Pertanyaan Orangtua Tentang Implan Koklea Pada Anak

Pertanyaan orangtua tentang implan koklea pada anak disusun dari beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan kepada kami. Kami akan berusaha untuk melengkapi tanya-jawab ini di kemudian hari, terlebih pada pertanyaan yang cukup rumit penjabarannya.

Apa itu implan koklea ?

Implan koklea adalah perangkat elektronik yang dipasang untuk menghubungkan prosesor luar ke dalam rumah siput sehingga seorang yang mengalami gangguan pendengaran atau tunarungu dapat mendapatkan sensasi mendengar.

Apa implan koklea menormalkan pendengaran ?

Implan koklea tidak dapat menormalkan pendengaran seseorang sama persis seperti pendengaran normal. Implan koklea juga tidak dapat memberikan pendengaran kepada anak-anak yang memiliki gangguan pendengaran atau tunarungu menjadi seperti pendengaran anak normal.

Apa indikasi seseorang membutuhkan implan koklea ?

Implan koklea merupakan alternatif bagi seorang dewasa atau anak yang tidak mendapatkan manfaat dari penggunaan alat bantu dengar. Manfaat utama dari penggunaan alat bantu dengar adalah orang yang memiliki gangguan pendengaran dapat memahami perkataan orang yang sedang bercakap-cakap tanpa mengalami kesalahan penerimaan kata.

Apakah implan koklea masih menggunakan peralatan elektronik ?

Banyak orang memiliki anggapan yang salah bahwa operasi implan koklea akan memperbaiki rumah siput yang rusak sehingga pendengaran kembali menjadi normal, tanpa peralatan tambahan. Implan koklea memang peralatan elektronik yang digunakan pada tubuh manusia, atau istilahnya biomedical engineering. Sebagai biomedical engineering, implan koklea memiliki empat bagian utama, yaitu: (1) mikrofon, (2) processor luar, (3) transmitter dan reciever, (4) electrodes.

Bagaimana cara kerja implan koklea ?

Bunyi dan suara wicara yang ada di sekitar masuk ke dalam mikrofon yang terdapat pada processor luar. Setelah diproses secara digital, sinyal-sinyal suara ini dikirimkan ke transmitter dalam bentuk sinyal elektrik. Reciever yang berada di bawah kulit kepala menerima sinyal elektrik tersebut kemudian meneruskannya ke elektroda-elektroda yang berada di dalam rumah siput. Rumah siput akan menerima sinyal-sinyal listrik ini kemudian meneruskannya ke otak dan diinterpretasi sebagai bunyi dan suara wicara.

Apa perbedaan implan koklea dengan alat bantu dengar ?

Implan koklea memiliki kelebihan pada kemampuan nya menerima suara halus sekitar 20 desibel. Alat bantu dengar, pada anak dengan gangguan pendengaran berat hingga profound, umumnya mampu melakukan amplifikasi hingga mencapai 35 desibel. Hal ini membuat pengguna implan koklea memiliki kekayaan prosodi dibandingkan anak yang menggunakan ABD. Kemampuan menerima ujaran dengan frekuensi tinggi hingga rendah umumnya dapat ditangkap melalui implan koklea.

Apa kelebihan dan kekurangan implan koklea ?

Implan koklea, pendapat saya, memiliki kekurangan pada ketergantungan pengguna pada merk. Jika seseorang sudah memutuskan untuk implan koklea pada merek tertentu, maka pengguna hanya akan mendapatkan pelayanan pada merk tersebut. Mulai dari mapping, troubleshooting, garansi, terapi auditory-verbal, dan upgrade. Implan koklea sebagai barang elektronik memiliki masa guna (life cycle) sehingga pengguna harus selalu mempersiapkan dana cadangan khusus untuk pendengaran. Kelebihan implan koklea terdapat penerimaan suara yang lebih jelas daripada alat bantu dengar. Dan kelebihan implan koklea inilah yang berusaha didapatkan oleh pengguna nya.

Apa saja merk implan koklea di Indonesia

Merk implan koklea di seluruh dunia ada banyak lho. Menurut saya, merk implan koklea yang bagus minimal punya tiga syarat:
(1) Digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia
(2) Telah digunakan lebih dari 10 tahun
(3) Perwakilan hearing center di Indonesia dilakukan secara profesional.
Nah, jika mengacu pada tiga hal tersebut, maka terdapat tiga merk implan koklea yang memenuhi syarat yaitu: (1) Advance Bionics, (2) Cochlear, (3) Med-El.

Cara Merawat Alat Bantu Dengar

Alat Bantu Dengar masih merupakan barang baru dalam keseharian kita. Karena tidak semua orang memakai ABD, maka merupakan hal yang wajar ketika Ayah Bunda belum memahami bagaimana cara merawat alat bantu dengar.

Perawatan alat bantu dengar yang memadai akan memperpanjang usia kerja ABD, maka rawatlah dengan cara:

  • Menjauhkan ABD dari panas dan lembab.
  • Bersihkan ABD sesuai dengan instruksi yang diberikan. Kotoran telinga dan cairan telinga dapat merusak ABD.
  • Keringkan ABD setiap hari dalam wadah yang telah disediakan, baik itu pengering elektrik dan pengering manual.
  • Hindari penggunaan spray rambut selama menggunakan ABD (pasien dewasa).
  • Matikan ABD selama tidak digunakan.
  • Ganti baterai yang telah mati secepatnya.
  • Jauhkan baterai cadangan dan bagian ABD yang kecil dari anak-anak.

Jadikan tata cara merawat alat bantu dengar di atas sebagai kebiasaan sehingga perawatan Alat Bantu Dengar terasa lebih mudah. Berlatih lah menaruh ABD dengan hati-hati, bersihkan setiap hari, pastikan mana ABD telinga kanan dan ABD telinga kiri, dan ganti baterai secara berkala. Tanyakan kepada hearing acoustician, bagaimana cara mengetes suara percakapan ketika berada di lingkungan bising. Apabila ABD Analog, belajar lah cara mengubah volume suara dan program apabila suara terlalu keras atau terlalu lirih. Bekerjasama lah dengan audiolog hingga anak merasa puas dan nyaman dengan ABD yang digunakan.

Sumber:
www.nidcd.nih.gov

Mendapatkan Alat Bantu Dengar Gratis

Mendapatkan alat bantu dengar gratis merupakan keinginan orangtua yang memiliki anak tunarungu. Saat ini, harapan tersebut sedikit banyak diwujudkan oleh Starkey Hearing Foundation. Ayah dan Bunda dapat mendaftar untuk mendapatkan donasi Alat Bantu Dengar gratis. Starkey Hearing Foundation merupakan organisasi non-profit dari Amerika yang telah membagikan ribuan alat bantu dengar ke negara-negara yang masih sedikit mendapatkan akses alat bantu dengar. Indonesia termasuk negara yang mendapatkan program bantuan ini dan pembagian donasi ABD telah dilakukan selama beberapa tahun.

Alat Bantu Dengar kebanyakan tidak dijamin asuransi kesehatan swasta, tapi sebagian perusahaan ada yang bersedia menjaminnya. Jika di luar negeri banyak program-program bantuan untuk meringankan kebutuhan pembelian ABD, namun untuk di Indonesia belum banyak organisasi semacam itu.

BPJS Kesehatan sebagai organisasi jaminan sosial masyarakat belum mampu memberikan klaim pembelian alat bantu secara penuh atau gratis. Saat ini, BPJS Kesehatan dapat membantu pembelian Alat Bantu Dengar dengan nominal 500 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah. Hubungi BPJS Kesehatan untuk menanyakan lebih lanjut.

Cek Kemampuan Alat Bantu Dengar

Anak tunarungu memiliki variasi gangguan pendengaran yang berbeda-beda, ada yang mengalami gangguan pendengaran ringan, gangguan pendengaran sedang, dan gangguan pendengaran berat. Kita sebagai orangtua hanya dapat memastikan apakah anak mendapatkan manfaat dengan penggunaan alat bantu dengar yang kita peroleh secara gratis itu secara objektif.

Pengukuran kemampuan alat bantu dengar memang tidak dapat langsung dilakukan. Semua membutuhkan waktu karena anak harus melalui tahapan mendengar. Untuk itu, setidaknya anak dapat melampaui tahapan deteksi suara (sadar suara) dan diskriminasi suara (membedakan dua buah jenis suara). Jika anak tidak kunjung melalui dua tahapan dari empat tahapan mendengar, maka sebaiknya orangtua mulai memikirkan untuk mendapatkan alat bantu dengar yang sesuai atau melakukan pemeriksaan ke dokter tumbuh kembang anak untuk mendapatkan rekomendasi lanjutan.

Bagaimana Menyikapi Ekspektasi

Ekspektasi setiap orangtua itu berbeda. Mimpi dan harapan yang Ayah dan Bunda gantungkan kepada anak juga berbeda-beda. Jika Ayah dan Bunda menentukan pilihan bahwa anak tidak harus menggunakan alat bantu dengar yang sesuai, maka kewajiban orangtua ialah belajar bahasa isyarat dan mengajari anak membaca dan menulis. Tujuan nya ialah agar anak dapat berkomunikasi dengan lebih baik lagi di masyarakat walau tanpa bahasa verbal.

Jika Ayah dan Bunda memiliki impian agar anak dapat berkomunikasi verbal, maka syarat utama ialah anak mendapatkan manfaat dari alat bantu dengar itu. Secara terukur hal ini dapat dipastikan dengan melakukan FFT (Free Field Test) di Hearing Center terdekat. Sedangkan, syarat FFT ialah anak sudah cukup mahir mendengar, yakni sadar suara, dan mau memperhatikan beberapa suara nada murni selama FFT.

Memilih Alat Bantu Dengar Yang Sesuai

Alat Bantu Dengar (ABD) adalah seperangkat alat elektronik yang digunakan seseorang yang memiliki ketidakmampuan mendengar secara normal sehingga suara yang dikeraskan akan memberikan manfaat bagi penggunanya. Bagi anak-anak yang mengalami ketidakmampuan mendengar sejak bayi, alat bantu dengar menjadi alat utama untuk belajar mendengar dan berbicara. Mendengar terlebih dahulu, baru kemudian pede berbicara.

Alat Bantu Dengar memiliki 3 bagian utama, yakni mikrofon, amplifier, dan speaker. Bersyukur telah ada teknologi mikro (kecil) sehingga seseorang yang membutuhkan pengeras suara tidak harus membawa alat berukuran besar lagi seperti zaman dahulu. Selain itu, teknologi ini saat ini menjadi semakin murah dan canggih. Alat bantu dengar dahulu menggunakan teknologi analog dan satu mikrofon. Jadi suara lawan bicara ditambah suara lingkungan yang cukup mengganggu (noise) akan dikeraskan bersama-sama. Alat bantu dengar model baru menggunakan teknologi digital dan dua mikrofon, di mana suara yang masuk akan mengeraskan suara lawan bicara dan menghilangkan suara lingkungan yang mengganggu.

Memilih Alat Bantu Dengar Yang Sesuai Untuk Anak

Alat Bantu Dengar yang terbaik ialah yang sesuai dengan gangguan pendengaran yang dialami. Jika gangguan pendengaran dialami pada kedua telinga, maka umumnya hearing acoustician akan menyarankan untuk menggunakan  2 alat bantu dengar. Dengan menggunakan dua alat bantu dengar maka otak akan menerima sinyal yang lebih natural. Menggunakan dua alat bantu dengar  akan membantu pengguna ABD memahami percakapan, dan menentukan arah sumber suara.

Audiolog dapat memilihkan ABD sesuai kebutuhan. Harga juga merupakan salah satu dasar pemilihan karena ABD memiliki rentang yang sangat lebar, antara jutaan hingga puluhan juta perunit. Sama seperti barang lainnya, tiap fitur yang ditambahkan dalam ABD akan mempengaruhi harga. Namun, jangan hanya menggunakan harga sebagai dasar penentuan ABD yang terbaik. Tidak pasti juga ABD yang mahal dan kaya fitur merupakan ABD terbaik untuk anak kita.

Alat Bantu Dengar tidak akan mengembalikan pendengaran anak kita menjadi normal. Namun, dengan terapi AVT dan latihan, maka kemampuan mendengar akan meningkat. Kemampuan mendeteksi suara, membedakan suara, dan menentukan arah sumber suara semakin lama dapat dikuasai.

Dalam memilih ABD, Ayah dan Bunda juga harus membandingkan servis atau bagian ABD apa saja yang ditanggung selama masa garansi, biaya yang timbul ketika alat bantu dengar mengalami kerusakan, apakah ada pilihan untuk upgrade dan reputasi merk alat bantu dengar dan reputasi hearing center dalam menanggapi keluhan konsumen.

Tips Memilih ABD dan Hearing Center

Beberapa tips ini diambil dari www.nidcd.nih.gov. Ayah Bunda yang akan membelikan alat bantu dengar dapat bertanya kepada audiolog mengenai pertanyaan yang penting ini:

  1. ABD mana saja yang menjangkau derajat gangguan pendengaran anak saya? Tanyakan juga tentang fitting range.
  2. Fitur apa yang paling berguna dan sesuai untuk anak saya?
  3. Berapa biaya keseluruhan yang saya bayar untuk membeli ABD?
  4. Apakah kecanggihan fitur ABD terbaru sebandingkan dengan harganya?
  5. Apa ada periode percobaan untuk tes alat bantu dengar? (Di luar negeri, dengan sistem uang-jaminan, hearing center dapat meminjamkan ABD selama 30-60 hari, kemudian uang jaminan tersebut dapat di-refund apabila ABD dirasakan tidak cocok. Apa ada biaya untuk mengembalikan ABD?)
  6. Berapa lama garansinya? Apakah garansi dapat diperpanjang untuk biaya perawatan dan perbaikan di masa yang akan datang?
  7. Adakah audiolog yang dapat melakukan penyesuaian (fitting ABD) di tempat?
  8. Apakah ada ABD cadangan yang dapat dipinjam apabila diperlukan perbaikan?
  9. Petunjuk apa yang dapat diberikan hearing acoustician kepada orangtua anak? Petunjuk perawatan ABD, mengganti baterai, servis berkala dan lainnya

Membiasakan Anak Menggunakan Alat Bantu Dengar

Setiap bulan, selalu ada orangtua yang bertanya mengenai “bagaimana cara membiasakan anak agar mau menggunakan alat bantu dengar?” Pertanyaan ini dulu pernah saya khawatirkan karena Alkha termasuk anak yang tidak mau ada benda-benda menempel di kepala nya, misalnya topi dan jaket jumper. Benda-benda di kepala selalu dilepas dan menolak untuk digunakan. Lantas apakah berpengaruh terhadap penerimaan Alkha terhadap alat bantu dengar nya? Ternyata tidak kok. Dia merasa nyaman-nyaman saja di awal penggunaan alat bantu dengar.

Waktu pertama kali memasang alat bantu dengar di telinga Alkha, kami diliputi perasaan was-was. Tidak ada yang pernah mengusulkan kepada kami beberapa tips agar mau menggunakan alat bantu dengar. Jadi kami termasuk orangtua yang cukup beruntung bisa melalui tahapan tersebut dengan mudah. Tidak terlalu lama penolakan Alat Bantu Dengar. Mungkin karena hak anak agar mau menggunakan ABD sudah kami penuhi, walau tanpa sadar. Nah, sekarang anak akan menggunakan alat bantu dengar, apa yang kemudian dapat kita lakukan?

1. Mulai dari sunyi menuju ramai

Alat Bantu Dengar pada dasarnya merupakan pengeras suara yang suara nya sangat keras. Bila digunakan pada saat ramai, bisa jadi membuat kaget pengguna nya. Saya akan coba menganalogikan nya seperti ini. Ketika kita berada di sebelah sound system mantenan, alunan lagu mengalir dari speaker kemudian masuk ke liang telinga dan mengerakkan gendang telinga. Alunan lagu kita dengar mulai dari tempat parkir, melalui pintu masuk, hingga bersalam-salaman. Bisa dibayangkan bahwa lagu mantenan itu dimulai dari suara kecil hingga kita berjalan mendekat ke sumber suara. Kita tidak kaget kan?

Berbeda dengan ketika kita sedang prasmanan di dalam gedung. Sound system masih mati, persiapan acara. Kemudian speaker yang berada di belakang kita tiba-tiba menyala. Tentu bisa jadi kita kaget, bisa juga tidak. Untung-untungan.

Membiasakan anak untuk menggunakan alat bantu dengar ketika di rumah dapat di lakukan di dalam kamar. Matikan semua sumber suara; televisi, radio, kipas angin, AC, suara kran kamar mandi; agar kondisi nya pasti-sunyi, tidak untung-untungan. Kita berharap agar pengguna alat bantu dengar yang masih pemula ini tidak kaget, tidak trauma, mencopot ABD dengan paksa, bahkan membantingnya.

Pertama, masukkan baterai ke dalam Alat Bantu Dengar. Jangan ditutup sempurna, artinya ABD masih dalam keadaan mati.
Kedua, bila anak menangis, tetap pakaikan ABD ke telinga nya. Pegangi tangan nya dengan lembut agar tidak mendekati telinga.
Ketiga, lepaskan tangan anak. Dorong tutup baterai sehingga alat bantu dengar menyala. Karena semua peralatan elektronik sudah mati, anak tidak menangis, bukankah ini kondisi paling sunyi yang bisa Ayah dan Bunda dapatkan ketika di rumah?
Keempat, panggil namanya secara natural, biasa saja, tidak perlu berteriak. Asyik kan?
Kelima, ajak anak keluar kamar. Perlahan-lahan kondisinya akan lebih bising daripada di dalam kamar. Ada suara motor lewat, penjual tahu bulat yang menawarkan gorengan, suara truk lewat, suara anak-anak sekolah, ibu-ibu ngerumpi, dan lain-lain. Pelan-pelan saja, yang terpenting anak merasa bahwa alat bantu dengar bukan benda yang menyakitkan.

2. Mulai dari penggunaan sebentar hingga lama

Durasi penggunaan ABD merupakan hal terpenting dalam membiasakan anak menggunakan alat bantu dengar. Idealnya, ABD digunakan anak selama 12-16 jam. Pada dasarnya anak yang menggunakan ABD harus mengenali suara lingkungan terlebih dahulu, seperti bayi pada umumnya. Terlebih lagi anak-anak dengan gangguan berat dan profound hearing loss yang hampir tidak pernah mendengar variasi suara dari lahir hingga menggunakan saat ini.

Sebisa mungkin, pakaikan Alat Bantu Dengar sepanjang hari. Hanya lepaskan ABD ketika mau mandi dan tidur. Bila anak menolak pada beberapa jam pertama, coba cari tahu penyebab nya. Apakah gatal, panas, capek, tidak asyik (anak dibiarkan tanpa stimulasi), kulit telinga lecet, dan lain-lain.

3. Perbanyak waktu di lingkungan yang sepi

Anak yang baru belajar menggunakan Alat Bantu Dengar lebih baik banyak berada di lingkungan sepi. Suara yang masuk akan lebih jelas sehingga anak berlatih mengidentifikasi berbagai macam suara lingkungan. Suara dentingan sendok dengan piring kaca, suara mobil-mobilan yang saling bertabrakan, suara geseran sofa yang mendecit, suara mesin motor Ayah ketika berangkat bekerja, suara mesin cuci yang berputar, suara Bunda yang sedang memasak, suara pintu yang dibuka atau ditutup, desiran kipas angin, dan sebagainya. Jadi, anak akan lebih banyak mendengar satu sumber suara pada satu waktu.

4. Alihkan perhatian anak menggunakan mainan edukatif

Alihkan perhatian anak dengan mainan edukatif untuk membiasakan anak menggunakan alat bantu dengar. Pilih mainan yang sederhana dan variatif. Misalnya paket binatang ternak, puzzle geometris, puzzle gambar, dan sebagainya. Tetapi, keluarkan mainan satu persatu, simpan mainan yang tidak sedang digunakan. Jika sudah bosan, keluarkan lagi mainan yang lain. Ganti simpan mainan yang sudah bosan, nanti juga tertarik lagi.

Dengan kegiatan semacam ini, Ayah dan Bunda dapat mengenalkan kata “Sama”, “Putar”, “Kembalikan”, “Taruh”, dan sebagainya. Ulangi kata-kata tersebut secara natural (tidak berteriak) dan berikan jeda antar-kata ketika berbicara. Pada tahap ini, anak sedang mengisi kosakata dalam gelas yang masih kosong (bahasa reseptif). Ayah dan Bunda hanya dapat menunggu sembari terus mengisi kosakata baru hingga gelas tersebut penuh kemudian tumpah menjadi kosakata bahasa ekspresif.

5. Kenalkan anak dengan asosiasi kata-suara (sound-words associates)

Asosiasi kata dengan suara merupakan salah satu metode AVT untuk berkomunikasi antara anak dengan orangtua. Metode ini hanya jembatan; jika sudah dilewati, maka anak tidak perlu menggunakan lagi asosiasi kata-suara ini.

6. Kenalkan anak dengan Ling’s Six Sounds

Ling Six Sounds merupakan metode AVT yang mudah, murah, dan valid (teruji) untuk memastikan apakah anak mendengar seluruh frekuensi suara bicara manusia. Karena anak belum bisa imitasi (meniru kembali) suara, maka mengenalkan 6 suara Ling bisa dilakukan dengan menggunakan kartu pintar, atau mainan. Bila mau digunakan semua, pastikan keduanya (gambar dan benda) menggunakan simbol yang sama.

Ling Six Sounds idealnya selalu dilakukan setiap pagi dan menjadi rutinitas wajib si anak. Ayah dan Bunda dapat gunakan Ling Six Sounds sebagai bagian dari sound-words. Kenalkan bahwa pesawat bersuara aaa, kereta api ini bersuara uuuu, es krim bersuara mmm, ular bersuara sss, dan bayi tidur bersuara shhh. Setelah anak paham, pada setiap pagi, lakukan Ling Six Sounds untuk mengetahui kualitas mendengar anak.

7. Kenalkan Anak Dengan Nama Panggilannya

Untuk mengenalkan nama anak, Ayah dan Bunda wajib memperhatikan hal ini, yakni panggil nama anak bila akan memberikan instruksi. Misalnya, “Alkha, ayo sini. Makan dulu”, “Alkha, Mama punya mobil. Brum brum. Mau?”, “Alkha, ini namanya sapi, mooo, moo”.  Secara tidak langsung anak akan mengenali nama panggilannya sendiri.

Jika Ayah dan Bunda melihat anak sedang melamun, panggil anak untuk datang dan berikan sesuatu pada nya. Jika Ayah dan Bunda tidak memiliki benda yang spesial, atau mainan baru; berikan saja mainan mobil-mobilan yang biasa dimainkan. Kali ini sembunyikan dalam kain, atau dalam baju nya Ayah. Bilang saja, “Mau?”. Jangan khawatir anak akan kecewa. Justru, bila Ayah dan Bunda hanya memanggil agar anak berhenti melamun, kemudian mengabaikan nya lagi, maka anak merasa bahwa merespon panggilan merupakan hal yang tidak penting. Hal ini harus dihindari. Lama kelamaan anak tidak menghiraukan panggilan nama nya walaupun Ayah dan Bunda memiliki mainan yang bagus sekalipun.


Beberapa tips di atas dapat diajarkan untuk membiasakan anak menggunakan alat bantu dengar. Kecuali tentang Ling Six Sounds, Ayah dan Bunda dapat bertanya lebih lanjut tentang teknik pengajaran nya kepada Terapis AVT  yang nanti Bunda tunjuk untuk menjadi mentor keluarga. Sebagai gambaran, video dibawah ini semoga dapat memberikan gambaran tentang Ling Six Sounds.