Belajar Kata Dingin dan Panas

Belajar kata dingin dan panas dapat diperkenalkan kepada anak pada awal AVT di rumah. Kata dingin dan panas merupakan kata sifat yang sering kita rasakan keberadaannya. Misalnya, air yang digunakan untuk mandi Alkha adalah air panas. Es krim yang sering dimakan Alkha itu dingin.

Cukup banyak benda-benda di sekitar kita yang mengeluarkan hawa dingin dan panas. Untuk itu, mari kita kumpulkan benda-benda yang memiliki ciri khas dingin dan panas sebagai bahan terapi AVT di rumah.

Tahap 1

  • Dingin (es batu, es krim)
  • Panas (nasi panas, air panas waktu mandi).

Tahap 2

  • Dingin (kulkas, botol berisi air putih dingin)
  • Panas (setrika, penanak nasi, botol berisi air putih panas).

Benda-Benda Dingin dan Panas

Benda-benda di atas merupakan contoh benda yang mudah ditemukan Ayah dan Bunda untuk mengenalkan kata panas dan dingin ketika AVT di rumah. Pertama kita gunakan benda pada tahap 1 terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar anak familiar dengan benda yang mengeluarkan dingin. Ajak anak untuk memegang es batu. Berikan suasana yang mengasyikkan ketika AVT di rumah.

Contoh kegiatan seperti ini:

Bunda: “Alkha, Mama punya es batu. Es batu nya dingin… Mau pegang? (Jeda) Mama coba pegang ya… (Jeda) Aww, dingin.”

Bunda: “Coba Ayah pegang es batunya…!”

Ayah: “Aww, dingin!” (Jeda) “Coba Alkha yang pegang!” Sambil pegang ujung tangan Alkha dan mendekatkan ke es batu. Maka anak akan terpingkal-pingkal tertawa. Atau, anak akan menarik tangannya.

Bunda: “Dingin ya…? Es batu nya dingin…”
“Selain es batu, apa lagi ya yang dingin?”

Bunda: “Mama punya, (jeda) es krim (mainan). Alkha mau? Es krim nya enak… Mmmm, es krim nya dingin”.

Selesaikan terlebih dahulu kata “dingin” hingga selesai kegiatan AVT pada hari itu. Dengungkan kata “dingin” sepanjang hari pada berbagai kesempatan ketika membersamai anak dengan gangguan pendengaran.

Ayah, Bunda atau pengasuh bisa menggunakan benda pada tahap 2. Misalnya ketika membuka pintu kulkas,

Bunda : “Alkha, sini…. Kulkas nya dingin. Hiiii, dingin. (Jeda). Sini, masukkan tangan Alkha. Dingin.”

Anak Tidak Merespon Dengan Suara

Bila anak baru berusia mendengar di bawah satu tahun (bukan batasan pasti), maka merespon aktivitas dengan jawaban verbal merupakan hal yang masih sulit dilakukan. Untuk mengetahui apakah anak memahami kata “dingin”, Ayah dan Bunda dapat meminta anak untuk merespon dengan memilih diantara dua atau tiga. Misalnya:

Bunda siapkan 2 buah mainan, es krim dan ayam goreng.

Bunda : “Mama mau yang dingin!. Mana ya yang dingin?

Kita lihat bagaimana anak merespon kata “dingin” ini. Apakah anak dapat mengambil benda yang dapat dikaitkan dengan kata dingin? Pada contoh di atas, anak seharusnya mengambil mainan es krim. Jika Bunda khawatir anak melakukan lips reading, maka Bunda dapat duduk di samping anak pada sisi telinga yang menggunakan alat bantu dengar. Bisa juga ditambah menutupi mulut dengan tangan.

Jika belum berhasil, artinya kata “dingin” ini masih menjadi bagian dari kosakata bahasa reseptif. Tugas kita (orangtua dan kerabat) adalah terus menerus memberikan pemahaman kata “dingin” pada beberapa hari ke depan. InsyaAllah, bila Ayah dan Bunda sangat rajin mengulang kata berserta contoh benda nya, maka anak akan memahami kata “dingin” ini.

Kapan Kata “Panas” Dikenalkan?

Jika kata “dingin” sudah dikenalkan cukup sering, maka Ayah dan Bunda dapat mengenalkan kata “panas”. Sama seperti contoh di atas. Gunakan terlebih dahulu benda pada tahap 1. Buat anak memahami benda-benda yang mengeluarkan panas.

Mana Dingin, Mana Panas?

Ketika anak sudah memahami kata “dingin” dan “panas”, maka Ayah dan Bunda dapat memberikan tes kognisi kepada anak.

Bunda: “Alkha, mama punya es krim dan penanak nasi. (Jeda) Mama mau yang dingin! Mana yang dingin?”

Jika salah, Bunda gelengkan kepala dan katakan, “Bukan, penanak nasi ini panas. Awww, panas. (Jeda) Yang dingin itu es krim… (Es krim diambil dan pura-pura dimakan).

Jika anak cuek dengan permainan ini, maka Bunda dapat mengikutsertakan Ayah atau teman sebaya dalam permainan ini. Atau mengubah kebiasaan di rumah agar anak mendapatkan perubahan suasana.

Selamat mencoba belajar kata dingin dan panas.

Tinggalkan Balasan