Auditory Verbal Therapy (AVT)

Auditory Verbal Therapy (AVT) adalah terapi yang mengoptimalkan sisa pendengaran anak dengan gangguan pendengaran yang menggunakan alat bantu dengar, implan koklea, dan FM System. Terapi Auditori Verbal akan mengaktifkan dan mengembangkan kemampuan untuk mendengar sampai anak terbiasa untuk memahami bunyi dan suara yang ada di sekitar. Kemampuan mendengar merupakan tahap pertama dari kesatuan proses belajar yang utuh, yakni mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.

Filosofi Terapi Auditori Verbal

Auditory Verbal Therapy sebagai sebuah keilmuan memiliki beberapa filosofi yang oleh Joanna Stith dijabarkan sebagai berikut:

  1. Anak dengan gangguan pendengaran / tunarungu dapat tumbuh dalam lingkungan belajar umum (lingkungan belajar anak tanpa disertai gangguan pendengaran). Anak dapat menjadi anak yang mandiri, mudah beradaptasi, dan berkontribusi dalam masyarat (yang mayoritas berbahasa verbal).
  2. Orangtua merupakan fokus utama dari rangkaian terapi AVT. Orangtua diharapkan menggunakan bahasa natural dan bahasa verbal untuk berkomunikasi dengan anak.
  3. AVT digunakan untuk membantu anak belajar mendengar, belajar berbahasa verbal, kemudian berbicara.
  4. AVT akan memaksimalkan sisa pendengaran anak untuk mendeteksi suara. Semakin dini identifikasi gangguan pendengaran disertai intervensi (terapi rutin), maka akan membantu anak mengurangi keterlambatan penguasaan bahasa.
  5. AVT menyarankan orangtua agar anak terbiasa untuk berinteraksi bersama teman normal seusianya di playgroup (PAUD) atau TK sehingga sekolah tersebut dapat meningkatkan motivasi anak untuk memodel berbahasa natural.
  6. AVT mengajarkan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan monitoring bahasa secara mandiri. Anak secara sadar akan belajar mendengarkan suara nya sendiri selama melakukan percakapan natural dan berbicara dengan suara yang natural pula.
  7. Prinsip-Prinsip AVT harus disepakati antara Terapis AVT dengan orangtua, kemudian dilakukan bersama-sama dalam kegiatan / permainan menyenangkan yang mengajarkan kepada anak cara berkomunikasi secara natural.

Jadi, apa yang membedakan AVT dengan jenis terapi lainnya?

Metode AVT mensyaratkan :

  • Belajar menggunakan pendengaran
  • Anak harus mendengar
  • Kita berbicara dengan jelas
  • Kita berbicara secara natural
  • Orangtua sebagai guru / pendidik
  • Terapi dilakukan kepada satu orang anak
  • Berbasis pada percakapan.

Sedangkan, terapi yang sangat menyoroti hal-hal dibawah ini, artinya tidak menggunakan metode AVT, yakni :

  • Belajar melalui petunjuk visual
  • Tidak mengharuskan anak mendengar
  • Kita berbicara dengan keras atau pelan
  • Kita berbicara dengan bahasa sederhana
  • Orangtua sebagai pengamat
  • Terapi dilakukan berkelompok
  • Berbasis pada drill (pengulangan).

Prinsip Auditory Verbal Therapy

Prinsip AVT tertuang dalam Auditory Verbal Position Statement (Joanna Stith), yaitu:

  1. Kita harus mendeteksi ketidakmampuan mendengar sedini mungkin melalui skrining pendengaran. Idealnya dilakukan pada bayi baru lahir dan selama masa pertumbuhan.
  2. Kita harus belajar secara cepat dan agresif segala informasi tentang gangguan pendengaran pada anak. Termasuk mengusahakan secepatnya untuk anak mendapatkan akses pendengaran melalui penggunaan alat bantu dengar, implan koklea, BAHA, atau ABI.
  3. Orantua mencari terapis AVT yang bersedia untuk mengarahkan, memberi petunjuk, memberi dukungan kepada kita atau pengasuh sebagai model utama untuk memahami penggunaan AVT dalam segala situasi. Terapis juga memberikan penyadaran kepada orangtua mengenai akibat ketunarunguan dan gangguan pendengaran kepada seluruh keluarga apabila tidak ditangai dengan cepat dan tepat.
  4. AVT berusaha menolong anak untuk menggunakan kemampuan mendengar ke dalam komunikasi dan keterampilan sosial.
  5. AVT mendukung perkembangan pendengaran dan kemampuan bicara melalui pengajaran satu anak-satu terapis.
  6. AVT berupaya membantu anak memonitor suara mereka sendiri dan suara lainnya dalam rangka memperkaya speech intelegibel nya.
  7. AVT secara bertahap akan mengajarkan kemampuan mendengar, berbahasa (language), berujar (speech), dan memahami (kognisi) dalam rangka stimulasi percakapan secara natural.
  8. AVT akan terus memberikan masukan dan mengevaluasi perkembangan anak berdasarkan tahapan perkembangan anak, termasuk memodifikasi program ketika diperlukan.
  9. AVT berusaha mempersiapkan anak dan sekolah umum yang menampung anak agar berkembang secara inklusi.

Sumber:
Joanna Stith, Ph.D. CCC-SLP, LSLS Cert. AVT. 2014. What is Auditory-Verbal Therapy? A Parent Packet. Link pengunduhan.