Komunitas Orangtua Anak Tunarungu

Komunitas orangtua anak tunarungu adalah perkumpulan para orangtua yang membesarkan anak dengan gangguan pendengaran agar menjadi anak yang mampu beradaptasi di sekolah dan masyarakat. Komunitas orangtua muncul dari pemikiran para orangtua yang memiliki harapan dan tujuan yang sama tentang intervensi anak dengan gangguan dengar. Yakni mengajari anak berbahasa verbal semampu yang dia bisa.

Family Support Group (FSG) atau komunitas orangtua anak tunarungu yang kami maksud di dalam artikel ini ialah komunitas nya para orangtua. Orangtua yang saling mendukung ketika membersamai anak agar menjadi lebih percaya diri dan menggunakan potensi yang dimiliki dengan keterbatasan yang ada. Komunitas biasanya diwujudkan dari pertemuan anggota secara riil pada wilayah atau daerah yang sama.

Komunitas orangtua menggunakan prinsip gotong royong, yakni dari kita untuk kita. Komunitas membutuhkan dukungan dari institusi lain seperti Hearing Center, tempat terapi AVT, rumah sakit, universitas, kementerian, WHO, sekolah, pegiat sosial, dan pemerhati anak untuk turut memberikan informasi tentang penanganan anak dengan gangguan pendengaran.

Beberapa komunitas orangtua anak tuna rungu yang mampu kami catat adalah:

1. Yayasan Aurica

WebsiteFacebook

Pada tahun 1999, beberapa orangtua yang memiliki anak tuna rungu membentuk Parents Support Surabaya. Pada tahun 2004, komunitas ini mendirikan sebuah yayasan yang menaungi kegiatan terapi mendengar dan berbicara yang dinamakan Yayasan Aurica.

Yayasan Aurica mengelola KB dan TK Aurica, sebagai sekolah umum untuk masyarakat di sekitar Wonokromo, Kota Surabaya. KB dan TK Aurica memberi kapasitas 2-3 siswa tuna rungu pada tiap kelas nya untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak yang menggunakan alat bantu dengar dan implan koklea. Sekaligus, meningkatkan empati anak-anak dengan pendengaran normal untuk menerima kondisi teman-teman seusia yang sedang belajar mendengar dan berbicara. Yayasan Aurica menerapkan kurikulum umum sehingga tidak membatasi anak-anak untuk bersosialisasi walaupun berbeda keyakinan.

2. SOFT

Facebook

SOFT merupakan komunitas orangtua anak gangguan pendengaran yang ada di Semarang dan sekitarnya. Komunitas SOFT berpedoman untuk tidak membedakan orangtua atau anak berdasarkan merk atau brand alat bantu dengar atau implan koklea. Bahkan orangtua yang belum memakaikan alat pendengaran dapat turut bergabung ke dalam komunitas SOFT.

Komunitas SOFT berusaha untuk mengadakan pertemuan rutin setiap 3 bulan sekali dengan tema yang berbeda dan menarik. Dengan mengundang praktisi yang kompeten pada bidang kedokteran, terapi, maupun audiologi.

Komunitas SOFT akan saling memotivasi anggota dengan memberikan edukasi dari orangtua yang sudah berhasil mendidik anaknya menjadi lancar berkomunikasi secara verbal dan oral. Menurut SOFT, “TAK ADA PRODUK GAGAL UNTUK CIPTAAN TUHAN”.

3. Komunitas Bekasi Mendengar dan Bicara

Facebook

Komunitas Bekasi Mendengar dan Bicara merupakan wadah silaturahmi dan informasi bagi orangtua anak tunarungu di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Komunitas yang biasa menyebut dirinya Kotak Menara atau KBMB ini telah beberapa kali membuat kegiatan untuk anggota untuk mendukung orangtua anak dengan gangguan pendengaran.

4. Komunitas Lampung Mendengar

Facebook

Komunitas Lampung Mendengar merupakan komunitas yang anggotanya terdiri dari aktivis sosial dan penyandang tunarungu atau gangguan pendengaran. Komunitas ini baru terbentuk pada Oktober 2016 berlokasi di Jll. Untung Suropati Nomor 4 Gg. Mataram, Kecamatan Labuhanratu, Bandarlampung.

5. Komunitas Pecahkan Kesunyian

Facebook

Komunitas Pecahkan Kesunyian adalah komunitas yang peduli (concern) kepada anak berkebutuhan khusus, terutama gangguan dengar / hearing loss / tuna rungu / tuli.

6. Komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi

Facebook

Komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi merupakan komunitas facebook terbesar di Indonesia. Anggota komunitas ini berasal dari para orangtua, keluarga, teman, dokter, terapis, Guru, berbagai komunitas lain, yayasan yang peduli dengan masalah pendengaran dan tumbuh kembang anak, serta Difabel pendengaran yang saling menguatkan satu sama lain di seluruh Indonesia. Walaupun demikian, komunitas ini umumnya diasosiasikan dengan lokasi pertama berdirinya, yakni Propinsi Yogyakarta.

Komunitas yang sering disingkat DTLS merupakan wadah berkumpulnya orang yang berkomunikasi dengan berbagai cara, Verbal dan isyarat; berlatih dengan berbagai metode, menggunakan alat bantu baik ABD maupun CI bahkan tanpa alat bantu sekalipun. Semua pihak saling menghormati, saling support tanpa ada satupun yang merasa lebih hebat, lebih baik dengan pilihannya. Karena berhubungan baik, berbagi dengan ikhlas itu membuat hidup lebih indah tidak ada lagi kata Kesunyian dalam hidup ini.


Komunitas yang tidak memiliki sosial media publik dan bergerak dari Grup Whatsapp juga ada. Beberapa yang kami tahu ialah: Komunitas Permata Cimahi; Komunitas Lihat Kami Bogor; DTLS Jawa Timur, dan lain-lain.

Berbagai komunitas orangtua anak tunarungu di daerah sudah banyak dibentuk dan tersebar di Indonesia. Semoga informasi ini cukup membantu orangtua yang baru mengetahui bahwa anak nya mengalami gangguan pendengaran. Jika terdapat kesalahan redaksi, atau ingin komunitas nya ditulis dan menjadi bagian dari artikel ini, silakan menghubungi kami dengan mengirimkan email ke admin@papaalkha.com. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan