Ekspektasi Orangtua

Ekspektasi adalah segenap keinginan, harapan, dan cita-cita terhadap suatu hal yang ingin diraih dengan tingkah laku dan tindakan yang nyata (Fleming dan Levie, 1981). Ekspektasi orangtua adalah segenap keinginan, harapan, dan cita-cita dari orangtua kepada anak tunarungu terhadap suatu hal yang ingin diraih dengan tingkah laku dan tindakan yang nyata.

Ekspektasi akan berkembang seiring bertambahnya informasi yang diterima. Ketika orangtua menerima informasi mengenai kelainan pendengaran oleh dokter THT, maka orangtua kemungkinan memiliki ekspektasi tumbuh kembang anak yang rendah. Setelah semakin banyak mempelajari fungsi alat bantu dengar dan auditory verbal therapy, maka ekspektasi orangtua akan tumbuh.

Ekspektasi biasanya ditanyakan oleh psikolog anak atau dokter anak atau dokter tumbuh kembang atau dokter THT kepada orangtua ketika diputuskan bahwa si anak akan melakukan operasi implan koklea. Implan koklea sebagai alat pendengaran tidak serta merta membuat anak dapat berkomunikasi dua arah. Karena berkomunikasi merupakan proses belajar memahami kata dan belajar merangkai kata. Ekspektasi orangtua sebaiknya dijawab dengan beberapa tindakan yang nyata dan terukur.

Contoh ekspektasi ialah:

  1. Anak berbicara secara natural seperti anak tanpa gangguan pendengaran.
  2. Anak dapat masuk ke sekolah umum.

Contoh tindakan nyata dan terukur ialah:

  1. Orangtua akan rutin mengikuti Terapi Auditory Verbal sekali dalam seminggu.
  2. Orangtua berupaya dapat memberikan percakapan berkualitas sebanyak 1500 kata perjam. Bisa melalui orangtua sendiri, keluarga, atau pengasuh anak.
  3. Orangtua akan memaksimalkan penggunaan ABD / CI dengan penggunaan selama 12-16 jam sehari.
  4. Orangtua akan mempersiapkan anak agar memahami 1500-2000 kosakata sebelum masuk sekolah dasar.
  5. Orangtua akan mendukung kebutuhan anak di sekolah, misalnya penggunaan FM System, dan koordinasi dengan guru kelas.

Sumber:
www.maxmanroe.com