Materi PAUD Untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak

Jika Ayah dan Bunda telah membaca tahapan perkembangan bahasa anak dari Cochlear, maka dapat dilihat bahwa tahapan tersebut berakhir hingga usia 48 bulan atau 4 tahun. Lantas, tahapan lanjutan seperti apa yang dapat diberikan orangtua dalam membersamai anak belajar mendengar dan berbicara ketika berusia di atas 4 tahun ? Jawabnya adalah materi siswa PAUD.

Materi Pendidikan Anak Usia Dini berasal dari kurikulum pendidikan yang memuat hal-hal yang dikenalkan kepada anak sebelum jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Walau kurikulum pendidikan selalu berkembang mengikuti perubahan zaman, namun kami meyakini perubahan nya lebih pada aspek sosial dan kewarganegaraan. Materi umum seperti mengenal diri, binatang, tanaman, dan sebagainya tidak akan mengalami banyak perubahan.

Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Gangguan Pendengaran

Orangtua seringkali kesulitan dan kehabisan ide untuk menentukan kegiatan yang sebaiknya digunakan untuk membersamai anak sebagai materi terapi AVT di rumah. Dengan mengikuti kurikulum PAUD, berarti kita sedang mempersiapkan kesetaraan pemahaman (kognisi) anak gangguan pendengaran dengan anak pendengaran normal. Pengenalan materi dapat dilakukan secara perlahan melalui media mainan maupun buku. Anak yang masih berusia 2-3 tahun pun tetap mendapatkan manfaat dengan mengenalkan materi PAUD ini.

Orangtua tidak perlu khawatir jika melewati materi yang bersifat abstrak. Boleh jadi kemampuan abstraksi (permanensi obyek) belum mencapai usia nya bila merujuk pada teori Piaget. Nantinya, materi tersebut akan dikenalkan kepada anak ketika mengikuti PAUD pada usia 4 tahun. Orangtua bersama guru kelas dapat berkomunikasi melalui buku penghubung. Dengan berkembangnya kognisi anak dengan gangguan pendengaran, maka akan membantu anak makin percaya diri ketika di sekolah.

Materi PAUD Tematik

Materi PAUD Tematik yang dapat kami rangkum ialah:

1. Tema : Diriku

  • Mengenal Anggota Tubuh
  • Mengenal Panca Indera
  • Menentukan Jumlah Anggota Tubuh
  • Mengetahui Fungsi Anggota Tubuh

2. Tema : Kebutuhanku

  • Memahami kebutuhan pokok manusia, yaitu makanan, pakaian, dan tempat tinggal
  • Mengenal peralatan sekolah
  • Mengenal bagian rumah

3. Tema : Tanaman

  • Mengenal bagian-bagian pohon atau bunga
  • Mengenal rasa pada buah
  • Mengelompokkan buah berdasarkan warna
  • Memahami bagaimana contoh merawat tanaman
  • Mengetahui manfaat tanaman

4. Tema : Binatang

  • Mengenal beberapa nama binatang
  • Mengenal bagian tubuh binatang
  • Mengelompokan binatang berdasarkan jumlah kaki nya
  • Mengelompokkan binatang buas berserta ciri-ciri nya
  • Mengetahui makanan binatang
  • Mengenal gerakan binatang

5. Tema : Pekerjaan (Profesi)

  • Mengenal beberapa pekerjaan
  • Memahami hasil kerja dari pekerjaan tertentu
  • Mengenal tempat bekerja
  • Mengenal peralatan yang berhubungan dengan pekerjaan

6. Tema : Transportasi

  • Mengenal bagian kendaraan
  • Mengenal kendaraan darat, kendaraan air dan udara
  • Mengelompokkan kendaraan berdasarkan tempat berjalannya (darat, air, udara)
  • Mengenal tempat pemberhentian transportasi umum

7. Tema : Alat Komunikasi

  • Mengenal beberapa alat komunikasi
  • Mengenal alat komunikasi elektronik

8. Tema : Air, Api, Udara

  • Mengenal air, api dan udara
  • Mengenal panas dan dingin
  • Memahami proses terjadinya hujan

9. Tema : Rekreasi

  • Mengetahui beberapa tempat rekreasi
  • Memahami tema yang ada di tempat rekreasi

10. Tema : Tanah Airku

  • Mengetahui bendera Merah-Putih
  • Mengenal lambang Garuda Indonesia

11. Tema : Alam Semesta

  • Mengenal warna pelangi
  • Mengenal benda langit
  • Mengenal bulan purnama dan bulan sabit
  • Mengurutkan kemunculan benda langit

12. Kemampuan Non Tematik PAUD

  1. Membilang 1-5
  2. Menghubungkan antara jumlah benda dengan simbol angka
  3. Mengenal warna
  4. Mengenal bentuk
  5. Memahami konsep besar dan kecil
  6. Menebali huruf abjad dan angka
  7. Mewarnai
  8. Mencoba mencentang, menyilang, dan melingkari
  9. Memahami benar dan salah (membedakan perbuatan baik dengan perbuatan buruk)

Materi PAUD Yang Diberikan Secara Verbal Membutuhkan Alat Bantu Dengar Yang Sesuai

Seorang anak untuk dapat memahami materi PAUD tergantung dengan kemampuan otak (pemahaman) dan tidak terkait langsung dengan organ pendengaran, sehingga anak tanpa kemampuan mendengar pun sebaiknya mulai belajar juga. Bagi orangtua yang menerapkan prinsip Auditory Verbal Therapy, maka menyediakan dan memastikan anak telah mendengar melalui alat bantu dengar (ABD) dan atau implan koklea menjadi hal yang sangat penting karena materi tersebut diberikan oleh orangtua dan guru sekolah secara verbal (ujaran).

Cochlear Nucleus 6 Manual (Bahasa Indonesia)

Artikel Cochlear Nucleus 6 Manual Bahasa Indonesia ini kami rangkum karena Alkha merupakan salah satu pengguna nya. Bagi Ayah dan Bunda yang putra-putri nya kebetulan pengguna Cochlear N6 juga, semoga dapat turut mendapatkan manfaat dengan keberadaan artikel ini.

Artikel ini menggunakan sumber informasi dari Channel Youtube Cochlear. Ayah dan Bunda dapat membuka tautan video pada setiap bagian penanganan implan koklea N6 dalam bahasa Inggris bersubtitel. Setidaknya, kita akan mendapatkan gambaran besar mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan CI anak, yakni tentang bagian-bagian alat maupun aksesoris nya. Ayah dan Bunda bisa juga membaca Petunjuk Manual Cochlear Nucleus 6 (N6) PDF dalam bahasa Inggris, yang dapat diunduh di sini.

Sedangkan Petunjuk Manual (Manual Guide) PDF dalam Bahasa Inggris:
Cochlear CP802 dapat diunduh di sini.
Cochlear Nucleus 5 (N5) dapat diunduh di sini.
Cochlear Kanso dapat diunduh di sini.
Cochlear Nucleus 7 (N7) dapat diunduh di sini.

1. Mengenal Cochlear N6 – Nucleus 6 CP900 Series

Cochlear N6 atau disebut CP900-Series dapat bekerja dengan implan koklea untuk mentransfer suara dari luar ke saraf pendengaran. Sound Processor dibuat dari Unit Prosesor, yakni earhook, koil, kabel koil, dan modul baterai. Kita bisa memilih Unit Prosesor Cochlear Nucleus 6 Seri CP910 atau CP920.

Unit Processor CP920 tidak memiliki soket aksesori dan berukuran lebih kecil dari Unit Processor CP910. Kedua Sound Processor beroperasi dengan cara yang sama. Tapi, Sound Prosesor CP910 dapat bekerja dengan aksesoris Cochlear. Kita dapat mengontrol Sound Processor sebagai perangkat mandiri dengan menekan tombol pada prosesor. Kita juga dapat memilih melalui remote control CR210 atau remote control CR230 untuk mengontrol prosesor N6.

Oiya, perlu dipahami, paket dalam Cochlear berbeda antar-negara dan antar-tahun ya. Bisa ditanyakan ke Kasoem Hearing Centre sebagai penyedia.

Tautan Video Youtube

2. Cara Merakit Sound Processor Cochlear Nucleus 6 (N6)

1. Untuk merakit Sound Processor, kita dapat mulai dengan memasukkan koil magnet ke dalam lubang koil dan putar searah jarum jam sampai pada kedalaman yang nyaman.

2. Dorong kabel koil ke dalam koil sampai itu klik pada tempatnya.

3. Dorong ujung lainnya dari kabel koil ke dalam pemrosesan unit sampai terpasang dengan benar.

4. Sejajarkan modul baterai ke soket prosesor agar sesuai dengan bagian-bagiannya bersama-sama.

5. Putar modul baterai sehingga prosesor akan berubah aktif secara otomatis.

Link Video Youtube

3. Cara Mengganti Baterai Cochlear N6

1. Putar modul baterai untuk melepasnya dari Unit Processor.

2. Sejajarkan modul baterai ke soket prosesor agar sesuai dengan bagian-bagiannya. 

3. Bersama-sama putar modul baterai ke bagian processor.

4. Prosesor akan aktif secara otomatis.

Link Video Youtube

4. Cara Mengunci Baterai Cochlear N6 Seri CP910

1. Untuk meningkatkan tamper resistensi, angkat dengan hati-hati penutup soket-aksesori dengan menggunakan alat pengunci baterai (bentuknya seperti drei).

2. Dorong kunci ke kiri untuk mengunci modul baterai.

3. Mendorong kunci ke paling kanan untuk membuka kunci modul baterai.

4. Tutup dengan hati-hati dengan mendorong masuk engsel bagian atas terlebih dahulu.

Link Video Youtube 

5. Cara Mengunci Baterai Cochlear N6 Seri CP920

1. Untuk meningkat resistensi tamper, tarik dengan kuat, kabel koil yang langsung menempel prosesor. Jangan menarik bagian fleksibel kabel koil.

2. Dorong kunci ke paling kiri dengan alat pengunci penutup baterai untuk mengunci modul baterai 

3. Dorong kunci ke paling kanan untuk membuka kunci modul baterai.

4. Dorong kabel koil ke dalam prosesor sampai klik pada tempatnya.

Tautan Video Youtube 

6.Cara Mengunci dan Membuka Kunci Cover Baterai Tamper Resistant (Untuk Baterai Sekali Buang)

1. Penutup baterai temper resisten memiliki kunci penahan untuk membantu mencegah anak-anak membuka penutup baterai.

2. Untuk mengunci, putar sekrup pengunci searah jarum jam dengan alat pengunci penutup baterai sampai masuk posisi horizontal

3. Untuk membuka kunci, putar sekrup pengunci berlawanan arah jarum jam dengan penutup baterai alat penguncian sampai vertikal posisi.

Tautan Video Youtube 

7. Cara Mengisi Daya (Charge) Modul Baterai Cochlear N6 Rechargeable

Untuk mengisi ulang daya modul-baterai rechargeable (isi ulang):

1. Miringkan modul baterai rechargeable dan pasang pada soket pengisi daya N6 (charger).

2. Putar searah jarum jam untuk menghubungkan.

3. Sambungkan pengisi baterai (charger) ke colok daya.

4. Colokkan steker ke sumber listrik.

5. Lampu di dekat soket baterai pengisi daya (charger) akan menyinarkan lampu oranye saat mengisi daya, dan akan berubah menjadi hijau saat modul baterai telah penuh.

Tautan Video Youtube 

8. Cara Mengganti Baterai Sekali Buang (Disposable Batteries)

Cochlear N6 CP900 Series dengan Modul-Baterai-Tamper-Resisten menggunakan dua baterai zinc-air sekali buang yang berdaya tinggi.

1. Tarik tutup baterai yang tidak terkunci dari dudukan baterai.

2. Lepaskan baterai dari dudukan baterai

3. Lepaskan baterai baru dari wadah dan biarkan beterai tersebut selama beberapa detik

4. Masukkan baterai ke dalam dudukan nya dengan sisi datar menghadap ke atas

5. Ganti tutup baterai dengan menggesernya ke atas Unit Sound Processor.

6. Unit Sound Processor akan nyalakan secara otomatis.

Tautan Video Youtube 

9. Cara Menyalakan dan Mematikan Sound Processor Cochlear N6

Kita dapat menghidupkan Sound Processor menggunakan satu dari dua cara, yaitu:

Satu, hubungkan modul baterai, maka sound processor akan menyala.

Dua, menekan tombol. Tekan dengan cepat tombol bagian bawah untuk menyalakan. Prosesor akan berkedip hijau ketika dihidupkan, jumlah kedipan hijau menunjukkan program yang berjalan saat ini.

Untuk mematikan, tekan dan tahan tombol bagian bawah selama dua detik. Prosesor akan berkedip oranye saat dimatikan.

Tautan Video Youtube 

10. Cara Mengubah Program Sound Processor Cochlear N6 Secara Manual

Kita dapat mengubah program untuk mengganti cara sound processor mengolah suara yang masuk. Audiolog atau Hearing Acoustician dapat memberi kita empat program ketika mapping implan koklea. Program yang dibuat berdasarkan kebutuhan pengguna dari hasil observasi klinisi.

1. Cepat tekan dan lepaskan tombol bawah untuk beralih antar program.

2. Jumlah berkedip hijau menunjukkan jumlah program saat ini.

Tautan Video Youtube 

11. Cara Mengunci dan Membuka Tombol Prosesor N6

Program yang telah dijadikan default (program yang langsung terpilih ketika Sound Processor menyala) bisa jadi tidak sengaja kita ubah. Terutama pada anak-anak yang belum memahami implan koklea yang digunakan. Kita dapat mengunci tombol prosesor untuk mencegah penyesuaian tidak disengaja tersebut. 

Cara Mengunci Tombol:

1. Tekan dengan cepat dan lepaskan kedua tombol secara bersamaan.

2. Flash hijau diikuti oleh oranye menunjukkan tombol prosesor telah terkunci.

3. Flash oranye saat menekan tombol menunjukkan tombol prosesor sedang terkunci.

Cara Membuka Tombol:

1. Tekan dengan cepat tekan kedua tombol secara bersamaan.

2. Flash oranye diikuti hijau menunjukkan tombol prosesor telah dibuka.

Tautan Video Youtube 

12. Cara Menggunakan Prosesor Cochlear Nucleus 6 Yang Benar

1. Letakkan prosesor N6 pada telinga dan biarkan koil menjuntai.

2. Pindahkan koil dan pasangkan ke implan koklea.

3. Prosesor akan berkedip oranye setiap detik ketika tidak terhubung dengan implan.

4. Pada anak-anak, prosesor bisa dibuat berkedip hijau sepanjang waktu ketika sedang terhubung dengan implan dalam (hubungi Hearing Acoustician).

Tautan Video Youtube 

13. Cara Mendengarkan Telepon Melalui Implan Cochlear N6

Kita dapat mendengar suara-suara di telepon menggunakan teknologi telecoil. Audiolog atau Hearing Acoustician dapat mengatur prosesor N6 dengan Telecoil Manual dan juga Auto-Telecoil (otomatis). Auto-Telecoil dapat mendeteksi sinyal telecoil secara otomatis. Apakah kita memilih otomatis atau manual Telecoil, kita dapat mengontrol Telecoil dengan remote Kita. Kita juga dapat mengatur manual telecoil hidup dan mati melalui remote prosesor.

Menghidupkan Telecoil Manual

1. Tekan tombol atas dengan cepat untuk mengubah telecoil manual pada posisi ON (menyala).

2. Posisikan speaker telepon di atas mikrofon Sound Processor.

3. Mungkin kita membutuhkan waktu beberapa saat untuk menemukan yang posisi terbaik. 

Mematikan Telecoil Manual

Tekan tombol atas dengan cepat untuk mematikan telecoil ketika telecoil sedang diaktifkan.

Auto-Telecoil

Kita juga akan dapat menggunakan headset bluetooth agar terhubung dengan implan koklea. Jika kita mengatur Auto-Telecoil nya aktif, maka Telecoil akan secara otomatis muncul sebagai respons terhadap suara melalui bluetooth.

Hearing Acoustician dapat mengatur prosesor kita untuk berkedip indikator biru menyala ketika Telecoil diaktifkan. 

Tautan Video Youtube 

14. Cara Menggunakan Snugfit pada Cochlear N6

Snugfit pada Cochlear N6 CP900 Series akan membuat Sound Processor kita lebih aman di tempat nya daripada hanya menggunakan earhook saja.

Memasang Snugfit

1. Lepaskan earhook dengan menekan dengan kuat bagian atas earhook menggunakan ibu jari.

2. Pasangkan snugfit pada tempat earhook yang telah kita lepas.

3. Hati-hati, tekuk bagian bawah agar sesuai telinga.

Melepas Snugfit

Melepas snugfit dapat dilakukan dengan menekan nya ke bawah dari prosesor.

Memasang Snugfit-Band Untuk Anak-Anak

Snugfit terkecil disediakan bersama band yang pas agar makin mengamankan prosesor. 

1. Masukkan band ke tangkai snugfit bagian bawah hingga mepet di unit prosesor.

2. Dorong band snugfit dengan hati-hati ke modul baterai.

Tautan Video Youtube 

15. Cara Menggunakan Mic-Lock pada Cochlear N6

Mic-Lock Cochlear Nucleus N6 akan membantu untuk menahan prosesor dengan aman di telinga.

1. Pasang Mic-Lock dengan mendorong band-berselang ke prosesor dengan kaitan-selang menghadap ke depan.

2. Letakkan prosesor pada telinga, dan pindahkan selang hingga melingkari telinga hingga mencapai earhook.

3. Potong selang menyesuaikan ukuran telinga hingga benar-benar nyaman.

4. Lembutkan ujung selang dengan menyelupkan nya ke dalam air hangat.

5. Dorong ujung selang ke dalam earhook.

6. Tunggu selang menjadi dingin dan menguat sebelum digunakan.

Tautan Video Youtube 

16. Menggunakan Mic-Lock-Stirrup Pada Cochlear N6

Kita dapat menggunakan Mic-Lock-Stirrup untuk membantu prosesor tertahan di telinga dengan aman ketika menggunakan kabel Lite-Wear (ketika mapping implan koklea).

Stirrup dapat dipasang pada lubang kecil yang berada pada kanan dan kiri kabel Lite-Wear.

1. Tempatkan prosesor di telinga.

2. Lingkarkan selang dari bawah daun telinga dan bawa selang nya ke earhook.

3. Tentukan panjang selang yang tepat dan yakinkan bahwa prosesor telah tertahan dengan baik dan nyaman.

4. Potong selang nya.

5. Lembutkan ujung selang dengan menyelupkan nya ke dalam air hangat, kemudian masukkan ke ujung earhook.

6. Tunggu hingga selang telah dingin dan menguat sebelum digunakan.

Tautan Video Youtube

17. Cara Menggunakan LiteWear pada Cochlear N6

Kabel Litewear Cochlear N6 memungkinkan semua modul baterai standar untuk dapat digunakan tanpa menempel di Sound Processor. Jadi, hanya Sound Processor N6 yang dikenakan di telinga, sedangkan modul baterai yang daya nya dihubungkan dengan kabel diletakkan / dicapitkan pada baju.

LiteWear terdiri dari (1) kabel litewear, (2) wadah (casing) modul baterai, (3) beberapa pilihan untuk mengaitkan.

1. Lepaskan modul baterai dengan memutar nya dari Sound Processor.

2. Pasang kabel LiteWear dengan memasang miring dan menyejajarkan bentuknya sehingga terhubung dengan Sound Processor.

3. Hubungkan modul baterai dengan kabel litewear.

4. Masukkan modul baterai pada wadah (casing) dengan menggeser wadah ke modul baterai.

5. Pilih alat pengait casing baterai dengan menyesuaikan kebutuhan, kemudian pasang hingga tersambung kuat. 

Tautan Video Youtube

18. Cara Personalisasi Sound Processor Nucleus 6

Personalisasi yang dimaksud ialah menambahkan penutup pada koil dan prosesor suara (cover coil & cover processing unit) dengan casing bermotif sesuai dengan selera kita sebagai pengguna. Selain untuk mempersonalisasi atau mempercantik, hal ini bertujuan untuk melindungi sound processor dari goresan. 

Cover Sound ProcessorUntuk memasang, geser cover hingga menutupi Sound Processor

Untuk melepas, tarik cover hingga terlepas dari Sound Processor

Cover CoilUntuk memasang penutup koil;
1. Lepaskan plastik penutup bening yang melekat pada cover coil.

2. Pasang penutup coil pada tempat nya menyesuaikan bentuk koil yang ada.

Untuk melepas penutup koil,
1. Angkat cover coil dari coil nya.

Memasang dan melepas cover coil dan cover prosesor suara ternyata mudah kok.

Tautan Video Youtube

19. Mengenal Aksesoris-Audio pada Cochlear N6

Aksesoris-Audio (Audio Accessories) pada seri CP900 hanya dapat digunakan pada tipe Sound Processor CP910. Pada tipe Sound Processor CP920, fitur ini tidak tersedia.

Aksesoris Audio akan memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menyambungkan Sound Processor ke berbagai perangkat audio lain nya.

Cara menghubungkan aksesoris-audio ke Sound Processor N6 CP910

1. Ambil obeng khusus Cochlear.

2. Angkat penutup soket aksesoris dengan hati-hati.

3. Pegang dengan baik konektor aksesoris audio, dan dorong perlahan dan hati-hati ujung konektor hingga berbunyi klik.

4. Ketika kita hubungkan, maka Sound Processor akan mendeteksi secara otomatis.

5. Pasang ujung yang lain dari aksesoris-audio ke peralatan yang menyediakan lubang colokan audio yang sesuai, misalnya MP3 Player Portable.

Aksesoris-Audio akan menyala secara otomatis ketika kita memasukkan konektor ke dalam sound processor.

Tekan dengan cepat tombol bagian atas untuk berpindah ke mode microphone, dan sebaliknya.

Tautan Video Youtube

20. Cara Menggunakan Kabel Audio Personal pada Cochlear N6 Seri CP910

Kabel Audio Personal (Personal Audio Cable) digunakan untuk menghubungkan Cochlear CP910 dengan peralatan audio elektronik yang memiliki baterai nya sendiri, misalnya MP3 player portable. Pengguna dapat mendengarkan musik secara personal, tanpa mengganggu orang lain.

Tautan Video Youtube

21. Kabel Audio Personal Bilateral pada Cochlear N6

Jika pada video sebelum nya menjelaskan tentang bagaimana mendengarkan musik dari satu Sound Processor CP910, maka dengan menggunakan Bilateral Personal Audio Cable, pengguna dapat mendengarkan peralatan audio elektronik pada kedua telinga.

Mendengarkan Stereo Bagi Pengguna Bilateral

1. Pasang konektor kabel yang pendek pada Sound Processor sebelah kiri

2. Pasang konektor kabel yang panjang pada Sound Processor sebelah kanan.

Tautan Video Youtube

22. Mengenal Kabel Isolasi Utama pada Cochlear N6

Mains Isolation Cable digunakan untuk mengamankan Sound Processor dari kemungkinan masuknya daya listrik dari peralatan lain yang terhubung. Peralatan lain yang harus menjadi perhatian ialah segala peralatan elektronik yang menyambung ke listrik PLN atau peralatan yang memiliki kemampuan mengisi daya (charging), misalnya: televisi, komputer, dan laptop.

Hal ini juga untuk menghindari kekhawatiran terjadi korsleting pada sound processorketika sedang menyambungkan ke perangkat berenergi besar.

Tautan Video Youtube

23. Mengenal Monitor Earphone Cochlear N6

Monitor Earphone digunakan untuk mengecek apakah Cochlear CP910 bersuara dengan baik. Monitor Earphone dapat digunakan oleh Hearing Acoustician kepada seluruh pasien, atau digunakan orangtua kepada anak nya.

Tautan Video Youtube

24. Mengenal Lapel Microphone pada Cochlear N6

Lapel Microphone digunakan untuk memudahkan pengguna untuk mendengarkan suara percakapan dalam ruangan yang bising.

1. Pasangkan konektor lapel microphone pada Sound Processor CP910.

2. Kaitkan lapel microphone pada baju, sehingga suara orang yang dihadapan terdengar lebih jelas.

Perangkat wireless Cochlear N6 dengan tujuan sama ialah Mini Mic.

Tautan Video Youtube

25. Cara Menyambungkan Cochlear N6 ke Smartphone

Personal Audio Cable dapat digunakan Cochlear N6 CP910 untuk menghubungkan sound processor dengan smartphone melalui soket audio 3,5mm. Jika ternyata smartphone kita menggunakan soket audio 2,5mm, maka gunakan Portable Phone Cable sebagai gantinya.

Tautan Video Youtube

26. Cara Menggunakan FM System Bercolokan Standar Eropa (Uero) Ke Cochlear Sound Processor N6

Jika kita memiliki FM System dengan ujung colokan standar Eropa (Uero Standard), maka Cochlear memiliki adaptor khusus untuk menghubungkan nya dengan unit prosesor.

1. Nyalakan FM System

2. Pasang reciever FM System Uero-Standard yang memiliki 3 pin ke adaptor aksesoris Cochlear (Uero Accesories Adaptor) terlebih dahulu

3. Pasang adaptor aksesoris tersebut ke lubang aksesoris Cochlear CP910.

4. Sound Processor akan mendeteksi reciever FM tersebut.

Tautan Video Youtube

27. Cara Menggunakan FM System Cochlear Freedom untuk Nucleus 6

Jika kita memiliki FM System Freedom dengan ujung colokan berkabel, maka kita masih bisa gunakan untuk melengkapi Cochlear Nucleus 6 Seri CP910. Adaptor Freedom (Freedom Accesories Adaptor) memiliki lekukan yang membuat colokan freedom yang lurus menjadi nyaman digunakan karena kabel Reciever FM System akan menjutai ke bawah.

1. Pasang ujung colokan reciever FM System Freedom ke Freedom Accesories Adaptor.

2. Nyalakan FM System Freedom

3. Pasangkan adaptor aksesoris ke lubang aksesoris Cochlear CP910

4. Sound Processor akan mendeteksi reciever FM tersebut.

Tautan Video Youtube

28. Cara Menyimpan Sound Processor N6 pada Cochlear-Dry-Kit

Kita bisa menggunakan pengering elektrik yang disediakan Cochlear. Pengering elektrik dapat digunakan pada malam hari menjelang tidur.

1. Lap dengan bersih sound processor Cochlear N6

2. Masukkan sound processor ke dalam pengering elektrik dalam kondisi terpasang utuh untuk pengeringan selama 8 jam

3. Jika sound processor akan disimpan untuk jangka waktu lama, gunakan wadah penyimpanan biasa (storage case) dengan melepas baterai dan simpan sehingga tidak mudah disentuh.

Tautan Video Youtube

29. Merawat Sound Processor Nucleus 6 Setiap Hari

Kita harus cek setiap bagian dari Sound Processor N6 ini dari debu dan keringat.

1. Lap dengan tisu kering atau kaos kering, baik Sound Processor maupun koil.

2. Lepaskan kabel koil dan modul baterai N6 dan cek apakah ada kotoran di dalam nya

3. Cek soket aksesoris dengan menggunakan drei Cochlear. Pastikan soket dalam keadaan bersih.

4. Cek microphone protector dari debu dan keringat dan ganti jika diperlukan.

5. Keringkan Sound Processor N6 setiap malam pada Cochlear-Dry-Kit.

Tautan Video Youtube

30. Cara Mengganti Microphone Protectors Cochlear Nucleus 6

Microphone merupakan pintu masuk utama suara sehingga kita harus memastikan bahwa suara yang masuk, tidak terhalang kotoran. Hal yang diperhatikan dengan Microphone-Protectors (pelindung microphone) ialah:

1. Mengganti Microphone-Protectors setiap 3 bulan sekali, atau jika microphone terlihat kotor, atau suara yang didengar terasa tidak jelas.

2. Ganti Microphone-Protectors pada kedua microphone sekaligus. Cochlear menggunakan 2 microphone pada satu sound processor untuk menghasilkan suara yang jernih. 

Cara Mengganti Microphone-Protectors 

Melepas

1. Dorong ujung alat penekan khusus ke bagian tengah dari microphone-protectors.

2. Putar alat penekan tersebut 90 derajat, bisa ke kanan atau bisa ke kiri.

3. Angkat microphone protectors dan buang.

4. Lakukan untuk microphone protectors kedua dengan cara yang sama.

Memasang
Untuk memasang microphone-protectors yang baru, kita gunakan Cochlear Nucleus Microphone Applicator.

1. Tarik Microphone-Applicator berupa lempengan mika dengan dua mircophone protectors dari wadah nya.

2. Hadapkan mircrophone protectors ke arah sound processor dengan panah applicator ke atas.

3. Masuk dan tekan microphone-protector baru yang masih menempel ke lubang microphone bagian bawah (dekat lubang kabel koil) dengan lembut dan perlahan.

4. Masuk dan tekan microphone-protector bagian atas dan selaraskan dengan posisi microphone yang bawah.

5. Setelah pas, dorong-dorong microphone-protectors satu persatu hingga masuk ke dalam sound processor.

6. Lepaskan mika aplikator mulai dari bagian atas (yang ada panah nya)

Tautan Video Youtube

31. Cara Merawat Charger Baterai Cochlear Nucleus N6

Kita sebaiknya melakukan perawatan dari debu dan kelembaban dari charger baterai dengan rutin.

1. Lepaskan kabel power adaptor

2. Lepaskan modul baterai yang masih terpasang

3. Balik charger baterai sehingga menghadap ke bawah dan tepuk perlahan agar debu yang menempel ke soket dapat terjatuh.

4. Meniup soket-soket dapat pula membantu menghilangkan debu ini

5. Lap soket charger baterai dengan kain yang lembut atau tisu kering.

6. Ketika melakukan charging baterai, gunakan seluruh soket charger secara merata secara bergantian. Hal ini bertujuan agar soket baterai mengalami ke-aus-an secara merata.

Jika charger baterai Cochlear N6 basah

1. Hati-hati, goyang-goyangkan cairan yang menempel

2. Lap dengan kain yang lembut

3. Keringkan charger selama 24 jam

4. Jangan gunakan charger baterai jika belum kering.

Tautan Video Youtube



Selamat Hari Buku Sedunia

Selamat Hari Buku Sedunia…. Setiap tanggal 23 April, kita selalu memperingati Hari Buku Sedunia. Buku merupakan penemuan yang paling canggih dalam peradaban umat manusia. Konon buku mulai ada sejak 2400 SM dengan menggunakan bahan kertas Papirus yang cara menyimpan nya dengan cara digulung. Kemudian pada 200 SM, orang China membuat kertas dengan bahan bambu yang kemudian diadopsi ke seluruh dunia. Pada awal abad ke-11 Masehi, orang Eropa mulai membuat kertas dengan menggunakan mesin yang lebih tahan lama.

Dengan buku, manusia tidak perlu lagi melakukan penelitian yang berulang, tapi menyempurnakan penemuan yang sudah ada (research). Pemikiran filsafat dapat terus berkembang dan melahirkan konsep-konsep baru yang saling berbantah dan pada akhirnya muncul teori-teori terkuat dan populer yang dapat bertahan hingga saat ini.

Mengenalkan cinta membaca buku kepada anak di Indonesia merupakan hal yang sulit. Indeks literasi orang Indonesia harus disadari tidaklah tinggi. Menurut PISA, Indonesia menempati urutan 64 dari 72 negara, sedangkan menurut The World Most Literate Nation Study, Indonesia menempati urutan ke 60 dari 61 negara. Kebanyakan, buku dianggap sebagai barang komplementer (pelengkap). Hanya orang dewasa yang menyukai membaca buku yang mendapatkan manfaat-manfaat buku. Itupun karena tuntutan pekerjaan dan pendidikan.

Buku Cerita Anak

Buku cerita anak merupakan buku yang memuat kisah-kisah penuh hikmah sehingga anak mendapatkan pelajaran ketika membaca buku. Buku cerita anak memiliki banyak sekali variasi konsep cerita, bahan, dan penggunaannya. Saking banyaknya buku cerita anak, segala hal bisa diajarkan orangtua melalui buku. Ketika orangtua akan mengenalkan kasar dan lembut ada buku yang berfokus pada tekstur, atau istilahnya buku bertekstur. Ada pula buku yang untuk mengenalkan transportasi. Ada pula buku tentang profesi dan sebagainya.

BBW (Big Bad Wolf) merupakan salah satu pameran buku terbesar yang telah diadakan kesekian kalinya di Jakarta dan Surabaya. BBW banyak sekali memberikan manfaat kepada orangtua yang kekurangan ide mengajari anak kosakata baru ketika di rumah. BBW menawarkan buku berkualitas dengan harga terjangkau. Walau demikian, keterjangkauan harga ini masih dianggap relatif mahal bagi kebanyakan orangtua. Mungkin mereka belum tahu, bahwa buku berkualitas berbahan baik (hardcover) bisa dijual sebagai buku seken di marketplace, iya -yang online-online itu. Tidak sedikit pula lho kami membeli buku seken tersebut. Karena beberapa buku yang memiliki konten bagus seringkali tidak lagi diproduksi kembali.

Beberapa buku menarik hati Alkha dan berhasil menambah kosakata malah kami dapatkan dari buku-buku BBW. Buku buatan dalam negeri berbahan karton belum banyak digunakan sebagai material buku anak. Pada beberapa tahun terakhir ini, mulai muncul penerbit yang menjual buku berbahan karton yang menarik untuk anak. Untuk memudahkan Ayah dan Bunda menemukan buku yang menarik hati anak, maka kami coba ulas buku-buku itu ke dalam kategori yang khusus membahas tentang buku, yaitu papaalkha.com/books. Semoga kategori ini dapat membantu memberikan referensi kepada Ayah dan Bunda ketika memilih buku sesuai target kosakata yang sedang diajarkan. Tetapi, sabar ya, review buku juga butuh waktu untuk menulis nya juga kan… Hehe.

Jadi, sekali lagi kami ucapkan, Selamat Hari Buku Sedunia.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Buku

https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/04/20/p7gq3m282-indonesia-dilanda-kedangkalan-literasi-part1

https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20170910122629-445-240706/mengapa-literasi-di-indonesia-sangat-terendah/

Cara Mengatasi Ketergantungan Gadget Pada Anak

Mama Alkha akan berbagi trik tentang bagaimana cara mengatasi ketergantungan gadget pada anak. Nah, harus Papa Alkha akui bahwa saya adalah orang yang bertanggungjawab sebagai sosok yang mengenalkan gadget secara berlebihan. Jadi, kami ucapkan banyak terimakasih kepada Mama Alkha yang menyelamatkan saya dan sukses menghilangkan kebiasaan ini dari diri Alkha. Oiya, artikel ini permintaan dari Kak Manges, lho….

Pada dasarnya, seorang anak kecil tidak boleh mengenal smartphone terlalu dini. Sudah banyak informasi di internet bahwa usia minimal ialah 14 tahun atau telah memasuki usia sekolah menengah pertama (SMP). Itupun masih dalam durasi yang terbatas. Beberapa orangtua yang kami anggap menyayangi Alkha memberikan peringatan kepada kami tentang bahaya ketergantungan gadget pada anak. Gadget seperti smartphone, PSP, komputer, televisi, dll.

Memahami Bahaya Gadget Pada Anak

Ada hal yang menurut Mama Alkha harus kita bersama yakini.
Dari keyakinan tersebut maka akan muncul kemauan Orangtua untuk merubah anak.

  1. Gadget akan membuat anak semakin terlambat bicara. Karena itu, menyelesaikan masalah gadget sejak dini akan semakin baik bagi anak.
  2. Gadget akan menimbulkan ketergantungan atau kecanduan pada anak. Ciri khas kecanduan ialah ketika anak dijauhkan dari barang yang dimaksud, maka anak akan marah hingga tidak terkendali.
  3. Orangtua akan dianggap sebagai musuh oleh anak (pada awalnya saja kok). Karena anak belum memahami tentang bahaya gadget pada cara kerja otaknya.
  4. Mendidik anak TIDAK dengan memukul, menendang, dan hal-hal lain yang berbahaya bagi anak.
  5. Mendidik anak dilakukan dengan konsistensi. Aturan yang dibuat harus disepakati bersama antara anak dengan orangtua. Bila akan merubah peraturan harus memberikan pengertian kembali mengapa aturan harus dirubah.
  6. Anggota keluarga lain harus patuh dan ikut serta dalam aturan yang dibuat untuk melatih konsistensi anak.
  7. Orangtua menyediakan alternatif permainan yang tidak mengandung layar elektronik.
  8. Buku cerita merupakan media terbaik yang dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian mulai dari anak hingga remaja dan dewasa.
  9. Orangtua selalu membawa mainan dan atau buku selama bepergian.
  10. Lebih baik menghindari lokasi publik yang banyak anak seusianya diperbolehkan orangtua bermain gadget.
  11. Jika berada dalam komunitas orangtua, jika memungkinkan berikan informasi mengenai bahaya gadget dan metode penanganan nya.
  12. Setidaknya, walaupun serta merta dilakukan, masukan dari kita dapat dipertimbangkan lebih matang lagi ketika di rumah dan dibahas bersama keluarga besar.

Cara Mengatasi Ketergantungan Gadget Pada Anak

Bagaimana cara Mama Alkha mengatasi ketergantungan gadget pada anak? Pertama, kami diuntungkan dengan keberadaan Mama Alkha yang menyewa sebuah tempat di Surabaya. Bagi orangtua lain yang sedang membaca tulisan ini bisa menyesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing. Tips ini dari pengalaman Mama Alkha. Kami pikir Ayah dan Bunda dapat mengambil manfaat dari artikel ini :

  1. Sediakan buku-buku cerita anak sesuai dengan usia anak. Pada anak yang masih kecil, mereka lebih menyukai cerita jenaka. Sedangkan anak pra sekolah, mereka menyukai buku-buku tentang kemandirian (self help).
  2. Sediakan mainan yang membantu anak menggunakan motorik halus. Misalnya, pada anak pra TK, Ayah dan Bunda dapat mengajak anak untuk mencoret-coret kertas; menggunting, mengelem dan menempel; mengecap tangan dengan cat, meremas pom-pom basah, mencapit bola kemudian memindahkan ke tempat lain, menuang dari teko ke gelas dan berkembang dari teko ke botol, dan sebagainya.
  3. Sediakan waktu bagi anak selama anak terjaga. Jika tidak memungkinkan menjaga sendiri, Ayah dan Bunda dapat melibatkan pengasuh anak untuk menemani bermain.
  4. Pada anak pra TK, Bunda dapat mengajak anak untuk masak bersama. Anak lebih bersedia makan masakan nya sendiri lho.
  5. Buat aturan bersama dalam penggunaan gadget. Mama Alkha memberi kebebasan bermain kepada Alkha bermain gadget khusus hari Minggu saja. Oleh karena itu, ajari anak untuk mengenal hari dan menunggu hari.
  6. Bagaimana ketika Bunda kehabisan ide? Maka Bunda dapat mengajak anak berbelanja kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sekolah nya. Habiskan waktunya dengan jalan-jalan ke tempat lain.
  7. Menyertakan anak ke PAUD atau TK juga akan memberikan banyak ide dan waktu luang untuk beristirahat membersamai anak. Ayah dan Bunda dapat meminta materi sekolah yang diajarkan pada hari itu melalui buku penghubung. Pada sore atau malam hari nya, kita dapat mengulang kembali materi pelajaran yang diajarkan Bu Guru.
  8. Ayah dapat membantu Bunda untuk belajar bersama anak. Kita bantu Bunda menghabiskan waktu anak hingga tertidur. Bisa dengan mengajak anak membaca buku, bermain peran, bercakap-cakap, membuat mainan dari kardus, menggambar di papan tulis, mewarnai sebuah gambar, mendorong mobil-mobilan, mengulang materi pelajaran yang ada di sekolah, dan sebagainya.
  9. Jika ada saudara dari anak kita yang sedang dilatih konsistensinya, maka semua aturan dipukul rata kepada semua anak dan orangtua. Semua anggota keluarga TIDAK menggunakan gadget. Berangsur-angsur, ditanamkan aturan tambahan bahwa yang boleh menggunakan gadget ialah orang dewasa (di atas 14 tahun, SMP; atau di atas 16 tahun, SMA). Kita bisa berikan informasi logis nya, bahwa orangtua memiliki pembeli, atau orang yang harus dihubungi. Kakak yang sudah mandiri dan besar harus menghubungi teman-teman nya untuk mengerjakan PR bersama, dan lain sebagainya. Lambat laun anak akan memahami aturan tambahan ini.

Gunakan Strategi AVT Selama Bermain

Karena anak tidak tergantung secara visual, maka kemampuan auditori anak (pendengaran) harus mereka gunakan. Maka, kita dapat gunakan bahasa-bahasa sederhana yang natural ketika berbicara dengan anak. Berbahasa natural ialah kita menggunakan kata termasuk imbuhan dan konjungsi nya dan menggunakan suprasegmental ketika dibutuhkan. Misalnya, setelah kita lelah bermain dan akan memberesi mainan, kita gunakan kalimat, “Ayo mainan nya dimasukkan ke dalam kardus”, daripada kalimat “Masukkan kardus!”.

Strategi AVT akan lebih mudah diterima anak ketika anak tidak fokus pada gadget nya. Oleh karena itu, segera kita kurangi ketergantungan gadget pada anak sekarang juga. Tentu pengurangan nya dilakukan secara bertahap sehingga terlihat alami bagi anak ya…..

Mereka Yang Bisa Berbicara Verbal

Mereka, Tunarungu yang bisa berbicara verbal, berasal dari keluarga yang terus berusaha dan berupaya agar anak nya mendapat manfaat dari penggunaan alat bantu dengar. Ketika metode intervensi dini (rutin terapi) dikenalkan pada orangtua yang sedang kebingungan dengan penanganan kepada anak gangguan pendengaran, maka timbul rasa tak percaya sekaligus muncul sebuah harapan bagi anak untuk tumbuh dalam masyarakat yang mayoritas berbahasa verbal. Hingga saat ini, banyak orangtua yang masih meragukan prinsip dari terapi mendengar lebih dulu. Padahal prinsip tersebut telah diterapkan sudah lama sekali dan banyak dari mereka yang sudah dewasa. Beberapa diantaranya bersedia tampil ke depan publik untuk memberikan edukasi kepada orangtua muda bahwa ada jalan bagi mereka untuk mengenalkan bahasa verbal kepada anak-anak yang terlahir dengan kelainan pendengaran.

Kami coba ulas secara singkat beberapa anak yang sekarang sudah dewasa dan bersedia menunjukkan keterbatasannya melalui media buku, blogging, dan Youtube. Sumber yang kami sebutkan berasal dari browsing internet ya, sehingga artikel ini pasti banyak kekurangan karena bukan berupa wawancara langsung. Suatu saat, pasti Ayah dan Bunda dapat bertemu mereka karena pada dasarnya salah satu passion dari anak-anak tunarungu yang bisa berbicara verbal ialah berbagi dengan orangtua.

1. Kak Shafa

Kak Shafa adalah seorang anak yang menginspirasi banyak orangtua di seluruh Indonesia. Saat ini, Kak Shafa telah lulus sebagai seorang sarjana kedokteran lho. Hebat bukan?

Ayah dan Bunda dari Kak Shafa selalu mengoptimalkan penggunaan alat bantu dengar sejak kecil. Ketika itu, awal 90-an, teori tentang AVT masih belum mapan, namun beliau telah mengenalkan variasi suara dan bahasa verbal sejak belia. Tentu ada sosok terapis wicara yang menemani perkembangan wicara dari Kak Shafa.

Bunda Khoriyatul selalu mendampingi Kak Shafa ketika ada tantangan komunitas, misalnya ketika ada sedikit kekurangtahuan informasi dari civitas akademik tentang hak disabilitas yang sama seperti orang normal. Pernah masuk ke dalam koran online juga lho… Orangtua terus berusaha melakukan advokasi selama hal itu dibutuhkan. Sangat menginspirasi, bukan?

shafa-saatnya-tunarungu-bicara
Shafa, Saatnya Tunarungu Bicara

Inspirasi tentang orangtua Kak Shafa telah dibukukan ke dalam sebuah novel yang enak untuk dibaca. Novel tentang masa kecil nya dengan judul, Shafa, Saatnya Tunarungu Bicara. Masa kecil seorang anak merupakan hal yang penting untuk ditiru / di-modeling dan dipahami orangtua. Karena masa kecil merupakan masa menumbuhkan motivasi, sedangkan masa remaja merupakan masa merawat semangat.

2. Kak Vazza

Kak Vazza adalah penulis sekaligus vlogger youtube. Ayah dan Bunda wajib subscribe channel youtube nya karena Kak Vazza berbagi banyak hal mengenai teknik penguasaan artikulasi. Tips-tips dari Kak Vazza tentu sangat berguna untuk menambah informasi bagi Ayah dan Bunda.

Beberapa karya novel fiksi karya Kak Vazza yang telah terbit dapat ayah dan bunda cari di toko buku dengan judul Empat Cinta Menatap Opera, Cinta Is Not A Crime, SmaraLove Luna, dan beberapa lainnya. Hebat ya?

Kak Vazza sekarang berdomisili di sekitar Samarinda lho. Ayah dan Bunda harus bergabung ke komunitas yang Kak Vazza ikuti untuk turut berkampanye tentang pentingnya intervensi dini pada anak tunarungu. Di luar Jawa, informasi mengenai rehabilitasi anak masih sangat kecil. Jadi tugas besar ini sedikit banyak merupakan tugas komunitas dan masyarakat pemerhati anak.

Vlog pertama Kak Vazza dapat Bunda tonton pada video dibawah ini. Sekali lagi, jangan lupa like dan subscribe nya.

No Obstacles Enjoying Music For Deaf by Kak Vazza


3. Kak Andiani

Kak Andiani merupakan inspirasi bagi banyak orangtua, terutama yang melakukan terapi di Yayasan Aurica, Surabaya. Kak Andiani telah berprestasi secara akademik sejak kecil. Memiliki kesenangan untuk menulis hingga salah satu artikel masa kecilnya dimuat dalam website Unicef Indonesia dengan judul Susahnya Mencari Sekolah Bagi Mereka. Artikel tersebut bercerita tentang orangtua yang kesulitan mencari sekolah umum yang bersedia menerima anak-anak tunarungu sebagai siswanya.

menggali-kecerdasan-melalui-bermain-aplikasi-avt
Buku Menggali Kecerdasan Melalui Bermain

Kak Andiani bersama Bunda nya, Bu Sinta; dan Bu Elly pada awal tahun 2019 ini memberikan kado berupa buku untuk orangtua yang haus ilmu Terapi Auditory Verbal. Buku berjudul Menggali Kecerdasan Melalui Bermain Aplikasi Auditory Verbal Therapy (AVT) Dalam Permainan sangat layak untuk dimiliki orangtua yang sedang mencari referensi praktis dan panduan terapi dalam bahasa Indonesia.

4. Kak Haydar

Kak Haydar adalah seorang anak tunarungu yang sukses berbahasa verbal melalui implan koklea. Ayah dan Bunda dari Kak Haydar berusaha mencari tahu mengenai intervensi anak dengan gangguan pendengaran sejak usia 2 tahun. Implan koklea pun dilakukan di luar Indonesia karena teknologi pendengaran (implan koklea) belum diadopsi di rumah sakit pada awal tahun 2000-an. Saat ini, Kak Haydar tumbuh sebagai remaja yang bersekolah pesantren setara SMA dan telah hafal sebagian isi Al-Quran secara verbal. Luar biasa, bukan?

Orangtua Kak Haydar sering memberikan motivasi kepada orangtua yang sedang dipersimpangan jalan untuk memilih alat bantu pendengaran secara objektif. Sebuah keputusan besar bagi kebanyakan orangtua yang masih muda. Ada sebuah wawancara eksklusif bersama keluarga Haydar di sebuah stasiun radio di Surabaya. Ayah dan Bunda bisa menyimak wawancara tersebut di youtube.


Tunarungu Yang Bisa Berbicara Verbal

Kami baru bisa cerita sedikit tentang mereka, tunarungu yang bisa berbicara verbal. Sebenarnya, masih banyak remaja dan orang dewasa lain yang berbahasa verbal di luar sana. Jika kami ambil kesimpulan, anak tunarungu membutuhkan orangtua yang bersedia meluangkan tenaga dan pikiran nya belajar AVT di rumah. Para orangtua tersebut memiliki critical thinking yang tinggi sehingga aplikasi AVT dalam kegiatan sehari-hari dapat dilakukan. Jika ayah dan bunda baru mulai belajar AVT, maka kami sarankan untuk FOKUS pada beberapa hal:

1. Pastikan alat pendengaran yang digunakan telah sesuai dengan derajat gangguan pendengaran nya.
2. Catat pengalaman AVT ketika terapi di klinik. Tiap anak memiliki kemampuan kecepatan memahami yang berbeda.
3. Terapkan strategi AVT setiap waktu bersama anak ketika di rumah.
4. Jika mengalami kebimbangan, cari tahu jawabannya hingga tidak ada keraguan. Bisa dengan berselancar di google, atau bertanya ke komunitas orangtua, dokter, hearing acoustician, terapis, dan sebagainya.