak akan bersedia ikut bermain dan menunggu giliran.

Bagaimana Ayah dan Bunda, sudah punya bayangan bagaimana memainkan boneka sebagai alternatif modeling anak berbicara? Ayah dan Bunda bisa memberi komentar di bawah jika menemukan ide lain nya.

Tips AVT – Mulailah Dengan Membuat Anak Tertawa

Ada kalanya ketika kita merasa sulit untuk memulai terapi AVT di rumah, sedangkan jawaban dari setiap orangtua berbeda-beda antara satu dengan yang lain, maka hal ini membuat kita menjadi semakin bimbang dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Benar atau tidak ya? Pernak-pernik dalam kegiatan AVT di klinik kadang membuat kita resah. Jika itu terjadi, maka Ayah dan Bunda lakukan kegiatan yang dianjurkan fanpage Let’s Play The Speech and Language Way ini. Kita cukup memulai terapi di rumah dengan cara membuat anak tertawa. Setiap orangtua pasti memiliki cara masing-masing untuk membuat anak tertawa.

Membuat Anak Tertawa

Membuat anak tertawa merupakan tahap awal dari memulai komunikasi antara orangtua dengan anak. Tertawa akan mencairkan suasana dan anak akan lebih mudah menerima informasi apapun ketika mereka memperhatikan orang yang bisa membuat nya tertawa.

Seorang ayah bertanya kepada kami bahwa dia merasa tidak mampu mengajari anak nya di rumah. Jadi kami bertanya, “Kira-kira, kegiatan apa yang bisa membuat dia tertawa?”. Si Ayah kemudian mencoba bernyanyi dengan bahasa nya sendiri kemudian mata anak mulai melihat sang Ayah. Jadi, saya katakan kepadanya, “Mulai saja dari situ saja!”.

Let’s Play The Speech and Language Way

Lakukan Langkah ABC

Membuat anak tertawa merupakan salah satu metode dari langkah pertama dalam Langkah ABC (John Tracy Clinic, 2015). Apa saja Langkah ABC itu? A adalah Attention (Atensi/ Perhatian), B adalah Books (buku cerita anak), C adalah Conversation (percakapan).

Atensi (Perhatian)

Atensi dapat kita ciptakan dengan menimbulkan rasa penasaran dengan apa yang terjadi antara orangtua dengan anak. Hal itu dapat kita bangun dengan memberikan aktivitas atau tingkah laku yang dapat membuat anak tertawa. Kita bisa bernyanyi bersama dan memberikan anak kesempatan untuk merespon nyanyian itu. Beberapa lagu yang terkenal ala Indonesia ialah Pok Ame-Ame, Cicak-Cicak Di Dinding, Nina Bobok, dan sebagainya.

Menggunakan Facial Cues juga bisa digunakan pada anak-anak yang masih kecil. Membuat bentuk-bentuk wajah, alis, mulut yang unik sehingga anak bisa tertawa. Misalnya, coba Ayah membuat beberapa perbedaan raut wajah antara senyum, terkejut, sedih setiap kali sebuah buku ditutupkan ke wajah Ayah sendiri. Walaupun bagi orang dewasa kegiatan itu tidak lucu, tetapi bagi anak bisa menjadi hal yang sangat keren. Ketika atensi anak sudah kita dapatkan, maka kita bisa ajak mereka mulai belajar mendengar dan berbicara.

Books (Buku Cerita Anak)

Buku cerita yang penuh gambar dapat membuat anak tertarik untuk memperhatikan. Pilih buku sesuai dengan minat dan usia anak. Bayi mungkin menyukai buku dengan banyak bulu dan tekstur, sedangkan batita (bawah tiga tahun) menyukai buku yang memiliki banyak bagian yang bisa dibuka, digeser, dan diputar. Balita mungkin bisa diajak mendeskripsikan gambar, menebak apa yang dapat terjadi (pengandaian), menyebutkan karakter yang ada dalam sebuah buku, dan bercerita tentang isi buku sesuai dengan kemampuan nya. Mengenalkan anak dengan buku sangat banyak manfaatnya bagi anak.

Membaca buku dengan variasi nada akan membuat mendengar-melalui-buku menjadi hal yang dinantikan anak setiap sore. Coba lakukan perubahan pitch sambil menunjuk pada karakter tertentu. Misalnya karakter orang gemuk dengan suara berat / pitch rendah / frekuensi rendah, sedangkan karakter binatang kecil dengan suara melengking / pitch tinggi / frekuensi tinggi.

Buku mengenai situasi lingkungan bisa juga dideskripsikan dengan nada-nada yang berbeda pula, seperti buku Busy Railway dari Penerbit Campbell. Ketika kita menemukan sebuah kereta api yang berjalan, kita bisa dengungkan suara lokomotif yang bergerak, “Uuuuuuu”, sambil menarik bagian kereta yang dapat ditarik. Ketika ada kereta api datang, kita bisa turunkan palang kereta api dengan setengah berteriak, “Awasss!! Ada kereta api datang!!”. Pilihan buku yang tepat dapat membantu orangtua supaya tidak kehabisan ide untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi antara orangtua kepada anak.

Conversation

Conversation atau percakapan dapat dimulai dengan topik tentang apa yang sedang ayah dan bunda sedang lakukan; ketika pergi keluar rumah, kita bisa ceritakan tentang apa yang kira-kira dapat kita temukan di lokasi tujuan; kita juga dapat menceritakan kepada nya, kenapa kita harus melakukan beberapa rutinitas setiap hari.

Untuk anak batita, kita bisa pergunakan hand cue dan strategi take turn sehingga anak mencoba memberikan respon kepada orangtua ketika melihat mainan baru. Selain itu, kita bisa mengenalkan kosakata yang termasuk dalam Sound-Object Associations sehingga batita dapat melakukan percakapan kepada orangtua.

Jadi tidak salah ketika orangtua adalah terapis terbaik bagi anak. Karena orangtua mengerti bagaimana cara membuat anak tertawa, orangtua dapat memahami bahasa anak, mengetahui cara menangani diri nya ketika marah. Jadi kita lakukan hal yang pertama dan sederhana yakni selalu membuat anak tertawa selama belajar mendengar dan berbicara. Selamat mencoba…!!!

Sumber:
FB Fanpage Let’s Play: The Speech-and-Language Way

John Tracy Clinic Module 2015

Meningkatkan Kosakata Anak Dengan Masak Bersama

Meningkatkan kualitas kosakata anak dapat dilakukan dengan dengan berbagai cara. Dan kegiatan tersebut akan semakin mengasyikkan jika digabungkan dengan kegiatan yang disenangi orangtua nya. Salah satu cara yang Mama Alkha paling suka ialah memasak bersama anak. Bisa memasak nugget, telur dadar, orak-arik dan lain-lain. Kali ini, Mama Alkha ingin berbagi resep kue gulung sederhana untuk meningkatkan kosakata anak dengan masak bersama.

Mengembangkan Kualitas Kosakata Anak

Harus diakui bahwa menambah kosakata anak dengan gangguan pendengaran pada awal kali belajar terapi auditory verbal merupakan kegiatan yang melelahkan dan seolah-olah tidak terlihat hasil nya. Nah, kami cukup sering menyarankan kepada orangtua untuk menulis, mendaftar, dan menghitung kosakata sehingga sedikit demi sedikit akan terlihat kemajuan si anak. Bagi anak-anak yang sudah mau diajak berkomunikasi sederhana seperti Alkha (saat ini sudah menjalani terapi AVT rutin 2,5 tahun), maka yang dapat kami lakukan ialah mengembangkan kosakata yang sudah dia miliki.

Jika kita belajar bahasa, ada yang disebut kata umum dan kata khusus. Kata umum dapat bermakna luas, sedangkan kata khusus bermakna sempit. Contoh kata umum ialah Memasak, kata khusus nya ialah menggoreng (nugget), merebus (air), menanak (nasi), membumbui (sayuran), menguleg (sambal), mengulen (adonan padat), memblender (buah), memixer (adonan cair) merupakan kata-kata khusus nya. Kualitas kosakata tidak dapat serta merta dapat dipahami anak jika orangtua tidak dengan sengaja mengajarinya dalam beberapa kesempatan. Jika Papa Alkha senang mengembangkan kualitas kosakata pada hal-hal yang kelaki-lakian, misalnya mobil, peralatan tukang; maka Mama Alkha lebih menyukai untuk meningkatkan kosakata anak dengan masak bersama.

Memasak Kue Gulung Bersama Anak

Memasak merupakan kegiatan yang dulu sangat disenangi Mama Alkha sebelum fokus kepada terapi AVT. Saat ini, Mama Alkha sedang tertarik dengan menu diet keto yang sehat, enak, dan murah; sedangkan Alkha yang berada pada usia intuitif (4 tahun ke atas) sangat senang untuk mengeksplorasi banyak benda mekanis, termasuk peralatan yang ada di dapur. Dua hal ini ketika dikombinasikan akan menjadi kegiatan AVT yang menyenangkan. Banyak resep sederhana yang bisa dilakukan bersama anak. Jika Papa Alkha baru bisa mengajarkan resep memasak mie rebus (haha); maka Mama Alkha memilih memasak kue gulung bersama anak.

Kali ini, kue gulung yang akan dibuat membutuhkan peralatan dan bahan berupa:

Alat Memasak:
1 buah Cooper Merk Mitochiba
1 buah loyang
2 lembar kertas roti
2 buah sendok
1 parutan keju

Bahan Masakan:
Cream cheese merk Arla
Keju merk apa saja
Gula Diabetasol
Nutrigel Coklat
Dark Coklat Bubuk Merk Java

Meningkatkan Kosakata Anak Dengan Masak Bersama

Meningkatkan Kosakata Anak Dengan Masak Bersama

Kosakata apa yang bisa kita gunakan pada kegiatan memasak bersama anak? Beragam kata benda yang sebagian jarang diucapkan sehari-hari, misalnya cooper / blender / mixer, loyang, oven listrik, adonan, keju, nutrijel, coklat, gula. Kata kerja seperti berputar, tekan, aduk-aduk, coba, buka, campur, tambahkan, angkat, masukkan, diparut, awas, hati-hati. Kata sifat seperti berisik, rata, halus (tekstur), enak, encer, panas. Preposisi seperti di atas, di bawah, ke dalam. Dan masih banyak lagi kosakata bahasa reseptif yang bisa didengar anak selama proses memasak kue gulung ini berlangsung.

Tips AVT Mama Alkha

Sadar, Sabar dan Senang

Memasak bersama anak harus dilakukan dengan penuh kesadaran, kesabaran dan kesenangan. Sadar bahwa anak-anak dengan gangguan pendengaran masih memiliki keterbatasan kosakata. Selain itu, kita harus sabar ketika ada sesuatu yang tertumpah dan tercecer. Karena bisa jadi anak masih belum mampu mengendalikan otot-otot dengan sempurna. Beberapa di antara mereka masih kesulitan menggambar coretan melingkar, kesulitan menggunting, kesulitan menjepit benda kecil. Orangtua juga harus belajar senang ketika mengajari anak, terutama bagi ibu-ibu muda yang masih ingin pacaran setelah menikah. Oleh karena itu, kita siasati dengan membuat kegiatan sesuai hobi yang disukai.

Gunakan Paralel Talk

Kegiatan memasak mudah dipahami anak karena mereka belajar secara visual dan taktil. Mereka melihat sesuatu dan mengerjakan sesuatu dengan didampingi seorang Mama tak lelah memberi tahu kegiatan yang sedang dia kerjakan. Hal ini adalah salah satu strategi AVT paling populer yakni Paralel Talk.

Berikan Afeksi

Berikan penghargaan kepada anak karena telah membantu orangtua memasak. Hal ini akan semakin meningkatkan kepercayaan diri mereka. Pada akhirnya, kegiatan AVT menjadi lebih mudah karena anak mendapatkan timbal balik atas perbuatan baik yang sudah dilakukan.

Belajar Memahami Frasa Lebih Tinggi

Belajar memahami frasa lebih tinggi merupakan salah satu dari banyak frasa superlatif. Frasa superlatif lainnya yang lazim didengar anak ialah, lebih besar, lebih gemuk, lebih berat, lebih kasar, dan lain-lain.

Kali ini kita membahas tentang frasa lebih tinggi. Kami membayangkan cara pengajaran yang sederhana dengan menggunakan perbandingan antara satu benda dengan lainnya. Dari sana bisa dianalisis dengan sederhana, mana yang lebih tinggi di antara kedua benda. Dan jika lebih dari dua benda, maka kita bisa melakukan pengurutan.

Kami melakukan pencarian melalui pinterest dan google search. Voila, ketemu deh. Sebuah website yang membagikan material kertas siap cetak (printable sheet) sebagai alat untuk mengukur tinggi badan. Nantinya, kita bisa tempel foto atau nama dari Ayah, Bunda, Anak, Kakak, Adik, bahkan boneka kesayangan pun bisa kita ukur tinggi badan nya.

Langsung kita cek website sparklebox.co.uk ya…

Belajar Memahami Frasa Lebih Tinggi

Setelah bermain ukur tinggi badan, maka di waktu yang akan datang, kita bisa mulai melakukan tanya jawab dengan anak.

Beberapa pertanyaan yang bisa kita gunakan, misalnya:

  1. Siapa yang paling tinggi, Papa atau Alkha?
  2. Lebih tinggi Papa atau lebih tinggi Alkha?
  3. Coba diurutkan dari yang paling tinggi. Papa, Mama, Alkha, dan seterus nya.

Cetak, Potong, Tempel

Kegiatan cetak, potong, dan tempel adalah kegiatan yang sangat disukai anak-anak.

  1. Pilih karakter ukuran tinggi badan.
  2. Unduh file dokumen nya, buka melalui software PDF, kemudian cari menu print (cetak).
  3. Pastikan printer mencetak tanpa pembesaran (scaling bernilai nol). Jika sudah, tekan tombol print (cetak). Mudah kan?
  4. Pada kertas yang bertulisan cut (potong), Ayah dan Bunda silakan potong.
  5. Nanti kita lem ke atas bagian yang lain hingga sepanjang 160 cm.
  6. Mudah kan?

Oke, sekarang waktunya Ayah dan Bunda untuk mencoba di rumah. Karena kami sudah lho…. 😀