Press "Enter" to skip to content

Cara Belajar Naik Sepeda Roda Dua Untuk Anak

Last updated on Oktober 9, 2019

Kemampuan naik sepeda tanpa roda bantu merupakan salah satu keterampilan yang ingin Papa Alkha ajarkan sejak dini. Kemampuan naik sepeda membutuhkan koordinasi banyak organ tubuh, diantaranya organ vestibular sebagai pengatur keseimbangan, yang berdasarkan anatomi telinga berada di dekat rumah siput; organ mata untuk melihat kondisi medan dan memperkirakan jarak; kekuatan tangan untuk memegang stang; kekuatan kaki untuk mengayuh; dan koordinasi antar organ untuk menggowes pedal sepeda. Oleh karena itu, kali ini kami membuat sebuah artikel yang membahas tentang cara belajar naik sepeda roda dua untuk anak-anak dengan fokus pada keseimbangan nya terlebih dahulu.

Belajarlah dari Kesalahan dalam Mengenalkan Sepeda kepada Anak.

Kesalahan Pertama: Kaki belum menapak ke lantai

Kali pertama kami mengenalkan Alkha dengan sepeda ialah saat dia berusia 2,5 tahun. Sepeda yang kami berikan berukuran paling kecil yakni 12,5 Inchi. Pun demikian, kedua kaki nya belum terlalu panjang untuk mampu menapak di lantai. Yang dapat dilakukan nya ialah menggowes sekuat nya agar sepeda dapat melaju dengan bantuan roda bantu di kedua sisi roda sepeda bagian belakang.

Bahaya yang mungkin ditimbulkan jika bersepeda dengan si anak tidak menapakkan kaki ke lantai adalah jika sepeda terjatuh. Anak tidak memiliki kesempatan untuk menopang sepeda. Bisa terjadi trauma psikis sehingga anak takut untuk bersepeda untuk sementara.

Kesalahan Kedua: Terlalu awal untuk fokus pada kekuatan kaki

Untuk membantu nya memahami putaran roda, maka kami mengganti gir pada roda belakang dari standar pabrik tipe freewheel menjadi fix gear. Memori otot kaki anak dipaksa untuk belajar memutar pedal walaupun lebih berat. Dengan mendorong maju sadel sepeda saja, maka kaki anak nya akan turut serta berputar mengikuti arah putaran roda. Hal ini membantu nya belajar menggowes ke arah yang benar.

Kelebihan yang didapatkan dengan penggunaan gear fixie ialah ketika sepeda terhalangi sebuah pembatas (dinding, kursi, sofa, lemari), maka anak tinggal memutar roda nya ke belakang tanpa harus turun dari sepeda. Yups, fokus kami pada kekuatan kaki agar nantinya dia mampu menggowes mandiri.

Kesalahan Ketiga: Menggunakan roda bantu

Menggunakan sepeda bantu seperti memberikan kenyamanan pada organ vestibular anak. Anak tidak melatih keseimbangan sehingga ketika roda bantu dilepas satu, maka tubuh nya akan bereaksi miring berusaha mendapatkan kenyamanan yang baru. Alkha menggunakan sepeda dengan roda bantu cukup lama karena selain menunggu kaki nya memanjang, dia harus pulang dari terapi AVT di Surabaya untuk bertemu dengan sepeda nya.

Baca juga :  Membuka Diri Untuk Belajar AVT di Rumah

Melihat fenomena anak bersepeda dengan posisi miring ketika salah satu roda bantu dilepas membuat kami berpikir tentang bagaimana cara mengajari anak keseimbangan dari benda yang bergerak (sepeda)? Padahal bersepeda merupakan sebuah keterampilan yang kompleks

Kami akhirnya menyadari bahwa untuk mengenalkan bersepeda kepada anak, maka keterampilan untuk seimbang di atas sepeda harus dikuasai terlebih dahulu.

Kesalahan satu, dua dan tiga di atas selalu muncul di setiap keluarga. Anak harus belajar menyeimbangkan badan sekaligus mengayuh. Orangtua atau pengasuh harus berlari-lari kecil memegang badan anak hingga sedikit demi sedikit mampu menyeimbangkan tubuh nya. Kesalahan itu terlihat merepotkan walaupun bagi orangtua yang menyayangi anak nya, kelelahan yang didapat terbayar ketika anak berhasil bersepeda tanpa menggunakan roda bantu..

Cara Belajar Naik Sepeda Roda Dua Untuk Anak Secara Bertahap

Mengenal Sepeda Balance-Bike untuk anak

Suatu waktu, ada tayangan di televisi yang membahas secara khusus tentang balance-bike atau istilah lainnya balance-bike. Sebuah sepeda tanpa pedal dan untuk menggerakan nya, anak harus mendorong sepeda menggunakan kaki.

Seperti orang berjalan. Anak berusaha menopang tubuhnya sendiri dan berjalan lambat-lambat sesuai kemampuan (keberanian) anak. Kemudian kami ambil kesimpulan bahwa pengajaran naik sepeda yang menyenangkan memang harus diawali menggunakan balance-bike.

Pada zaman dahulu, ketika belum ditemukan rantai dan gir, sebuah sepeda dijalankan dengan kekuatan kaki menjejak ke bumi. Sehingga sepeda dapat berjalan ke depan dan sebelum kehilangan momentum nya, kaki menjejak ke bumi lagi sehingga kecepatan sepeda dapat berjalan stabil. Jadi balance-bike itu sebenarnya bukan barang baru pada sejarah sepeda.

Memilih Balance-Bike pabrikan dengan Balance-Bike modifikasi sendiri

Balance-Bike akan banyak Ayah dan Bunda temukan di toko mainan dan peralatan rumah tangga di mall. Di toko sepeda, mungkin tidak banyak yang bersedia menjual sepeda jenis ini. Karena memang kurang populer bagi orangtua. Harga Balance-Bike sama seperti sepeda dengan sistem lengkap (rem dan kayuhan). Alkha sempat mencoba Push-Bike milik Thrill yang memang memiliki kualitas, bahan dan merk yang bagus banget.

Memodifikasi juga dapat dilakukan pada sepeda yang dibuat dengan frame rendah. Tidak banyak sepeda kecil yang dibuat top-tube yang rendah. Ayah dan Bunda dapat mengukur panjang kaki anak kemudian mencari sepeda bekas yang memiliki panjang yang sama dari sadel hingga lantai. Jika Ayah dan Bunda menemukan sepeda bekas yang kira-kira cocok, langsung beli saja, bawa ke bengkel untuk melepas semua onderdil selain stang, roda depan dan roda belakang. Berikan cat baru pada sepeda sehingga anak tertarik mencoba memainkan sepeda balance-bike modifikasi ini.

Baca juga :  Pentingnya Skrining Bayi Baru Lahir

Berikan contoh cara menggunakan sepeda Balance-Bike

Anak lebih mudah memainkan Balance-Bike jika sudah diberikan contoh oleh orangtua. Ayah dan Bunda dapat mencoba menggunakan sepeda ukuran 20 inchi sehingga telapak kaki kita dapat menjangkau lantai dengan sempurna (tidak jinjit). Beri contoh menjalankan sepeda dengan kita duduk di atas sadel. Minta dia untuk mendorong telapak kaki ke tanah. Anak akan tambah semangat karena dia memainkan sepeda menggunakan seluruh kekuatannya sendiri.

Jika anak sudah cukup memahami penggunaan Balance-Bike ini, berikan contoh tahap lanjut. Ayah dan Bunda dapat memberikan dorongan menggunakan kaki bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri, secara seperti orang berjalan cepat, sehingga sepeda anak bergerak cukup cepat. Kemudian, angkat kaki ke belakang sehingga kaki tidak menyentuh lantai. Anak dapat mencoba keterampilan yang baru ini hingga menguasai menyeimbangkan sepeda setidaknya sepanjang 3 meter.

Menggunakan sepeda dengan sistem lengkap (dengan roda bantu)

Ayah dan Bunda bisa mulai mengenalkan sepeda dengan sistem lengkap. Kita dapat ajarkan kepada nya untuk mengayuh sepeda. Kami masih berpendapat, untuk melatih arah putaran roda, tetap gunakan fix gear. Kita lihat bagaimana kemampuan anak untuk mengendalikan sepeda dengan posisi kaki berada di atas pedal.

Menggunakan sepeda tanpa roda bantu

Ayah dan Bunda dapat melepas roda bantu ini. Pastikan kaki anak menjangkau lantai ketika duduk di atas sadel. Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba mengayuh. Karena keterampilan menyeimbangkan dan mengayuh dimiliki, maka anak akan mampu menaiki sepeda tanpa roda bantu.

Selamat praktek cara belajar naik sepeda roda dua untuk anak, ya!

Pos Sebelumnya

Tinggalkan Balasan