Press "Enter" to skip to content

Tahapan Perilaku Anak dalam Menggunakan Alat Bantu Dengar

Last updated on September 27, 2019

Tahapan perilaku anak dalam menggunakan alat bantu dengar sangat tergantung dengan usia nya. Anak yang masih bayi ketika menggunakan alat bantu dengar, tentu lebih banyak tidur. Sedangkan anak yang sedang belajar menarik, akan sering tidak sengaja melepas ABD. Ayah dan Bunda pasti penasaran apakah sudah ada studi tentang perilaku anak yang menggunakan alat bantu dengar? Penelitian dari Anderson dan Madell melalui pendanaan perusahaan Alat Bantu Dengar Merk Oticon mengungkap beberapa hal ini.

Perilaku Balita 0-3 Bulan Ketika Menggunakan Alat Bantu Dengar

Ketika seorang bayi mungil sedang menginginkan sesuatu, mampu mendengar suara Bunda yang datang menghampiri akan membangun rasa aman. Alat bantu dengar akan membantu bayi menciptakan rasa aman. Bayi bawah 6 bulan belum menggunakan tangannya secara aktif sehingga apabila alat bantu dengar yang dia gunakan itu terlepas, maka sebenarnya dia tidak sengaja saja. Baterai alat bantu dengar yang kecil rawan menjadi mainan bagi anak-anak, baik bagi si bayi atau bagi si kakak. Oleh karena itu, sejak dini kita harus memastikan kondisi rumah baterai alat bantu dengar selalu dalam keadaan tertutup. Bayi dapat kita pakaikan alat bantu dengar walau sedang tidur sekalipun. Tantangan nya ada pada keringat yang bisa jadi mengembun di dalam selang earmold sehingga menutupi suara yang dihasilkan alat bantu dengar.

Tips:

  • Pada bayi yang baru lahir, earmold dapat berubah dalam hitungan minggu. JANGAN MENUNGGU! Selalu ganti earmold dengan yang baru ketika alat bantu dengar mulai mengalami feedback atau mulai mudah terlepas dari kanal telinga nya. Coba tanya hearing center tentang penggunaan Comply™ Soft Wraps untuk membuat alat bantu dengar tetap berada di telinga anak sementara menunggu jadwal waktu pembuatan earmold.
  • Untuk menjaga alat bantu dengar tetap kering, Bunda dapat menggunakan pengering manual dan pengering elektrik. Letakkan pengering tersebut di tempat yang mudah ditemukan. Misalnya, taruh pengering di dekat rak popok bayi, sehingga kita bisa memasang maupun melepas ABD dengan cepat dan mudah.

Perilaku Balita 4-6 Bulan Ketika Menggunakan Alat Bantu Dengar

Pada usia ini, bayi mulai mencari sumber suara. Misalnya suara ayah dari samping dengan bayi sedang Bunda gendong. Bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk mengambil benda-benda di sekitar mereka kemudian memasukkan nya ke dalam mulut. Mengunci rumah baterai SANGAT PENTING untuk kita perhatikan. Baterai yang kecil itu menjadi benda yang berbahaya bila tertelan.

Tips:

  • Aksesoris pengaman alat bantu dengar akan sangat membantu orangtua untuk menjaga bayi agar tidak memakan ABD ketika terlepas dari telinga. Aksesoris ini harus tidak menggunakan material yang tajam dan tidak menyerap keringat sehingga berpotensi melukai kulit bayi.
  • Aksesoris pengaman alat bantu dengar dapat membantu menjaga ABD tidak terkena cipratan makanan pendamping ASI karena bayi sedang belajar memakan makanan padat.

Perilaku Bayi 6-9 Bulan Ketika Menggunakan Alat Bantu Dengar

Bayi 6-9 bulan sudah mampu menemukan kaki dan aktif menggunakan tangan. Termasuk memainkan area telinga. Bayi mungkin sering tidak sengaja melepas ABD dengan tangan mereka.

Tips:

  • Menggunakan earmolds yang ketat akan membantu mencegah bayi dari melepas ABD dari telinga yang masih berkembang itu.

Perilaku Bayi 9-12 Bulan Ketika Menggunakan Alat Bantu Dengar

Bayi pada usia 9 bulan sedang senang dengan kemampuan baru nya untuk menarik, mencengkeram, dan mendorong. Bayi mungkin akan melepas topi, berusaha melepas kaos kaki dan kaos tangan. Bayi juga mulai menikmati menarik ABD. Ketika dia menarik ABD dan tersenyum, mungkin dia ingin berkata, “ABD ku pakai, aku bisa dengar suara Mama!”. Sebenarnya dia sedang ingin mengajar bermain dengan pengasuhnya.

Tips:

  • Jika bayi menarik ABD dan tersenyum, maka alihkan perhatian dengan bermain semacam cilukba tanpa melibatkan ABD nya.
  • Hindari menggelengkan kepala kepada bayi yang memainkan ABD nya karena dia tidak sengaja melepas nya. Dia sedang berlatih mendengar suara-suara.

Perilaku Balita 12-18 Bulan Ketika Menggunakan Alat Bantu Dengar

Sekitar awal usia 12 bulan, kebanyakan anak mulai berlatih bagaimana cara untuk berjalan dan mencoba untuk berbicara. Bunda sedang menunggu langkah pertama dan kosakata pertama yang mampu dicapainya!.

Pada usia ini bayi terlihat dapat melakukan banyak hal. Hal yang paling menantang bagi orangtua adalah munculnya tempramental anak. Sifat ini akan memberikan dampak yang besar mulai usia ini hingga kanak-kanak. Bayi yang kecil banyak tidur, lebih terjadwal, dan mudah untuk ditenangkan ketika bayi sedang tidak senang. Tetapi pada usia yang lebih besar dan lebih aktif, mereka lebih sulit untuk ditenangkan tanpa mengganggu alat bantu dengar nya. Ketika bayi marah, pastikan agar mereka tidak fokus untuk berusaha melepas alat bantu dengar agar mendapatkan perhatian dari Ayah dan Bunda!

Baca juga :  Pertanyaan Orangtua Tentang Implan Koklea Pada Anak

Tips:

  • Ketika bayi mulai mampu melepaskan ABD, maka mengajari anak agar hanya orang dewasa yang melepas nya adalah hal yang penting. ABD harus digunakan selama anak terbangun (waking hours) karena penting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan perkembangan sosial nya.

Pada usia sekitar 12-18 bulan

Pada usia ini, Balita mulai mengeksplorasi banyak benda sendirian. Keinginan diri nya menguat. Balita terlihat bisa melakukan apa saja. Sangat wajar balita usia ini suka melepas ABD nya. Balita sedang berada pada fase di mana dia sedang mencoba keterampilan baru, mencoba menjajaki lingkungan, dan mencoba nya melalui bermacam cara. Ayah dan Bunda harus mulai meneliti, kapan balita melepas ABD nya. Apakah memang kemampuan baru nya? Atau balita sedang membutuhkan perhatian dari Ayah dan Bunda? Apakah balita ingin kita melakukan sesuatu yang lucu seperti terakhir dia melepas ABD nya?

Respon orangtua adalah KUNCI. Ketika balita melepas ABD nya, selalu kontrol ekspresi wajah Ayah dan Bunda. Gunakan ekspresi yang natural, dengan gelengan kepala misalnya. Tetapi juga jangan gunakan ekspresi wajah marah juga, karena kita tidak menginginkan balita menghubungkan ABD dengan ekspresi wajah marah. Bisa jadi mereka malah tidak menyukai ABD nya di kemudian hari.

Tips:

  • Tempramental anak semakin membesar pada usia ini. Jika kita sedang menenangkan anak, maka jangan biarkan mereka fokus pada bagaimana cara balita melepas ABD untuk mendapatkan perhatian Ayah dan Bunda. Menggunakan ABD adalah keharusan. Tidak dapat ditawar-tawar.

Perilaku Balita 20-24 Bulan Ketika Menggunakan Alat Bantu Dengar

Sekitar usia 20 bulan, seorang anak mulai belajar melepas pakaian. Entah itu topi, kaos tangan, pita, kacamata khusus, dll; termasuk alat bantu dengar. Balita melepas apa saja yang menempel pada tubuh nya bukan karena tidak menginginkan nya, tetapi karena mereka sedang pada fase melatih kemampuan melepas benda dari tubuh. Ayah dan Bunda membutuhkan waktu ekstra dan kesabaran yang lebih ketika anak berada pada fase ini.

Segera setelah dia selesai bermain melepaskan benda, beri penghargaan kepada balita kemudian pasang kembali ABD nya dan benda-benda lain dengan baik (topi, pita). Kemampuan baru ini baru dapat hilang ketika balita sedang belajar kemampuan kemandirian. Ayah dan Bunda harus bersabar.

Tips:

  • Tidak dapat ditawar-tawar: Teguhkan pendirian! Balita harus belajar bahwa menggunakan ABD tidak dapat ditawar.
  • Kecuali kita menemukan bahwa dia sedang kesakitan (contohnya: infeksi telinga, ABD rusak, earmold sobek, dll). Selalu pastikan hal tersebut!!
  • Pada earmold yang rusak, biasanya setelah kita ganti dengan yang lebih baru, maka kebiasaan melepas ABD menghilang.
  • Kita harus menunggu marahnya si anak lewat. Kita menunggu dengan sabar dan tenang dengan ekspresi wajah yang tenang sambil memegangi Alat Bantu Dengar yang barusan terjatuh. Jika anak capek, atau tertawa, pasang kembali Alat Bantu Dengar nya kemudian alihkan ke hal-hal menarik lain nya.
  • Selama periode suka menarik-narik ini, aksesori ABD (kids clips) berupa tali ABD yang sudah kita miliki dalam pembelian alat, mungkin kurang pas untuk tetap digunakan pada saat ini. Beberapa keluarga punya strategi lain agar anaknya tetap menggunakan Alat bantu dengar. Bisa ditiru juga lho.
  • Misalnya, penggunaan selotip untuk menjaga alat bantu dengar tetap di telinga, atau menggunakan tutup kepala untuk beberapa minggu mungkin bisa membantu orangtua dan anak melewati tahap usia ini.

Perilaku Anak 2 Tahun dalam Menggunakan Alat Bantu Dengar

Anak usia 2 tahun dapat menentang “hanya Mama yang boleh lepas ABD ini” kemudian menunjukkan mereka mampu dengan cara melepas ABD sendiri. Orangtua harus meneruskan pemahaman kepada anak bahwa menggunakan ABD dan memasang dan melepas ABD tidak dapat dinegosiasikan.

Pada usia 2 tahun, orangtua bisa mulai mengubah kebiasaan anak dari melepas paksa ABD nya sendiri dengan meminta bantuan kepada orangtua. Misalnya, “Tolong lepas alat!”. Hal ini akan memberikan kita sebuah kesempatan untuk bertanya kepada anak, mengapa alat bantu dengar nya ingin dilepas?

  • Apakah terlalu berisik? Jika iya, kita dapat memberi model dengan mengibas-ibaskan tangan tanda berisik.
  • Apakah anak capek? Jika iya, kita bisa ajarkan kepada anak untuk meletakkan alat bantu dengar ke dalam pengering manual (dry kit) sebelum tidur siang.
  • Apakah anak ingin diperhatikan saja?
    • Coba dengarkan anak beberapa menit untuk melihat apakah dia sedang ingin diperhatikan. Jika ABD terlepas, coba ajari anak untuk memasang sendiri. (Keterampilan seorang anak untuk memasang Alat Bantu Dengar ke telinga secara mandiri seharusnya sudah dikuasai pada usia 3 tahun. Anderson & Madell, 2012).
    • Coba tawari anak untuk kita bacakan buku untuk mengisi perhatian nya.
Baca juga :  Tips Agar Anak Mau Menggunakan Alat Bantu Dengar

Tips:

  • “Memberikan istirahat mendengar” dengan tidak menggunakan alat bantu dengar atau implan koklea selama satu jam, pagi hari, satu hari, pada akhir minggu saja, hanya akan membuat anak semakin tertinggal dalam mengembangkan kemampuan otak untuk memproses bunyi ujaran dan suara secara efektif.
  • Kecuali kita menemukan bahwa si anak sedang kesakitan, PASTIKAN alat bantu dengar terpasang dan menyala di telinga nya selama mungkin. Ada istilah unik bahwa, “Berhenti memakai ABD tidak boleh lebih lama daripada memakan biskuit”. 
  • Melihat anak ketika melepas atau membuang alat pendengaran adalah sebuah tantangan yang dihadapi orangtua. Memberikan respon konsisten (tanggapan yang sama persis) dengan meminta kembali alat bantu dengar yang dijatuhkan. Si anak tidak akan mendapatkan hadiah (reward) apapun jika hal itu tidak dilakukan. Termasuk senyuman orangtua, tangisan orangtua, kemarahan orangtua. Kita gunakan ekspresi wajah yang biasa saja sehingga anak tidak memahami kondisi hati kita yang sebenarnya. 

Perilaku Anak 3 Tahun dalam Menggunakan Alat Bantu Dengar

Anak usia 3 tahun ingin memahami bagaimana sebuah mesin bekerja. Anak pada usia ini, walaupun tidak semua, jika dibiarkan sendirian, maka dia anak melepas alat bantu dengar dan membongkar bagian-bagian nya. Membuat nya memahami alat bantu dengar yang digunakan nya dapat menjadi langkah yang baik pada usia ini.

Tips:

  • Pada sebuah pagi, kita bisa mengajari anak untuk menyebutkan masing-masing bagian dari alat bantu dengar itu dan bagaimana alat bantu dengar itu bekerja.
  • Selain kita mengajarkan kerja alat bantu dengar, menerangkan bahwa menggunakan ABD sepanjang hari agar dapat mendengar orang lain berbicara adalah hal yang penting.
  • Menekankan pada anak bahwa menjaga alat bantu dengar dan tidak melepasnya ketika tidak tidur merupakan hal yang penting.
  • Dengan memberikan pemahaman kepada anak maka diharapkan dia tidak memiliki kebiasaan buruk karena telah memahami dengan jelas aturan main dalam menggunakan ABD dalam segala situasi.

Perilaku Anak 4 Tahun dalam Menggunakan Alat Bantu Dengar

Pada usia 4-5 tahun, anak mulai belajar tentang sikap anak yang lain dan dia belajar untuk mendapatkan teman. Selain itu, mereka menjadi lebih fashionable, atau penasaran dalam berpenampilan, termasuk dalam pewarnaan casing ABD maupun warna earmolds atau aksesoris implan koklea.

Tips:

  • Biasanya hal ini berjalan lancar jika anak kita, yang disekolahkan di PAUD atau TK, memberikan waktu untuk menjelaskan di kelas (Misalnya: yuk, dengarkan tentang cerita tentang alat bantu dengar atau implan koklea). Anak-anak akan lebih mudah mengerti dan memahami apa fungsi alat bantu dengar sehingga tidak akan bertanya terlalu banyak kepada anak kita sedang dititipkan di sekolah. Hal ini akan berdampak pada penerimaan alat bantu dengar menjadi lebih positif, baik bagi anak maupun bagi kelas.
  • Jika anak sedang penasaran dengan menghias alat bantu dengar, maka sebaiknya berikan kesempatan kepada anak untuk memilih warna earmolds atau gambar stiker yang dia inginkan. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri nya dan menambah citra positif ketika anak menggunakan alat bantu dengar. ABD yang sesuai dengan keinginan nya dapat mengubah sesuatu yang ‘berbeda’ menjadi cute atau keren yang membuat anak lebih cantik atau bergaya.
  • Banyak orang akan bertanya kepada anak tentang alat bantu dengar atau implan koklea yang digunakannya, dalam artian bertanya ya, bukan bermaksud meremehkan. Jadi, bantulah anak untuk berlatih menjawab pertanyaan tentang alat bantu dengar atau implan koklea yang digunakan. Kita dan anak adalah ambasador informasi yang baik bagi orang lain yang belum memahami tentang gangguan pendengaran dan bahwa alat bantu dengar adalah komputer mini yang canggih.
  • Berdasarkan penuturan Tim Kasoem, keterampilan memasang baterai implan koklea sudah mulai dikuasai anak pada usia 4 tahun. Jika sekarang belum, saat nya mengajari!

Artikel tahapan perilaku anak dalam menggunakan alat bantu dengar diterjemahkan secara bebas dari sumber tunggal. Untuk informasi akademik, sebaiknya menggunakan sitasi dari sumber

Sumber:

Karen L. Anderson, PhD & Jane R. Madell, PhD. Keeping Hearing Devices on Young Children by Oticon. Dengan tautan pengunduhan di www.oticon.com

Pos Sebelumnya

Tinggalkan Balasan