Daftar Isi

Terapi Auditory Verbal (TAV) sebagai salah satu metode terapi untuk anak gangguan pendengaran semakin ramai diperbincangkan di kalangan orangtua yang mendapatkan amanah dititipi anak tunarungu. AVT bagi sebagian orangtua merupakan informasi yang sangat baru dan tampak mustahil. Bagi sebagian orangtua lain, AVT merupakan teori pendidikan anak yang menarik untuk dipahami lebih mendalam dan dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari.

Tahukah Ayah dan Bunda, banyak terapis Auditory Verbal berharap agar orangtua bersedia belajar memahami AVT secara mandiri di luar jam terapi, lho. Ketika beberapa informasi tentang intervensi anak dengan gangguan pendengaran ini dipahami lebih cepat oleh Orangtua, maka proses AVT di rumah terasa lebih ringan dan menyenangkan. Informasi mengenai alat pendengaran yang digunakan, informasi tentang tahapan mendengar, informasi tentang kenapa harus terapi, dan sebagainya.

Sebagai orangtua yang menikmati proses terapi anak secara bertahap, maka kami melihat AVT dari dua sudut pandang, yakni sebagai konsep dan terapan praktis.

Konsep AVT

Konsep Terapi Auditory Verbal bermula dari gagasan bahwa anak yang memiliki gangguan pendengaran yang mendapatkan akses mendengar (ABD, CI, BAHA, ABI) dapat didorong untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak dengan pendengaran normal. Jika itu yang kita inginkan, maka tahapan perkembangan anak dengan pendengaran normal dapat kita jadikan acuan umum. Kita harus melihat perkembangan anak secara utuh; baik dari sisi pendengaran, kemampuan wicara, kemampuan kognitif (penalaran) dan kemampuan berkomunikasi sosial. Oleh sebab itu, mewujudkan konsep AVT membutuhkan bantuan dari banyak orang, mulai dari hearing center, rumah sakit, Praktisi AVT, komunitas orangtua, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat tinggal.

Terapan Praktis AVT

AVT sebagai terapan praktis dapat dibagi dua, yakni (1) Terapi AVT di Klinik dan (2) Terapi AVT di Rumah. Ketika orangtua memutuskan agar anak dapat menggunakan bahasa verbal melalui alat bantu dengar, maka orangtua akan mencari Terapis AVT yang memahami cara intervensi anak dengan gangguan pendengaran. Istilah-istilah baru dalam program AVT harus kita baca satu persatu dengan penuh kesabaran. Strategi dan teknik Auditori Verbal terus kita asah dengan praktek secara langsung dalam keseharian bersama anak. Kadang timbul kebuntuan berpikir yang sebenarnya lazim ketika kita belajar suatu ilmu baru. Maka, kami mencoba untuk membantu kebuntuan tersebut dengan membuat beberapa tulisan yang berhubungan dengan konsep AVT dan tips AVT di rumah. Semoga sedikit membantu Ayah dan Bunda.

Konsep, Prinsip, Ide AVT

Tips AVT Di Rumah

Seputar Alat Bantu Dengar

Blog

Books Review

Apa Itu….???

ABD | Air-Conduction Testing | Alat Bantu Dengar | Amplifikasi | Artikulasi | ASSR – Auditory Steady State Response | Audiogram | Audiolog | Auditory Brainstem Response (ABR) | Auditory Neuropathy (AN) | Auditory Verbal Therapy (AVT) | AVT Practitioners | Bahasa Ekspresif | Bahasa Reseptif | Behavioral Observation Audiometry (BOA) | Bilingualism | Binaural Hearing | Bone Conduction Testing | Conditioned Play Audiometry (CPA) | Critical Elements | Cued Speech | Desibel | DIP | Diskriminasi Bunyi | Earmold | Ekspektasi Orangtua | Feedback | Fitting | FM System | Free Field Test (FFT) | Frekuensi | Gain | Hand Cue | Hearing Acoustician | Hearing Center (HC) | Hearing Threshold | Hertz | Implan Koklea (CI) | Intensitas | ISD – Integrated Scales of Development | Jargoning | Kids Clips | Koklea | Komunikasi Total | Konsonan | Lokalisasi | LSLS Certified AVT | Modeling | OAE – Otoacoustic Emission | Otolaryngologist | Otologist / Neurotologist | Pengering Elektrik | Pengering Manual | Prelinguistic Communication | Real Ear Measure | Saraf Pendengaran | Silica Gel | Sisa Pendengaran | Sistem Vestibular | Sound Field Testing | Sound-Object Associations | Speech | Speech Banana | Speech-Language Pathologist (SLP) | Stetoclip | Strategi & Teknik Auditori Verbal | Strategi Acoustic Highlighting | Strategi Motherese | Telinga | Tuli Campuran | Tuli Konduktif | Tuli Saraf | Tympanometri | Unilateral Hearing Loss | Usia Mendengar | Visual Reinforcement Audiometry (VRA) |Vokal


5 Tulisan Terakhir

  • Belajar Preposisi Di-Tengah - Belajar preposisi Di-Tengah merupakan preposisi lanjutan setelah anak memahami preposisi depan-belakang dan preposisi kanan-kiri. Preposisi Di Tengah dapat digunakan anak pada dua kondisi tersebut, yakni (1) berada di antara depan dan belakang; dan (2) berada di antara kanan dan kiri. Preposisi ini mudah diajarkan kepada anak dalam aktivitas maupun permainan. Depan, Tengah, Belakang Beberapa ide […]
  • Cochlear Nucleus 6 Manual (Bahasa Indonesia) - Artikel Cochlear Nucleus 6 Manual Bahasa Indonesia ini kami buat karena Alkha merupakan salah satu pengguna nya. Seringkali, kami membutuhkan informasi secara cepat tentang segala hal yang berhubungan dengan implan koklea Alkha. Bagi Ayah dan Bunda yang putra-putri nya kebetulan pengguna Cochlear N6 juga, semoga dapat turut mendapatkan manfaat dengan keberadaan artikel ini. Artikel ini […]
  • Belajar Preposisi Kanan-Kiri - Preposisi kanan dan kiri merupakan salah satu preposisi yang dapat menjadi materi critical elements ketika kita belajar AVT. Preposisi ini dapat diajarkan setelah preposisi atas-bawah dan preposisi depan-belakang dipahami oleh anak. Sebetulnya, Praktisi AVT akan memasukkan preposisi ini dalam salah satu materi nya. Artikel ini berusaha meyakinkan bahwa kegiatan sederhana di rumah dapat mempercepat pemahaman […]
  • Belajar Membedakan Benda Berukuran Besar dan Kecil - Belajar membedakan benda berukuran besar dan kecil merupakan critical elements yang dapat diajarkan kepada anak pada awal belajar mendengar dan berbicara. Banyak media yang kami pergunakan untuk belajar membedakan benda berukuran besar dan kecil. Di antaranya ialah (1) mainan hewan besar dan kecil, (2) mainan kereta api besar dan kecil, (3) boneka monyet besar dan […]
  • Boneka Sebagai Alternatif Modeling Anak Berbicara - Boneka merupakan mainan sepanjang masa setiap anak. Boneka bagi anak anak merupakan replika versi lucu dari sebuah benda atau makhluk hidup yang enak dipandang, berbahan halus, dan bernilai edukatif tinggi. Boneka dapat menjadi alternatif media belajar anak pengguna alat bantu dengar atau implan koklea yang sedang belajar mendengar dan berbicara. Boneka hanya mampu menjadi alternatif […]