FM System

FM System pada alat pendengaran adalah peralatan tanpa kabel yang memudahkan seseorang untuk berbicara melalui mikrofon dengan sinyal suara tersebut langsung terhubung dengan alat bantu dengar atau implan koklea secara personal¹.

FM System diperkenalkan kepada anak apabila dia mengalami kesulitan mendengar suara seorang guru di dalam kelas. Kondisi kelas yang riuh dan bising sangat wajar terjadi sehingga hal ini cukup menjadi perhatian perusahaan pembuat alat bantu dengar dan implan koklea.

FM System memiliki dua bagian yang terpisah, yakni bagian pemancar (transmiter) dan bagian penerima (reciever). Bagian pemancar akan dibawa oleh pengajar/guru sedangkan bagian penerima akan disambungkan ke alat pendengaran nya. Suara guru akan masuk ke dalam pemancar dan langsung didengar anak dengan jelas.

FM System dapat disetel untuk membagi dominasi atau proporsi antaran masukan suara dari pemancar dengan masukan suara dari mikrofon alat pendengaran yang dipakai di telinga anak. Audiolog atau Hearing Acoustician akan menyetel FM System antara 60%-80% untuk suara dari pemancar ketika alat ini diaktifkan. Anak akan mendengar suara guru lebih dominan dibanding suara di lingkungan nya.

FM System memiliki variasi bentuk dan merk yang bermacam-macam sehingga rentang harga yang ditawarkan juga bervariasi. FM System yang canggih dapat menjangkau beberapa unit alat pendengaran sehingga seorang guru cukup memakai satu buah alat untuk beberapa siswa. FM System bahkan menjadi sebuah alat yang wajib disediakan pemerintah di negara maju ketika ada siswa nya yang menggunakan alat pendengaran. Untuk siswa di Indonesia, FM System saat ini masih harus disediakan sendiri oleh orangtua anak.

FM System sejauh yang kami amati masih menjadi pro dan kontra di antara orangtua. Ada orangtua yang berpendapat bahwa alat tambahan ini semakin membuat ketergantungan pada anak. Berbeda dengan penelitian terbaru tentang efektivitas penggunaan FM System yang menyatakan bahwa alat ini cukup membantu anak-anak untuk menerima informasi lebih baik ketika di sekolah.

Sumber:
¹First Words for Parents Learing About Hearing Loss, JTC, 2015